<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065</id><updated>2011-07-28T20:54:55.602-07:00</updated><category term='ASWAJA'/><category term='Ahlul Bayt'/><category term='Debat'/><category term='Nabi Muhammad S.A.W'/><category term='figur'/><category term='artikel'/><category term='hikmah'/><category term='SAHABAT NABI SAW'/><title type='text'>wolles world</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-8847471847806720281</id><published>2010-01-13T06:23:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T06:26:19.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='figur'/><title type='text'>Habib Umar bin Hafizh</title><content type='html'>Beliau adalah Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh. Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera Dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan&lt;br /&gt;kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr. Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.&lt;br /&gt;Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga&lt;br /&gt;dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan. Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau.&lt;br /&gt;Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara diseluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-8847471847806720281?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/8847471847806720281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/habib-umar-bin-hafizh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8847471847806720281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8847471847806720281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/habib-umar-bin-hafizh.html' title='Habib Umar bin Hafizh'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-3878005316814956155</id><published>2010-01-13T06:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T06:21:22.851-08:00</updated><title type='text'>Kebenaran Yang Harus Anda Ketahui</title><content type='html'>Al-Imâm al-Hâfizh Abu Hafsh Ibn Syahin, salah seorang ulama terkemuka yang hidup sezaman dengan al-Imâm al-Hâfizh ad-Daraquthni (w 385 H), berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua orang saleh yang diberi cobaan berat karena adanya orang-orang yang sangat buruk dalam akidahnya, lalu mereka menyandarkan akidah buruk itu kepada keduanya, padahal keduanya terbebas dari akidah buruk tersebut. Kedua orang itu adalah Ja’far ibn Muhammad dan Ahmad ibn Hanbal” (Dikutip oleh al-Hâfizh Ibn Asakir dalam Tabyîn Kadzib al-Muftarî dengan rangkaian sanad-nya dari al-Hâfizh Ibn Syahin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pertama, yaitu al-Imâm Ja’far ash-Shadiq ibn al-Imâm Muhammad al-Baqir ibn al-Imâm Ali Zayn al-Abidin ibn al-Imâm asy-Syahid al-Husain ibn al-Imâm Ali ibn Abi Thalib, beliau adalah orang saleh yang dianggap oleh kaum Syi’ah Rafidlah sebagai Imam mereka. Seluruh keyakinan buruk yang ada di dalam ajaran Syi’ah ini mereka sandarkan kepadanya, padahal beliau sendiri sama sekali tidak pernah berkeyakinan seperti apa yang mereka yakini. &lt;br /&gt;Orang ke dua adalah al-Imâm Ahmad ibn Hanbal, salah seorang Imam madzhab yang empat, perintis madzhab Hanbali. Kesucian ajaran dan madzhab yang beliau rintis telah dikotori oleh orang-orang Musyabbihah yang mengaku sebagai pengikut madzhabnya. Mereka banyak melakukan kedustaan-kedustaan dan kebatilan-kebatilan atas nama Ahmad ibn Hanbal, seperti akidah tajsîm, tasybîh, anti takwil, anti tawassul, anti tabarruk, dan lainnya, yang sama sekali itu semua tidak pernah diyakini oleh al-Imâm Ahmad sendiri. Terlebih di zaman sekarang ini, madzhab Hanbali dapat dikatakan telah “hancur” karena dikotori oleh orang-orang yang secara dusta mengaku sebagai pengikutnya, siapa lagi kalau bukan kaum Wahhabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Ahlussunnah Wal Jama’ah?&lt;br /&gt;al-‘Arif Billah al-Imam as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad (w 1132 H), Shahib ar-Ratib, dalam karyanya berjudul Risalah al-Mu’awanah, h. 14, menuliskan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah engkau memperbaiki akidahmu dengan keyakinan yang benar dan meluruskannya di atas jalan kelompok yang selamat (al-Firqah an-Najiyah). Kelompok yang selamat ini di antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah dikenal dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah kelompok yang memegang teguh ajaran Rasulullah dan para sahabatnya. Dan engkau apa bila berfikir dengan pemahaman yang lurus dan dengan hati yang bersih dalam melihat teks-teks al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah yang menjelaskan dasar-dasar keimanan, serta melihat kepada keyakinan dan perjalanan hidup para ulama Salaf saleh dari para sahabat Rasulullah dan para Tabi’in, maka engkau akan mengetahui dan meyakini bahwa kebenaran akidah adalah bersama kelompok yang dinamakan dengan al-Asy’ariyyah. Sebuah golongan yang namanya dinisbatkan kepada asy-Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari -Semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya-. Beliau adalah orang yang telah menyusun dasar-dasar akidah Ahl al-Haq dan telah memformulasikan dalil-dalil akidah tersebut. Itulah akidah yang disepakati kebenarannya oleh para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka dari kaum tabi’in terkemuka. Itulah akidah Ahl al-Haq setiap genarasi di setiap zaman dan di setiap tempat. Itulah pula akidah yang telah diyakini kebenarannya oleh para ahli tasawwuf, sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu al-Qasim al-Qusyairi dalam pembukaan Risalah-nya (ar-Risalah al-Qusyairiyyah). Itulah pula akidah yang telah kami yakini kebenarannya, serta merupakan akidah seluruh keluarga Rasulullah yang dikenal dengan as-Sadah al-Husainiyyin, yang dikenal pula dengan keluarga Abi ‘Alawi (Al Abi ‘Alawi). Itulah pula akidah yang telah diyakini oleh kakek-kakek kami terdahulu dari semenjak zaman Rasulullah hingga hari ini. Adalah al-Imam al-Muhajir yang merupakan pucuk keturunan dari as-Sadah al-Husainiyyin, yaitu as-Sayyid asy-Syaikh Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali Ibn al-Imam Ja’far ash-Shadiq -semoga ridla Allah selalu tercurah atas mereka semua-, ketika beliau melihat bermunculan berbagai faham bid’ah dan telah menyebarnya berbagai faham sesat di Irak maka beliau segera hijrah dari wilayah tersebut. Beliau berpindah-pindah dari satu tempat ke tampat lainnya, dan Allah menjadikannya seorang yang memberikan manfa’at di tempat manapun yang beliau pijak. Hingga pada akhirnya beliau sampai di tanah Hadramaut Yaman dan menetap di sana hingga beliau meninggal. Allah telah menjadikan orang-orang dari keturunannya sebagai orang-orang banyak memiliki berkah, hingga sangat banyak orang yang berasal dari keturunannya dan dikenal sebagai orang-orang ahli ilmu, ahli ibadah, para wali Allah dan orang-orang ahli ma’rifat. Sedikitpun tidak menimpa atas semua keturunan Al-Imam agung ini sesuatu yang telah menimpa sebagian keturunan Rasulullah dari faham-faham bid’ah dan mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan. Ini semua tidak lain adalah merupakah berkah dari keikhlasan al-Imam al-Muhajir Ahmad ibn ‘Isa dalam menyebarkan ilmu-ilmunya, yang karena untuk tujuan itu beliau rela berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menghindari berbagai fitnah. Semoga Allah membalas baginya dari kita semua dengan segala balasan termulia, seperti paling mulianya sebuah balasan dari seorang anak bagi orang tuanya. Semoga Allah mengangkat derajat dan kemulian beliau bersama orang terdahulu dari kakek-kakeknya, hingga Allah menempatkan mereka semua ditempat yang tinggi. Juga semoga kita semua dipertemukan oleh Allah dengan mereka dalam segala kebaikan dengan tanpa sedikitpun dari kita terkena fitnah. Sesungguhnya Allah maha pengasih. Dan ketahuilah bahwa akidah al-Maturidiyyah adalah akidah yang sama dengan akidah al-Asy’ariyyah dalam segala hal yang telah kita sebutkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H), dalam pasal ke dua pada Kitab Qawa’id al-‘Aqa’id dalam kitab syarah Ihya’ berjudul Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 2, h. 6, menuliskan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-3878005316814956155?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/3878005316814956155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/kebenaran-yang-harus-anda-ketahui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/3878005316814956155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/3878005316814956155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/kebenaran-yang-harus-anda-ketahui.html' title='Kebenaran Yang Harus Anda Ketahui'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-1552601726730665721</id><published>2010-01-13T06:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T06:16:26.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pesan dari Habib Munzir</title><content type='html'>Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…&lt;br /&gt;Dihadapanku acara esok malam di monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…&lt;br /&gt;Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui jamaah yg lebih banyak..&lt;br /&gt;Ternyata yg kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan terserah apa yg akan terjadi..&lt;br /&gt;Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yg terus menjadi jadi&lt;br /&gt;Aku terus menoleh kekiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri disekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja&lt;br /&gt;Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…&lt;br /&gt;Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka&lt;br /&gt;Aku membatin memandangi jumlah yg sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..&lt;br /&gt;Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!, adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???&lt;br /&gt;Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg jaub lebih berat..&lt;br /&gt;Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada apa2, banyak restoran padang dan penjual makanana masih tutup pula karena liburan panjang..,&lt;br /&gt;Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..&lt;br /&gt;Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm untuk suntik otak…&lt;br /&gt;Berkali kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…&lt;br /&gt;Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR dibulan juni…&lt;br /&gt;Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : "semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah…&lt;br /&gt;Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..&lt;br /&gt;Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, "masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia(memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan mium bersamaku .. masuklah,,,&lt;br /&gt;Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!&lt;br /&gt;Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau masuk.. mari…&lt;br /&gt;Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..&lt;br /&gt;Aku terbangun…&lt;br /&gt;Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..&lt;br /&gt;Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja&lt;br /&gt;Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku"&lt;br /&gt;Usia saya kini 37 tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus nebgeluhkan sakit kepala..&lt;br /&gt;Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akab jumpa kelak dg perjumpaan yg abadi..&lt;br /&gt;Amiin..&lt;br /&gt;Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yg kuminta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;nb: mksd dari jgn siksa hari2ku adalah selalu selepas beliau ceramah, jamaah selalu mengerubuti untuk salaman sampai desak2an. hal itu membuat beliau kadang sakit, ditambah penyakit yg bersarang di tubuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-1552601726730665721?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/1552601726730665721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/pesan-dari-habib-munzir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1552601726730665721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1552601726730665721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2010/01/pesan-dari-habib-munzir.html' title='Pesan dari Habib Munzir'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-993592562840380468</id><published>2009-11-30T22:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T22:10:05.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAHABAT NABI SAW'/><title type='text'>Abdullah bin Khudzafah “Keimanan Kukuh Laksana Baja”</title><content type='html'>“Masuklah ke agamaku, kau akan kubebaskan,” demikian kata raja romawi kepada Abdullah bin Khudzafah. Namun, meski sudah jadi tawanan musuh, dan permintan itu diajukan berkali-kali, Abdullah yang masih lajang, selalu menolak keras iming-iming tersebut. Padahal kalau dia mau , bukan hanya kebebasan, kekuasaan pun akan diberikan kepadanya. Dalam suatu pertempuran antara tentara muslim dan tentara romawi di zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, tentara muslimin mengalami kekalahan, dan beberapa orang menjadi tawanan. Namun, kekalahan itu bukan berarti tanpa perlawanan. Demikian sengitnya perjuangan tentara muslimin, terutama dalm menerapkan taktik dan strategi, membuat panglima tentara romawi berdecak kagum. Keteguhan dan keberanian menghadapi maut sungguh luar biasa. Hal itu kemudian dilaporkan kepada rjaa romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedasar laporan itu, raja romawi ingin mengintrogasi sendiri para tawanan. Maka diperintahkan agar para tawanan tentara Islam dihadapkan kepadanya. Ketika tiba giliran Abdullah, ia pun di seret ke depan raja dalam kondisi badan lusuh terborgol dengan rantai. Kepada setiap tawanan, raja mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya membuat kagum terhadap tentara muslim. Ketika mengintrogasi Abdullah, raja makin kagum atas kecerdasannya yang terpantul dari jawaban yang keluar dari mulut Abdullah. Maka diajukan tawaran kepada anak muda ini untuk masuk ke agamanya.&lt;br /&gt;“Masuklah ke agamaku, kau akan kubebaskan,” kata raja.&lt;br /&gt;Abdullah tidak segera menjawab. Tapi itu bukan berarti dia ragu atau tertarik dengan iming-iming tersebut. Raja dibuat terkesima dengan jawaban Abdullah. “Apa pun yang akan tuan berikan kepada saya, saya tidak tertarik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sang raja sudah terkesima kepada tawannya itu, ia menambah iming-imingnya. Tidak hanya kebebasan, melainkan bahwa dengan kekuasaan. “Masuklah ke agamaku, kau akan kuberi separu kekuasaanku,” katanya. Dengan ini dia berharp tawannya itu akan tergiur. Namun, Abdullah tetap teguh pada pendirian, ia menolak. “Demi Allah, andaikan seluruh kekuasaanmu kau berikan kepadaku, aku tetap menolak tawaranmu itu,” jawab Abdullah tegas. Merasa tawarannya ditolak mentah-mentah oleh musuh yang sudah tak berdaya itu, dengan jengkel raja berkata, “Kalau begitu, kamu akan aku bunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lakukanlah,” jawab Abdullah mantap. Dia pasrah ke haribaan Allah SWT menghadapi semuanya. Melihat ketenangan Abdullah, raja tetap berusaha agar ia bersedia masuk agamanya. Dicarinya akal untuk menakut-nakuti Abdullah. Setelah berpikir sejenak, raja menyuruh tentaranya menyalib Abdullah dan menghujaninya dengan anak panah. “Namun jangan sampai mengenai badannya,” perintah raja keada tentaranya. Raja ingin tahu ketahanan nyali Abdullah. Ketika anak panah berdesingan di sekitar tubuhya, Abdullah yang dalam kondisi lemah dan pasrah pada kekuasaan Allah, lagi-lagi mendengar bujukan raja romawi agar mau pindah agama. Ia bergeming, “Aku lebih memilih mati menemui Tuhanku daripada menerima agamamu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ketegaran Abdullah, raja memerintahkan agar ia dikembalikan kepenjara. Kali itu ia tidak diberi makan dan minum. Ketika Abdullah benar-benar dalam keadaan kelaparan dan kehausan, disodorkan arak dan daging babi. Namun, meski sebenarnya kedua santapan itu halal bagi orang yang dalam keadaan terpaksa, ia tidak menjamahnya, apalagi menyantapnya. Kepada penjaganya, Abdullah berkata, “Demi Allah, aku tahu arak dan daging babi ini sebenarnya halal bagiku, tetapi aku tidak ingin menyenangkan mereka dengan memakan hidangan itu,” kata Abdullah. Hal itu lantas dilaporkan oleh raja. Raja kemudian mengirimkan perempuan penggoda ke dalam sel Abdullah. Namun ia, yang sudah berusaha setengah mati menggoda Abdullah, juga menyerah. “Aku tidak tahu apakah orang itu manusia atau seenggok batu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya raja benar-benar putus asa. Kemudian ia menghadapkan Abdullah kesebuah tungku perapian yang di atasnya terjerang wajan dengan minyak yang mendidih. Raja memerintahkan tentaranya agar memasukkan seorang tawanan muslim kedalam tungku itu. Hanya dalam waktu singkat badan orang itu lumat dan tulang belulangnya mengambang di permukaan. Sadis sekali! Namun lagi-lagi usaha itu gagal melemahkan keteguhan hati Abdullah agar bersedia murtad. Karena itu, raja memerintahkan agar Abdullah diceburkan kedalam wajan itu. Ketika Abdullah digiring mendekati tungku dan merasakan panasnya api, tampak air mata meleleh di pipinya. Raja yang melihat itu, melihat usahanya akan tercapai, Karena menduga Abdullah ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuklah ke agamaku, tawaranku tetap berlaku bagimu,” kata raja. “Tidak” jawab Abdullah. “kenapa kamu menangis?” Tanya raja. “Aku menangis bukan karena takut,” jawab Abdullah. “Tapi karena aku hanya memiliki satu nyawa sehingga aku langsung mati ketika dimasukkan kedalam wajan itu. Demi Allah, aku ingin memiliki seratus nyawa yang semuanya kugunakan untuk mati dijalan Allah seperti kematian yang akan aku hadapi ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang ini memang sulit aku ditundukan,” kata raja dalam hati. “Dia mempunyai Tuhan, yang menyebabkan hatinya menjadi seperti baja.” Kalau begitu ciumlah keningku , kau akan kubebaskan bersama semua tawanan muslim, kata raja kemudian. Abdullah lalu mencium kening raja. Setelah itu, raja menyuruh membebaskan semua tawanan tentara muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La ilaha Illallah Muhammad Rasulullah, Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-993592562840380468?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/993592562840380468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/abdullah-bin-khudzafah-keimanan-kukuh.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/993592562840380468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/993592562840380468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/abdullah-bin-khudzafah-keimanan-kukuh.html' title='Abdullah bin Khudzafah “Keimanan Kukuh Laksana Baja”'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-1472911354998837889</id><published>2009-11-29T01:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T01:12:34.134-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlul Bayt'/><title type='text'>Ali Zaenal Abidin  “Ahlul Bayt Yang Tersisa”</title><content type='html'>Pada suatu hari, terdengar seseorang menangis seraya menggumamkan kalimat,&lt;b&gt;&lt;i&gt; la ilaha illallah haqqan haqqa. La ilah illallah ta’abudan wa riqqa. La ilaha illallah imanan wa shidqa…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (“Tidak ada tuhan kecuali Allah, yang sebenar-benarnya, dengan penuh penghambaan dan kelembutan hati. Tidak ada tuhan kecuali Allah, dengan keimanan dan ketulusan.”). Ya Sayyiidi, kata seseorang dari belakang menegur, “apakah belum juga datang waktunya dukamu berhenti dan tangismu berkurang?”,“Bagaimana engkau ini, Yaqub bin Ishaq adalah nabi dan putra nabi. Ia punya dua belas putra. Seorang diantara mereka menghilang dan Yaqub menderita. Matanya buta karena sering menangis dan rambutnya beruban. Padahal, anak yang ditangisinya masih hidup di dunia. Aku melihat ayahku, saudaraku, dan tujuh belas saudaraku dibantai didepanku. Mungkinkah hilang dukaku dan berkurang tangisku?” jawabnya, seraya kembali bersujud melafalkan asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah laki-laki itu? Tak lain adalah Sayyidina Ali bin Husain yang lebih dikenal dengan julukannya, Ali Zaenal Abidin. Ia adalah cicit Rasulullah SAW, satu-satunya keturunan Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib yang selamat dalam peristiwa Karbala, Irak, 10 Muharram 61 H (680M). Kala itu, usianya masih belia, 11 tahun dan sedang sakit keras. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana keluarganya dibantai dengan sadis oleh tentara Yazid bin Muawiyah, khalifah Bani Umayyah. Tunas muda keturunan Rasulullah SAW pun berguguran, yang tersisa hanya kaum hawa dan anak-anak. Pakaian mereka penuh dengan darh para syuhada, sementara pakian penutup wajah mereka compang-camping direnggut tentara musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia teringat, sore itu, tepatnya hari senin, pada saat matahari padang pasir Karbala yang garang mulai terbenam. Mata lembut ayahnya, Sayyidina Husain, memandangnya. Syuhada itu lalu berkata, “Anakku, sesungguhnya segala urusan kembali kepada Allah Yang Mahabesar. Semua yang hidup akan menempuh jalan sepertiku.” Hatinya serasa disayat sembilu. Ingin rasanya ikut berjuang menghalau tentara Bani Umayyah yang sedang mengepung mereka berhari-hari. Ingin rasanya menghapus dahaga yang menyrang rombongannya, karena sumber air sungai Furat, dikuasai tentara lawan. Tapi, apa daya, tubunya lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga teringat saat bibinya, Sayyidh Zainab, berkata kepada ayahnya: “Wahai saudaraku, sejelek-jelek kehidupan adalah hari ini. Pada hari ini, wafatlah kakekku: Al-Musthafa SAW, ibuku: Fatimah RA, ayahku: Ali RA, dan kakaku: hasan RA.” Dengan lembut ayahnya mengingatkan, “Adikku, jangan sampai setan menghilangkan kesabaranmu.” Lalu bibinya jatuh pingsan. Ayahnya segera mendekat dan menuangkan air di wajah bibinya sampai sadar kembali. Takutlah kepada Allah, wahai adikku. Bersabarlah, ketahuilh bahwa semua penghuni bumi akan mati. Segela sesuatu akan binasa, kecuali Allah SWT. Kakekku, ayahku, ibuku dan saudaraku semuanya telah wafat. Kakekku lebih baik daripada aku. Ayahku lebih baik daripada aku. Ibuku lebih baik daripada aku. Saudaraku lebih baik daripada aku. Mereka semua lebih bik daripada aku. Rasulullah SAW adalah teladan bagiku, bagi mereka, dan bagi setiap muslim. Maka, jangan sampai setan melenyapkan kesabaranmu,” kat Sayyidina Husain menghibur hati adik perempuannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, yakinlah Ali Zaenal Abidin bahwa ayah yang sangat ia cintai dan hormati telah bertekad bulat untuk memperoleh syahid sebentar lagi. Benar saja, tak berapa lama Ali mendengar, ayahnya, juga saudara kandungnya, Abdullah bin Husain, serta banyak kaum muslimin dalam rombongannya, telah syahid. Jantungnya berdegup kencang. Lebih-lebih lagi saat ia mendengar betapa pasukan Ibnu Ziyad membunuh orang-orang yang dikasihinya. Mereka membidik tubuh Abdullah bin Husain, saudara kandungnya, dengan panah saat hendak menciduk air Sungai Furat untuk melepas dahaga yang menyiksanya. Abdullah tewas tepat di hadapan ayahnya, Sayyidina Husain. Begitu pula sang ayah, dibunuh dengan cara yang tak kalah kejamnya. Pipinya dipanah hingga berlumuran darah saat hendak meraih air minum. Kemudian, tubuhnya ditusuk dengan pedang, hingga akhirnya tentara musuh bernama Syammar bin Ziljausan menyergap dan memenggal leher orang yang sangat dikasihi Rasulullah SAW itu hinnga putus. Belum puas, tentara musuh itu membantai tubuh yang sudah tak bernyawa itu beramai-ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Ali Zaenal Abidin mengalir deras. Nafasnya memburu. Jantungnya pun berdegup makin cepat. Ia tak menyangka sungguh biadab perbuatan pasukan yang diperintahkan oleh penguasa Bani Ummayah, Yazid bin Muawiyah itu. Mereka membantai keluarga Rasulullah SAW dan pengikutnya tanpa welas asih. Ia sendiri nyaris terbunuh, kalau saja bibinya tidak menghalangi pasukan musuh yang sudah siap menghunuskan pedang tepat di jantungnya. Dengan susah payah, Ali meminta kepada bibinya untuk dibekali tongkat dan pedang, agar bisa membela ayahnya dan gugur bersamanya. Ia butuh tongkat untuk bersandar dan pedang untuk berperang. Namun, sang bibi mencegah dengan alasan sakit yang dideritanya sangat parah. Itulah cara Allah SWT menyelamatkan nyawa Ali dan memelihara keturunan Sayyidina Husain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kehidupan Ali memang sangat menakjubkan. Sejak kecil sudah menanggung beban hidup yang berat. Lhir pada hari Kamis, 5 Syaban, 38 H (659 M), pada masa pemerintahan kakeknya, Ali bin Abi Thalib, dari rahim putrid Khosru Yasdajird II dari Dinasti Sasanid II di Persia (sekarang Iran) yang dibawa oleh pasukan muslim ke Madinah setelah mereka membebaskan Persia dari bangsa Romawi. Ibunya wafat beberapa hari setelah melahirkannya karena sakit panas sewaktu nifas. Oleh keluarganya, ia dipanggil Ali Asghar, karena dua saudaranya yang lain juga bernama Ali. Masing-masing mempunyai panggilan sendiri, yaitu Ali Akbar dan Ali Ausath. Saudaranya yang lain bernama Abdullah dan tiga saudarinya ialah Zaenab, Sakinah, dan Fatimah. Semua saudaranya terbunuh, kecuali dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Ali sudah belajar berbagai macam ilmu. Ia menghafalkan dan mempelajari Al-Quran, hadits, dan fiqih kepada ayahnya, serta para sahabat Rasulullah SAW dan tabi’in lain. Ia belajar dari mereka, ia juga menukil ilmu dari istri-istri buyutnya, Rasulullah SAW, yaitu Shafiyah, Aisyah, dan Ummu Salamah. Ia menapaki jalan para imam dengan cepat. Dn kelak para ulama merujuk kepadanya dalam hal pendapat dan ijtihad, dalam menguatkan dan menshahihkan suatu pendapat, karena banayaknya apa yang didengar, dihafal, dipikirkan dan disimpulkan oleh Ali Zaenal Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertempuran Karbala usai, pasukan musuh lalu menggiring Ali bin Husain dan rombongan ke Kufah sebagai tawanan. Mereka, yang terdiri atas wanita dan anak-anak, termaksud dirinya yang masih berusia 11 tahun, dalam keadaan terbelenggu rantai. Mereka menghadapkan Ali Zaenal Abidin yang masih keadaan terbelenggu ke hadapan Gubernur Kufah, Ubaidillah bi Ziyad, ibnu Ziyad bertanya,&lt;br /&gt;“Siapa namamu?”&lt;br /&gt;“Aku Ali bin Husain.”&lt;br /&gt;“Bukankah Allah telah membinasakan Ali bin Husain?”&lt;br /&gt;“Saya mempunyai saudara bernama Ali juga. Ia telah dibunuh orang,” jawab Ali dengan berani.&lt;br /&gt;“Allah yang telah membinasakannya,” kata Ibnu Ziyad.&lt;br /&gt;Alai menjawab dengan kalimat Al-Quran, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan ijin Allah.”&lt;br /&gt;Ibnu Ziyad menimpalinya dengan sangat marah, “Engkau berani menjawab ucapanku? Demi Allah, engkau akan seperti mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibnu Ziyad memerintahkan agar Ali dibunuh. Namun, Sayyidah Zainb segera memeluk dan melindunginya,seraya berkata kepada Ibnu Ziyad, “Wahai Ibnu Ziyad, cukup sudah keluarga kami yang kau bunuh! Bukanlah engkau telah meminum darah kami? Demi Allah, aku tidak akan melepaskannya. Jika engkau membunuhnya, bunuhlah pula akau!” Ibnu Ziyad pun mundur dan merasa keder. Lalu ia berkata, “Biarkanlah anak itu untuknya. Sungguh mengherankan ikatan kekeluargaan itu! Aku benar-benar merasa bahwa ia memang ingin aku bunuh bersama kemenakannya itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ali bin Husain bersama rombongannya digiring ke Damaskus, tempat kedudukan penguasa Bani Ummayah, Yazid bin Muawiyah. Bersama para tawanan itu, terdapat kepala Sayyidina Husain dan kepala para syahid yang lain. Di hadapan Yazid, kepala-kepala itu di letakkan, termasuk kepala Sayyidina Husain. Kemudian masuklah Ali dalam keadaan terbelenggu bersama tawanan lain. “Wahai Ali, sesungguhnya ayhmu telah memutuskan hubungan denganku, tidak mengetahui hakku, dan menentang kekuasaanku, sehingga Allah berbuat terhadapnya sebagaimana yng engkau lihat,” kata Yazid bin Muawiyah kepada Ali bin Husain. Ali kemudian menjawab dengan kalimat yang ada dalam Al-Quran, “Tiada suatu bencna pun  yang menimpa dibumi dan pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan juga bahwa pada suatu hari,Yazid duduk bersama Ali dalam masjid untuk melakukan shalat. Muadzin bangkit mengumandangkan adzan . ketika muadzin mengatakan, “Allahu Akbar,” Ali mengulanginya Allahu Akbar. Yazid pun tak ketinggalan mengulanginya. Lalu muadzin mengatakan, “Asyhadu an la Illaha Illalah,” Ali mengulanginya, dan Yazid mengikuti sesudahnya. Kemudian muadzin berkata, “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah,” Ali mengulanginya, begitu pula Yazid. Ali menengok ke arah Yazid dan bertanya, “Siapa Muhammad Rasulullah?” Yazid merasa heran dengan pertanyaan itu. Ia menjawab, ia kakekmu. “Jika engkau tahu ia kakeku, mengapa engkau bunuh keturunannya?” Yazid tidak merasa senang dengan pertanyaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah mengatakan bahwa Ali dalam keadaan dirantai masuk bersama para tawanan ke tempat Yazid bin Muawiyah, di istana Khalifah di Damaskus, di Majelis Yazid terdapat utusan Raja Romawi. Utusan itu bertanya, “Siapa para tawanan itu?”&lt;br /&gt;Mereka adalah wanita-wanita keluarga Husain dan putrid-putri Rasulullah SAW. Yang dibelenggu adalah putra Husain, Ali. Utusan itu pun berkata terheran-heran, “Di tempat kami, dalam sebuah lemari di dalam biara, terdapat kuku keledai Isa bin Maryam. Setiap tahun kami menuju kesana. Orang-orang mendatanginya dari berbagai daerah. Mereka mengagungkannya sebagaimana kalian mengagungkan Ka’bah. Bagaiman mungkin kalian melakukan hal ini terhadap keluarga Rasulullah? Bagaimana mungkin kalian membunuh Husain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di padang Karbala, gerbang menuju kota Kufah, orang-orang yang dikasihi Ali Asghar bergugurn. Yang tertinggal menjadi tawanan penguasa Bani Ummayah dan digiring ke kota Madinah. Di kota Nabi SAW inilah, Ali Asghar yang masih belia itu mencoba kembali menata hidupnya, walau tidak pernah bisa melupakan sedikit pun peristiwa yang memorak-porandakan keluarganya. Jika terkenang, air matanya mengalir deras. Ia pun tersungkur, bersujud kepada Sang Pemilik Alam. Ali memasrahkan semua kepada-Nya. Tak setitik pun ia menyimpan dalam hati. Namun sebaliknya, ia justru menghadapi dendam politik Bani Ummayah yang tiada berkesudahan, hingga suatu hari nanti, ia pun terbunuh dengan racun yang diumpankan orang-orng keturunan Muawwiyah bin Abi Sofyan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-1472911354998837889?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/1472911354998837889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ali-zaenal-abidin-ahlul-bayt-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1472911354998837889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1472911354998837889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ali-zaenal-abidin-ahlul-bayt-yang.html' title='Ali Zaenal Abidin  “Ahlul Bayt Yang Tersisa”'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-5576957872855821204</id><published>2009-11-28T06:57:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T06:57:31.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Oh Bayiku</title><content type='html'>Bu Mina sedang hamil tua, ia sedang berjalan tertatih-tatih disebuah jalan, seraya selalu terbebani oleh kandungannya yang sudah besar, kemanapun ia melangkahkan kakinya, ia dibebani oleh kandungannya, dijalan, dirumah, berdiri, duduk bahkan tidurpun ia selalu terganggu oleh perutnya, hanya satu harapan yang selalu menghiburnya siang dan malam, "aku akan mendapatkan seorang anak yang akan menjadi kebanggaanku kelak", tak ada seorang ibu yang tidak bercita-cita seperti ini, iapun terus bersabar menahan segala penderitaan yang menimpanya, hingga saat-saat melahirkan pun tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu hujan turun dengan derasnya, Bu Mina merasakan bahwa kandungannya akan segera lahir, suaminya, Imron berlari dikegelapan malam mencari bidan yang rumahnya agak jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki, tiada yang mendorongnya untuk berlari di derasnya hujan selain keselamatan bayinya, kalau ia harus melewati lautan api pun akan ditempuhnya asalkan bayinya selamat, ia pun sampai dirumah bidan yang sudah terlelap tidur, ia memaksa bidan untuk mau menolong istrinya, ia rela mengorbankan semua hartanya asalkan bidan mau menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidan itu dengan enggan mengikuti Imron kerumahnya, ia melayani bidan itu lebih dari pelayanan seorang ajudan terhadap rajanya, ia memayungi bidan seakan-akan jangan sampai setetes pun air hujan membasahi tubuh sang bidan, dengan penuh cemas kalau-kalau sang bidan berubah pikiran untuk membatalkan niatnya, dibiarkannya tubuh yang basah kuyup oleh derasnya hujan, mungkin apabila air hujan itu berupa batu sekali pun ia tak akan memperdulikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka tiba ditujuan, bidan pun menyiapkan segala sesuatunya sementara Bu Mina sudah menjerit jerit menahan sakit. Waktupun berjalan dengan lambatnya, sang suami bercucuran keringat dingin menunggu keadaan yang sangat kritis, terlintas dalam pikirannya betapa indahnya kalau kepedihan sang istri dipindahkan kepadanya. Tak lama terdengarlah tangis seorang bayi yang melengking memecah kesunyian malam yang baru saja reda dari hujan lebat, tak lama bidanpun keluar memeluk sesosok bayi mungil yang masih merah, sementara sang ibu masih tak sadarkan diri, Imron menangis sambil memeluk bayi mungilnya, iapun menghadapkan dirinya kekiblat, lalu mendekatkan mulutnya ketelinga sang bayi, &lt;b&gt;"Allahu Akbar.. Allahu&lt;br /&gt;Akbar, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.., Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu anna Muhammadurrasulullah..", &lt;/b&gt;ia mengadzankan bayinya sambil bercucuran air mata kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi mungil itu terus diasuh oleh ibunya tanpa mengenal waktu, sang ibu mengatur segala-galanya demi kesehatan bayinya, mengatur kapan waktu bayi itu dimandikan, dengan air yang tak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, mengatur waktu agar bayi itu terkena matahari dipagi hari, memakaikan pakaiannya, membersihkan tubuhnya, membedakinya, dan segala-galanya lebih dari perhatiannya pada dirinya sendiri, dengan penuh kasih sayang. Sepasang suami istri itu terus mengayomi anak mereka tanpa mengenal bosan, seringkali sang bayi mengganggu tidur mereka, tapi itu semua tidak mengurangi kasih sayang mereka, Mereka menuntunnya berbicara, mengenal nama-nama benda, menuntunnya berjalan, dan mengajarinya semua perilaku kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu sudah kehilangan waktu untuk merias dirinya, sang ayahpun lupa waktu dalam bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan bayinya. Anak merekapun tumbuh semakin besar, tidaklah sang ayah pergi meninggalkan rumah terkecuali terbayang canda anaknya dirumah, Waktupun berjalan dengan singkatnya. Seorang lelaki tua terbaring disebuah ranjang, ia tersengal sengal menahan detik-detik sakratulmaut, disampingnya duduklah seorang pemuda berambut gondrong dengan perawakan kusam tanpa cahaya keimanan, pemuda itu tak tahu harus berbuat apa atas ayahnya yang sudah di pintu kematiannya, lelaki tua itu hanya memandangi anaknya tanpa mampu berucap apa-apa, pikirannya melayang beberapa puluh tahun yang silam, saat ia berlari-lari ditengah derasnya hujan dikegelapan malam, ia teringat ketika ia berteriak-teriak mengucapkan salam dirumah sang bidan sambil berharap sang bidan mau membantunya, ia teringat pada saat ia mencucurkan airmata kegembiraan dengan memeluk bayi mungilnya, ia teringat tatkala ia mendekap bayi mungilnya, lalu mengadzankan sikecil, lalu menidurkan bayinya dengan senandung kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bayi mungil itu berubah menjadi pemuda gondrong berwajah kusam dan gelap dari cahaya hidayah seakan akan ia ingin berkata.., "Tak kusangka… tak kusangka.., bayi mungilku yang dulu kuadzankan dan kutimang akan seperti ini..., aku tidak mengharapkan apa-apa darimu nak.., tapi bantulah ayah yang kini sedang dipintu kematian", betapa hancur dan pilunya sang ayah yang harus menerima kepahitan hidup yang paling pedih.., menemui kematian dengan meninggalkan anak yang tidak mengenal keimanan, lelaki tua itupun menemui kematiannya dengan menyedihkan, dengan seribu kekecewaan yang terus akan menemaninya dikuburnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari itu seorang ibu setengah baya sedang duduk diberanda rumahnya&lt;br /&gt;memandangi kedatangan seorang pemuda berbaju putih dengan sarung dan peci yang masih dibasahi air wudhu sambil membawakan terompah ibunya dan menaruhnya dikaki sang ibu, seraya mencium tangan ibunya dan berkata "saya ngaji dulu bu" lalu berlari terburu-buru dan hilang dikegelapan malam, tangan sang ibu masih dibasahi bekas air wudhu anaknya, ibu itu memandangi kepergian anaknya sambil termenung, Segala puji bagimu wahai Allah, aku ridho terhadap anakku, limpahkan kasih saying Mu atasnya.., tanpa terasa ibu itu mencucurkan airmata kegembiraan melihat keadaan anaknya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka turunlah limpahan rahmat dari Yang Maha Agung terhadap pemuda itu, terhadap ibunya dan ayahnya, mereka terus dinaungi kasih sayang Nya hingga mereka satu persatu dipanggil ke hadapan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Termasuk sosok anak yang manakah dirimu wahai pembaca....?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-5576957872855821204?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/5576957872855821204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/oh-bayiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/5576957872855821204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/5576957872855821204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/oh-bayiku.html' title='Oh Bayiku'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-6306822361748546607</id><published>2009-11-28T06:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T06:38:04.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>MUNAJAT DALAM KEGELAPAN</title><content type='html'>Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan, sanubariku meraung menahan sakitnya benturan-benturan permasalahan yang bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih-menindih membuatku roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yang mengerikan, telingaku mendengar suara-suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yang kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kuperbuat ? Aku tidak tahu, semua jalan keluar yang kutempuh tertutup rapat, semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup sendiri di alam ini. Aku rebah terhenyak, tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. &lt;b&gt;“WA NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU’MININ..”&lt;/b&gt; Aku tersentak kaget.. ah.. Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“DAN DIA (Yunus) MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN  DAN DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN”&lt;/b&gt; (Al Anbiya 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yang menimpa Nabiyullah Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak didalam perut hewan itu,  betapa busuknya, betapa gelapnya, betapa sempit dan kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada kedalaman Samudera raya. Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun, namun cerita ini dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yang terbenamkan dalam pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yang mendengar panggilannya? Saat itu memang sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan selain Nya, maka Dia menceritakannya dengan indah : “Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan..”, kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yang terpekat, “Ia memangil-manggil Ku dalam kegelapan. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau, sungguh aku dari kelompok hamba yang dhalim..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana Hadits Qudsiy yang berbunyi : &lt;b&gt;“Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa yang mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya dengan “Laa ilaaha illan anta” Tiada Tuhan selain Engkau. Lalu Yunus meneruskan doanya dengan mensucikan Allah.. bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh sekalian Alam. Dan Dia pula telah berfirman : &lt;b&gt;“KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus) ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau.. Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yang dhalim.. (Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu, mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN.. Ah.. betapa tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yang ditelan hewan raksasa lalu dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya, Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini.. Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah.. tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus.., siapakah aku hingga akan pula akan ditolong Allah?, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU’MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan orang orang yang mukmin. Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu.. Kau simpan rahasia kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari takdir kelembutan yang memutus rantai rantai takdir Mu yang mencekik dan menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi Mu saw, “Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa”. Hanya doa dan rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini.. Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah,&lt;br /&gt;Demi orang orang yang bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki sanubari luhur yang menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi berjuta telapak tangan yang telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa Yunus ketika didalam perut hewan raksasa di dasar Samudera.. Yang sebab doanya lah kau bukakan Rahasia pertolongan Mu, dan demi Keteguhan Ibrahim as yang membuat api Namrud menjadi tunduk dan dingin.. dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yang merupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta,&lt;br /&gt;bebaskan Aku dari segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan yang membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yang membuatku ditelan oleh dosa dan merangkak diperut dosa yang penuh dengan busuknya bangkai kehinaan dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yang merangkak diperut dosa.. ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan.. memanggil manggil Nama Agung Mu.. memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa.. selamatkan aku dari segala kesulitan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada Tuhan Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih Tuhan Lain selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku Yang Maha Tunggal.. Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy. . hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini sebagaimana Ibu yang menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy.. Rabbiy.. Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu.. namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu? Demi Keluhuran Muhammad saw.. Demi Munajat Muhammad saw.. Demi Keindahan Muhammad saw.. Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad saw.. Demi Syafaat Muhammad saw.. Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu Tuhan sekalian Alam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua,&lt;br /&gt;Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-6306822361748546607?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/6306822361748546607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/munajat-dalam-kegelapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/6306822361748546607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/6306822361748546607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/munajat-dalam-kegelapan.html' title='MUNAJAT DALAM KEGELAPAN'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-3859014198452906206</id><published>2009-11-28T05:47:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T05:47:44.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Debat'/><title type='text'>KETUHANAN YESUS LOGISKAH??</title><content type='html'>Perdebatan ini bermula dari kedatangan Antonius Widuri dan kawannya, Markan, menemui Kiai Bahaudin pada tanggal 9 Maret 1970 di Sumenep, Madura. Antonius sengaja ingin bertemu, Karena sejak lama keinginan untuk membandingkan masalah ketuhanan dalam agama Kristen dan Islam. Dialog berlangsung  dengan serius dan intensif antara keduanya, disaksikan oleh Markan dan yang lainnya, selama sembilan malam berturut-turut. Yang akhirnya pada tanggal 18 Maret, atas hidayah Allah, Antonius Widuri, yang telah terpuaskan batinnya dalam menghadapi berbagai keraguan yang sebelumnya menguasai dirinya, menyatakan diri memeluk agama Islam. Dialog ini pun dibukukan dengan judul &lt;b&gt;Dialog Ketuhanan Yesus&lt;/b&gt;, penulisnya K.H. Bahaudin Mudhary sendiri. Buku tersebut laris, hingga 2001 telah dicetak hingga tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H. bahaudin Mudhary lahir di Sumenep, Madura, tanggal 23 April 1920, berpulang ke rahmatullah Desember 1979 di Surabaya. Ia putra dari K.H. Ahmad Sufhansa Mudhary. Meskipun ia tak pernah menempuh pendidikan pesantren, penguasaan ilmu-ilmu agamanya tak diragukan. Rahasia kedalaman ulama ahli metafisika yang dianugrahi kasyf ini tampaknya berkaitan dengan kesungguhannya melakukan shalat malam. Hidupnya didarmabatikan untuk pendidikan dan dakwah Islam. Sedangkan Antonius Widuri, yang kemudian bernama Antonius Muslim Widuri, ketika dialog berlangsung adalah seorang akuntan. Ia berasal dari Yogyakarta, beragama Katolik sejak kecil, berasal dari keluarga Katolik Roma yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami kutipkan beberapa bagian buku itu (Yang bercetak tebal miring Kiai Bahaudin Mudhary, yang biasa Antonius Widuri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketuhanan Yesus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa alasan Saudara bahwa Yesus merupakan anak Tuhan?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Dalam Matius pasal 3 ayat 17 disebutkan demikian, “Maka suatu suara dari langit mengatakan, ‘Inilah anak-Ku yang Kukasihi. Kepadanya Aku berkenan’.” Juga Lukas pasal 4 ayat 41 menyebutkan bahwa Yesus itu anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalau begitu, silakan buka Matius pasal 5 ayat 9. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Baik. Pasal dan ayat itu menyebutkan, “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan anak Allah itu ialah orang yang dihormati seperti nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga, jadi bukan Yesus saja anak Allah, tetapi banyak sekali. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Dalam Yohanes pasal 14 ayat 9 disebutkan, “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa.” Dan di ayat 10 dikatakan , “Tidakkah engkau percaya bahwa Aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun didalam Aku ? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal didalam Aku. Ia mengatakan segala perbuatan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Baiklah. Silakan Saudara periksa Yohanes pasal 17 ayat 23. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Baik. Di pasal itu disebutkan, “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau didalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perhatikanlah, di ayat ini ada kalimat, “Aku di dalam mereka.” Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan Aku ialah Yesus. Jadi kalimat “Aku beserta mereka” artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Jika seseorang mempercayai kesatuan Yesus dengan Bapa, ia harus percaya tentang kesatuan Bapa dengan semua sahabat Yesus yang berjumalah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Roh Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi, ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan, bukan hanya Tritunggal, tapi 15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut, yang manakah yang benar: Tiga menjadi Tunggal ataukah 15 menjadi Tunggal? Ayat yang manakah yang akan Saudara yakini, yang Tiga menjadi Tunggal ataukah yang 15 itu? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Masih adakah ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan Tiga menjadi Satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Silakan buka ulangan pasal 4 ayat 35. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Baik, di pasal dan ayat itu disebutkan, “Maka kepadamulah ia ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan selain Tuhan yang Esa tiada yang lain lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jelas Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Tetapi itu didalam Kitab Perjanjian Lama, apakah juga terdapat di Perjanjian Baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saudara minta di Perjanjian Baru. Baiklah. Silakan Saudara buka Markus pasal 12 ayat 29. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Baik. Di pasal dan ayat itu disebutkan, “Maka jawab Yesus kepadanya: Hukum yang terutama ialah, ‘Dengarlah olehmu, wahai Israil, adapun Allah, Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Bible sendiri, yang menjadi kitab suci orang Kristen, menyebutkan dengan nyata bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Seandainya di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, akan timbul pertanyaan: Yang mana diantara kedua ayat itu yang benar? Yang Tunggalkah atau yang Tiga menjadi tunggal? Salah satu dari ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, kandungan kitab suci itu ada yang salah, jadi bukan kitab suci namanya. Karena, yang di sebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan. Kalau tidak demikian, batallah kesucian kitab itu. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kontradiksi Ayat Bibel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan Saudara yang akan disampaikan kepada saya? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dan ayat yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu dicampuri oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Silakan Saudara periksa di Yohanes pasal 1 ayat 18. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Pasal dan ayat ini menybutkan, “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang jua pun; tetapi Anak yang tunggal yang di atas pangkuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bagaiman menurut tafsiran Saudara susunan ayat ini? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ayat ini menunjukan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapa pun juga, melainkan hanya Yesus yang pernah melihat-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalau begitu silakan Saudara periksa di kitab “Kejadian” pasal 18 ayat 1. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Di situ disebutkan, “Hatta, setelah itu kelihatanlah Tuhan oleh Ibrahim hampir dekat hutan pohon jati Mamre tatkala duduk dipintu kemah ketika hari panas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Nah, disini Saudara membuktikan sendiri perselisihan dua ayat ini. Ayat yang satu menyebutkan Tuhan hanya dilihat oleh Yesus, tidak seorang yang lain yang melihat-Nya. Sedangkan di ayat lain disebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan? Yang manakah yang benar di antara dua ayat ini? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, saya mengakui memang tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Silakan periksa lagi di kitab “Kejadian” pasal 32 ayat 30. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Di situ disebutkan, “Maka dinamai oleh Yaqub tempat itu pniel karena katanya,’Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perhatikanlah. Satu ayat menyebutkan tidak seorang pun melihat Tuhan kecuali Yesus. Ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Ayat yang lain lagi menyebutkan bahwa Yaqub melihat Tuhan, malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar di antara ketiga ayat tersebut? Mustahil benar semuanya, Karena jelas sekali ayat-ayat itu berselisih satu sama lain. Kalau dikatakan salah satu dari ayat-ayat itu yang benar, yang dua ayat lagi tentunya salah semuanya.pantaskah kitab suci mengandung ayat-ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, apakah kitab itu dapat dipertahankan ksuciannya? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dosa Warisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Betulkah, menurut kepercayaan Kristen, anak-cucu Adam dan Hawa dari sejak lahir sudah membawa dosa? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Betul begitu. Karena Adam dan Hawa berdosa, cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya? Mestinya setiap manusia memikul dosanya sendiri, bukan dosa orang lain. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia sejak dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima dosa warisan dari dosanya Adam dan Hawa. Karena itu, kedatangan Yesus adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalau keterangan Saudara benar dalam ajaran Kristen, silahkan Saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Pasal dan ayat itu menyebutkan, “Orang berbuat dosa, ia juga akan mati; maka anak tidak akan menanggung kesalahan bapaknya, dan bapak pun tidak akan menanggung kesalahan anak-anaknya. Kebenaran orang yang benar akan tergantung kepadanya, dan kejahatan orang fasik akan tergantung kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jelas Bibel sendiri yang menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik dan buruk, tidak boleh dibebankan atu diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Kata orangtua saya, sejak umur tiga bulan saya dibawa ke gereja dan di sana dibaptis karena setiap manusia sejak lahir membawa dosa Adam dan Hawa yang disebut dosa waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah perbuatan itu berdasarkan kitab Bibel? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Saya berkeyakinan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya mati tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya membawa dosa Adam dan Hawa. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, mestinya demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Periksa di Matius pasal 19 ayt 14. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Pasal dan ayat itu menyebutkan, “Tetapi kata Yesus, ‘biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarang mereka datang kepadaku, Karena orang yang sama seperti inilah yang mempunyai kerajaan surga’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perhatikanlah, di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata bahwa ia mengakui kesucian kanak-kanak. Mereka belum mengakui penyaliban Yesus dan juga belum dibaptis, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri, kanak-kanak tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadi, masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, betul demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerasulan Muhammad SAW&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saudara tentu pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidk tahu tulis dan baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapa pun,tidak pernah berguru, dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, dari siapakah atau darimanakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad menerangkan perihal asal kejadian manusia dari segi ilmu anatomi, ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam, ssampai kepada ruhaniahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam, dan soal-soal keruhanian, kalau bukan wahyu dari Tuhan, Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Coba saudara sebutkan mnam-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku menjadi nabi dan menerima wahyu dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan Negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut ratusan juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang Saudara maksudkan itu. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Memang tidak ada. Baiklah saya tanyakan: Kalau saudara berpegang dengan keterangan Saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan nabi dan rasul, karena dada juga orang yang buta huruf menjadi orang yang besar, kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa ayah dan dipenuhi juga dengan Roh Kudus, selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam Bibel, mengapa Saudara keberatan untuk mengakui Nabi Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul, sedangkan kepada yesus, Saudara tidak keberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat melakukannya? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Keterangan Bapak adalah baik dan memuaskan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah, menurut Saudara, Nabi Muhammad keliru dalam menyampaikan ayat-ayat Al-Quran? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Tidak. Bapak telah menerangkan dari segi ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadi, saudara mengakui Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;     Ya, saya mengakui, karena beliau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mereka yang masih diluar agama Islam semoga cepat diberi hidayah oleh Allah, karena hidayah itu semata-mata hanya milik Allah. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-3859014198452906206?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/3859014198452906206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ketuhanan-yesus-logiskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/3859014198452906206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/3859014198452906206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ketuhanan-yesus-logiskah.html' title='KETUHANAN YESUS LOGISKAH??'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-4484161674238597626</id><published>2009-11-27T07:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T07:25:54.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tentang Bid'ah</title><content type='html'>Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.&lt;br /&gt;Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan&lt;br /&gt;tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat&lt;br /&gt;buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang&lt;br /&gt;mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat&lt;br /&gt;buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang&lt;br /&gt;mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits&lt;br /&gt;no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi&lt;br /&gt;Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan&lt;br /&gt;makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila&lt;br /&gt;kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas&lt;br /&gt;islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik&lt;br /&gt;ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi&lt;br /&gt;ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian&lt;br /&gt;ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang baru&lt;br /&gt;demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentuk&lt;br /&gt;kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilah&lt;br /&gt;makna ayat :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM…”&lt;/b&gt;, yang artinya “hari ini Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan&lt;br /&gt;bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi&lt;br /&gt;memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam&lt;br /&gt;kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya&lt;br /&gt;islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila yang dimaksud adalah tidak ada lagi penambahan, maka pendapat itu salah,&lt;br /&gt;karena setelah ayat ini masih ada banyak ayat ayat lain turun, masalah hutang dll,&lt;br /&gt;berkata para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah Almukarramah sebelumnya&lt;br /&gt;selalu masih dimasuki orang musyrik mengikuti hajinya orang muslim, mulai kejadian&lt;br /&gt;turunnya ayat ini maka Musyrikin tidak lagi masuk masjidil haram, maka membuat&lt;br /&gt;kebiasaan baru yang baik boleh boleh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentunya bukan membuat agama baru atau syariat baru yang bertentangan&lt;br /&gt;dengan syariah dan sunnah Rasul saw, atau menghalalkan apa apa yang sudah&lt;br /&gt;diharamkan oleh Rasul saw atau sebaliknya, inilah makna hadits beliau saw :&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membuat buat hal baru yang berupa keburukan...dst”, inilah yang&lt;br /&gt;disebut Bid’ah Dhalalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau saw telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman akan berkembang, maka&lt;br /&gt;beliau saw memperbolehkannya (hal yang baru berupa kebaikan), menganjurkannya&lt;br /&gt;dan menyemangati kita untuk memperbuatnya, agar ummat tidak tercekik dengan hal&lt;br /&gt;yang ada dizaman kehidupan beliau saw saja, dan beliau saw telah pula mengingatkan&lt;br /&gt;agar jangan membuat buat hal yang buruk (Bid’ah dhalalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini adalah khusus untuk sedekah&lt;br /&gt;saja, maka tentu ini adalah pendapat mereka yang dangkal dalam pemahaman&lt;br /&gt;syariah, karena hadits diatas jelas jelas tak menyebutkan pembatasan hanya untuk&lt;br /&gt;sedekah saja, terbukti dengan perbuatan bid’ah hasanah oleh para Sahabat dan&lt;br /&gt;Tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapakah yang pertama memulai Bid’ah hasanah setelah&lt;br /&gt;wafatnya Rasul saw?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi pembunuhan besar besaran atas para sahabat (Ahlul yamaamah) yang&lt;br /&gt;mereka itu para Huffadh (yang hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah&lt;br /&gt;Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :&lt;br /&gt;“Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas&lt;br /&gt;ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an,&lt;br /&gt;lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis&lt;br /&gt;Alqur’an, aku berkata : Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh&lt;br /&gt;Rasulullah..?, maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan&lt;br /&gt;dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan&lt;br /&gt;dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd)&lt;br /&gt;adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau&lt;br /&gt;telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah&lt;br /&gt;Alqur’an..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung&lt;br /&gt;daripada gunung gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan&lt;br /&gt;Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah&lt;br /&gt;saw?”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga&lt;br /&gt;iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku&lt;br /&gt;sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih&lt;br /&gt;Bukhari hadits no.4402 dan 6768).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan konteks diatas Abubakar shiddiq ra mengakui&lt;br /&gt;dengan ucapannya : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku&lt;br /&gt;sependapat dengan Umar”, hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah)&lt;br /&gt;yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya alqur’an belum dikumpulkan&lt;br /&gt;menjadi satu buku, tapi terpisah pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit&lt;br /&gt;onta, di tembok, dihafal dll, ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang&lt;br /&gt;memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan (menghilangkan) Bid’ah hasanah&lt;br /&gt;mengenai semua bid’ah adalah kesesatan, diriwayatkan bahwa Rasul saw selepas&lt;br /&gt;melakukan shalat subuh beliau saw menghadap kami dan menyampaikan ceramah&lt;br /&gt;yang membuat hati berguncang, dan membuat airmata mengalir.., maka kami berkata :&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah.. seakan akan ini adalah wasiat untuk perpisahan…, maka beri&lt;br /&gt;wasiatlah kami..” maka rasul saw bersabda : “Kuwasiatkan kalian untuk bertakwa&lt;br /&gt;kepada Allah, mendengarkan dan taatlah walaupun kalian dipimpin oleh seorang&lt;br /&gt;Budak afrika, sungguh diantara kalian yang berumur panjang akan melihat sangat&lt;br /&gt;banyak ikhtilaf perbedaan pendapat, maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan&lt;br /&gt;sunnah khulafa’urrasyidin yang mereka itu pembawa petunjuk, gigitlah kuat kuat&lt;br /&gt;dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk kesungguhan), dan hati hatilah dengan hal&lt;br /&gt;hal yang baru, sungguh semua yang Bid;ah itu adalah kesesatan”. (Mustadrak&lt;br /&gt;Alasshahihain hadits no.329).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa Rasul saw menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah beliau dan&lt;br /&gt;sunnah khulafa’urrasyidin, dan sunnah beliau saw telah memperbolehkan hal yang&lt;br /&gt;baru selama itu baik dan tak melanggar syariah, dan sunnah khulafa’urrasyidin adalah&lt;br /&gt;anda lihat sendiri bagaimana Abubakar shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra menyetujui&lt;br /&gt;bahkan menganjurkan, bahkan memerintahkan hal yang baru, yang tidak dilakukan&lt;br /&gt;oleh Rasul saw yaitu pembukuan Alqur’an, lalu pula selesai penulisannya dimasa&lt;br /&gt;Khalifah Utsman bin Affan ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi Thalib kw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. sempurnalah sudah keempat makhluk termulia di ummat ini, khulafa’urrasyidin&lt;br /&gt;melakukan bid’ah hasanah, Abubakar shiddiq ra dimasa kekhalifahannya&lt;br /&gt;memerintahkan pengumpulan Alqur’an, lalu kemudian Umar bin Khattab ra pula&lt;br /&gt;dimasa kekhalifahannya memerintahkan tarawih berjamaah dan seraya berkata :&lt;br /&gt;“Inilah sebaik baik Bid’ah!”(Shahih Bukhari hadits no.1906) lalu pula selesai penulisan&lt;br /&gt;Alqur’an dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra hingga Alqur’an kini dikenal dengan&lt;br /&gt;nama Mushaf Utsmaniy, dan Ali bin Abi Thalib kw menghadiri dan menyetujui hal itu.&lt;br /&gt;Demikian pula hal yang dibuat-buat tanpa perintah Rasul saw adalah dua kali adzan di&lt;br /&gt;Shalat Jumat, tidak pernah dilakukan dimasa Rasul saw, tidak dimasa Khalifah&lt;br /&gt;Abubakar shiddiq ra, tidak pula dimasa Umar bin khattab ra dan baru dilakukan dimasa&lt;br /&gt;Utsman bin Affan ra, dan diteruskan hingga kini (Shahih Bulkhari hadits no.873).&lt;br /&gt;Siapakah yang salah dan tertuduh?, siapakah yang lebih mengerti larangan Bid’ah?,&lt;br /&gt;adakah pendapat mengatakan bahwa keempat Khulafa’urrasyidin ini tak faham makna&lt;br /&gt;Bid’ah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BID'AH DHALALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah bahwa mereka yang menolak bid’ah hasanah inilah yang termasuk&lt;br /&gt;pada golongan Bid’ah dhalalah, dan Bid’ah dhalalah ini banyak jenisnya, seperti&lt;br /&gt;penafikan sunnah, penolakan ucapan sahabat, penolakan pendapat Khulafa’urrasyidin,&lt;br /&gt;nah…diantaranya adalah penolakan atas hal baru selama itu baik dan tak melanggar&lt;br /&gt;syariah, karena hal ini sudah diperbolehkan oleh Rasul saw dan dilakukan oleh&lt;br /&gt;Khulafa’urrasyidin, dan Rasul saw telah jelas jelas memberitahukan bahwa akan&lt;br /&gt;muncul banyak ikhtilaf, berpeganglah pada Sunnahku dan Sunnah Khulafa’urrasyidin,&lt;br /&gt;bagaimana Sunnah Rasul saw?, beliau saw membolehkan Bid’ah hasanah, bagaimana&lt;br /&gt;sunnah Khulafa’urrasyidin?, mereka melakukan Bid’ah hasanah, maka penolakan atas&lt;br /&gt;hal inilah yang merupakan Bid’ah dhalalah, hal yang telah diperingatkan oleh Rasul&lt;br /&gt;saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menafikan (meniadakan) adanya Bid’ah hasanah, maka kita telah menafikan&lt;br /&gt;dan membid’ahkan Kitab Al-Quran dan Kitab Hadits yang menjadi panduan ajaran&lt;br /&gt;pokok Agama Islam karena kedua kitab tersebut (Al-Quran dan Hadits) tidak ada&lt;br /&gt;perintah Rasulullah saw untuk membukukannya dalam satu kitab masing-masing,&lt;br /&gt;melainkan hal itu merupakan ijma/kesepakatan pendapat para Sahabat&lt;br /&gt;Radhiyallahu’anhum dan hal ini dilakukan setelah Rasulullah saw wafat.&lt;br /&gt;Buku hadits seperti Shahih Bukhari, shahih Muslim dll inipun tak pernah ada perintah&lt;br /&gt;Rasul saw untuk membukukannya, tak pula Khulafa’urrasyidin memerintahkan&lt;br /&gt;menulisnya, namun para tabi’in mulai menulis hadits Rasul saw.&lt;br /&gt;Begitu pula Ilmu Musthalahulhadits, Nahwu, sharaf, dan lain-lain sehingga kita dapat&lt;br /&gt;memahami kedudukan derajat hadits, ini semua adalah perbuatan Bid’ah namun&lt;br /&gt;Bid’ah Hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ucapan “Radhiyallahu’anhu” atas sahabat, tidak pernah diajarkan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah saw, tidak pula oleh sahabat, walaupun itu di sebut dalam Al-Quran bahwa&lt;br /&gt;mereka para sahabat itu diridhoi Allah, namun tak ada dalam Ayat atau hadits Rasul&lt;br /&gt;saw memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu untuk sahabatnya, namun karena&lt;br /&gt;kecintaan para Tabi’in pada Sahabat, maka mereka menambahinya dengan ucapan&lt;br /&gt;tersebut. Dan ini merupakan Bid’ah Hasanah dengan dalil Hadits di atas, Lalu muncul&lt;br /&gt;pula kini Al-Quran yang di kasetkan, di CD kan, Program Al-Quran di handphone, Al-&lt;br /&gt;Quran yang diterjemahkan, ini semua adalah Bid’ah hasanah.&lt;br /&gt;Bid’ah yang baik yang berfaedah dan untuk tujuan kemaslahatan muslimin, karena&lt;br /&gt;dengan adanya Bid’ah hasanah di atas maka semakin mudah bagi kita untuk&lt;br /&gt;mempelajari Al-Quran, untuk selalu membaca Al-Quran, bahkan untuk menghafal Al-&lt;br /&gt;Quran dan tidak ada yang memungkirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalau kita menarik mundur kebelakang sejarah Islam, bila Al-Quran tidak&lt;br /&gt;dibukukan oleh para Sahabat ra, apa sekiranya yang terjadi pada perkembangan&lt;br /&gt;sejarah Islam ?&lt;br /&gt;Al-Quran masih bertebaran di tembok-tembok, di kulit onta, hafalan para Sahabat ra&lt;br /&gt;yang hanya sebagian dituliskan, maka akan muncul beribu-ribu Versi Al-Quran di&lt;br /&gt;zaman sekarang, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya,&lt;br /&gt;yang masing-masing dengan riwayatnya sendiri, maka hancurlah Al-Quran dan&lt;br /&gt;hancurlah Islam. Namun dengan adanya Bid’ah Hasanah, sekarang kita masih&lt;br /&gt;mengenal Al-Quran secara utuh dan dengan adanya Bid’ah Hasanah ini pula kita&lt;br /&gt;masih mengenal Hadits-hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini kokoh dan Abadi,&lt;br /&gt;jelaslah sudah sabda Rasul saw yang telah membolehkannya, beliau saw telah&lt;br /&gt;mengetahui dengan jelas bahwa hal hal baru yang berupa kebaikan (Bid’ah hasanah),&lt;br /&gt;mesti dimunculkan kelak, dan beliau saw telah melarang hal hal baru yang berupa&lt;br /&gt;keburukan (Bid’ah dhalalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara saudaraku, jernihkan hatimu menerima ini semua, ingatlah ucapan&lt;br /&gt;Amirulmukminin pertama ini, ketahuilah ucapan ucapannya adalah Mutiara Alqur’an,&lt;br /&gt;sosok agung Abubakar Ashiddiq ra berkata mengenai Bid’ah hasanah : “sampai Allah&lt;br /&gt;menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”.&lt;br /&gt;Lalu berkata pula Zeyd bin haritsah ra :”..bagaimana kalian berdua (Abubakar dan&lt;br /&gt;Umar) berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw?, maka Abubakar ra&lt;br /&gt;mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga iapun(Abubakar ra)&lt;br /&gt;meyakinkanku (Zeyd) sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku&lt;br /&gt;sependapat dengan mereka berdua”.&lt;br /&gt;Maka kuhimbau saudara saudaraku muslimin yang kumuliakan, hati yang jernih&lt;br /&gt;menerima hal hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar shiddiq ra,&lt;br /&gt;hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang&lt;br /&gt;dijernihkan Allah swt,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan curigalah pada dirimu bila kau temukan dirimu mengingkari hal ini, maka&lt;br /&gt;barangkali hatimu belum dijernihkan Allah, karena tak mau sependapat dengan&lt;br /&gt;mereka, belum setuju dengan pendapat mereka, masih menolak bid’ah hasanah, dan&lt;br /&gt;Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah&lt;br /&gt;perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham yang maksudnya&lt;br /&gt;berpeganglah erat erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka.&lt;br /&gt;Allah menjernihkan sanubariku dan sanubari kalian hingga sehati dan sependapat&lt;br /&gt;dengan Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi&lt;br /&gt;Thalib kw dan seluruh sahabat.. amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah&lt;br /&gt;(Imam Syafii)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan&lt;br /&gt;bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan&lt;br /&gt;yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar&lt;br /&gt;bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam&lt;br /&gt;Qurtubiy juz 2 hal 86-87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi&lt;br /&gt;berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahan&lt;br /&gt;adalah hal yang baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri&lt;br /&gt;muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidak&lt;br /&gt;sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu&lt;br /&gt;‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa&lt;br /&gt;membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala&lt;br /&gt;orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan&lt;br /&gt;barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya&lt;br /&gt;dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) dan hadits ini&lt;br /&gt;merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir&lt;br /&gt;Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy&lt;br /&gt;rahimahullah (Imam Nawawi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam&lt;br /&gt;islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak&lt;br /&gt;berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang&lt;br /&gt;dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang&lt;br /&gt;baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat&lt;br /&gt;pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua&lt;br /&gt;yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk&lt;br /&gt;dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)&lt;br /&gt;Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah&lt;br /&gt;yang wajib, Bid’ah yang mandub, bid’ah yang mubah, bid’ah yang makruh dan bid’ah&lt;br /&gt;yang haram.&lt;br /&gt;Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan&lt;br /&gt;yang menentang kemungkaran, contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala bila&lt;br /&gt;dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmu&lt;br /&gt;syariah, membangun majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yang Mubah adalah&lt;br /&gt;bermacam macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelas&lt;br /&gt;diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum,&lt;br /&gt;sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”.&lt;br /&gt;(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy&lt;br /&gt;rahimahullah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yang&lt;br /&gt;umum yang ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yang Menghancurkan&lt;br /&gt;segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau&lt;br /&gt;pula ayat : “Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam&lt;br /&gt;dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan pada&lt;br /&gt;kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna&lt;br /&gt;keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku&lt;br /&gt;dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun&lt;br /&gt;setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).&lt;br /&gt;Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman&lt;br /&gt;para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,&lt;br /&gt;berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia&lt;br /&gt;tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak&lt;br /&gt;punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa&lt;br /&gt;memperdulikan fatwa fatwa para Imam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walillahittaufiq&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua,&lt;br /&gt;Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-4484161674238597626?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/4484161674238597626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/tentang-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4484161674238597626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4484161674238597626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/tentang-bidah.html' title='Tentang Bid&apos;ah'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-8547298494755473164</id><published>2009-11-26T07:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T07:31:05.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wahai Dunia</title><content type='html'>Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu&lt;br /&gt;sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan&lt;br /&gt;kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes&lt;br /&gt;air liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hamba&lt;br /&gt;yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari&lt;br /&gt;ridho Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu&lt;br /&gt;meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang&lt;br /&gt;kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para&lt;br /&gt;pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu&lt;br /&gt;melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun dari&lt;br /&gt;mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka para&lt;br /&gt;pecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokan&lt;br /&gt;antara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hamba&lt;br /&gt;Shalih mendapat tumpukan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: "Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan&lt;br /&gt;fatamorgana belaka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yang&lt;br /&gt;terkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahi&lt;br /&gt;manusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang&lt;br /&gt;mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, mereka&lt;br /&gt;semua mati dan terbuang, hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim,&lt;br /&gt;ITULAH AKU DAN ENGKAU, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyar&lt;br /&gt;saudaraku dan saudaramu yang musnah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkan&lt;br /&gt;dikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbaui&lt;br /&gt;dan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku dan&lt;br /&gt;engkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kubur&lt;br /&gt;kita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogoti&lt;br /&gt;kita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran di&lt;br /&gt;paru-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalu&lt;br /&gt;kita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagi&lt;br /&gt;terlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.&lt;br /&gt;Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari&lt;br /&gt;bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju&lt;br /&gt;ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-8547298494755473164?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/8547298494755473164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/wahai-dunia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8547298494755473164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8547298494755473164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/wahai-dunia.html' title='Wahai Dunia'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-1423729933301197942</id><published>2009-11-25T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T21:02:05.508-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASWAJA'/><title type='text'>Ahlusunnah Wal Jama'ah (ASWAJA)</title><content type='html'>Pengertian Sunnah Secara Bahasa &lt;br /&gt;As-Sunnah  secara bahasa berasal dari kata: "sanna yasinnu", dan "yasunnu sannan", dan "masnuun" yaitu yang disunnahkan. Sedang "sanna amr" artinya menerangkan (menjelaskan) perkara. &lt;br /&gt;As-Sunnah juga mempunyai  arti "at-Thariqah" (jalan/metode/pandangan hidup) dan "as-Sirah" (perilaku) yang terpuji dan tercela. Seperti sabda Rasulullah SAW,  &lt;br /&gt;لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ &lt;br /&gt;"Sungguh kamu  akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (HR. Al-Bukhari no 3456, 7320 dan Muslim no. 2669 dari Sahabat Abu Sa'id al-Khudri). Lafazh "sanana" maknanya adalah (pandangan hidup mereka dalam urusan agama dan dunia).  &lt;br /&gt;Ibnu Mandhur berkata," Sunnah makna awalnya adalah thariq yaitu jalan yang di tempuh oleh para pendahulu yang akhirnya di tempuh oleh orang lain sesudahnya." &lt;br /&gt;Pengarang Kamus Mukhtarush shihah berkata," As Sunnah secara bahasa berarti sejarah dan jalan yang di tempuh baik itu jalan yang terpuji maupun yang tercela."&lt;br /&gt;Ath Tanawy dalam Kasyfu Isthilahat wal Funun berkata," As Sunnah secara bahasa adalah jalan, baik jalan itu terpuji (baik ) maupun buruk." ( Dirasat fi al Hadits an Nabawy wa Tarikhu Tadwinihi,1/1 )&lt;br /&gt;Ibnu Faris berkata dalam Mu’jam Maqayisi Lughah," Sunnah artinya perjalanan hidup. Sunnah Rasulullah artinya perjalanan hidup beliau. Sunnah juga berarti jalan / metode baik terpuji maupun tercela. Kata ini diambil dari kata sunnah yang bermakna jalan seperti di sebutkan dalam hadits :&lt;br /&gt;" Barang siapa mengawali jalan yang baik maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka. Barangsiapa mengawali jalan yang buruk dalam islam maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka." ( Muslim no: 1017, 6800,6801 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Atsir dalam Nihaya 2/223 berkata," Dalam hadist berulang kali di sebutkan kata As Sunnah dan pecahan katanya. Asal maknanya adalah sejarah hidup dan jalan yang ditempuh." Makna ini juga di sebut dalam hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan ikut." Para sahabat bertanya," Apakah mereka orang Yahudi dan Nashrani wahai Rasulullah ? " Beliau menjawab," Siapa lagi kalau bukan mereka." ( Bukhori 3456, Fathul Bari VI/495, Muslim 2669/6781 ).&lt;br /&gt;Dalam penggunaannya, apabila di sebut kata sunnah maka maknanya adalah jalan kebaikan saja. " Ia Ahlus Sunnah", maka maknanya : ia adalah orang yang menempuh jalan yang lurus dan terpuji.&lt;br /&gt;"Barangsiapa memberi contoh suatu sunnah (perilaku) yang baik dalam Islam, maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengerjakannya setelahnya, tanpa mengurangi sesuatu apapun dari pahala mereka. Dan barang siapa memberi contoh sunnah (perilaku) yang jelak dalam Islam ...." (HR. Muslim). ((HR. Muslim no. 1017, at-Tirmidzi no. 2675, Ibnu Majah no. 203, ad-Darimi no. 514, Ahmad (IV/357), an-Nasa-i no. 2553, dan yang lainnya dari Sahabat Jarir bin ‘Abdillah. Hadist selengkapknya adalah sebagai berikut,&lt;br /&gt;"Dari al-Mundzir  bin jarir, dari bapaknya, dia berkata, "Kami pernah berada bersama Rasulullah SAW pada permulaan terik siang. Dia berkata, ‘Lalu datanglah kepada Rasulullah SAW suatu kaum dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang, hanya memakai kain selimut (yang nampak dari yang memakainya hanya bagian kepala saja) atua mantel dari karung sambil menyandang pedang, kebanyakan mereka  dari kabilah Mudhar, bahkan semuanya dari Mudhar. Melihat kondisi demikian raut wajah Rasulullah SAW menjadi berubah (karena merasa iba) karena melihat kefakiran yang menimpa mereka. Lalu  beliau masuk kemudian keluar, kemudian  menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan dan iqamah. Rasulullah SAW lalu mengerjakan shalat kemudian dikuti dengan berkhutbah, sambil bersabda : ‘Hai sekalain manusia bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, .... sampai akhir ayat ‘Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu,' (An-Nisaa': 1) juga membaca ayat dalam surat Al-Hasyr, ‘Hari orang-orang  yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memeprhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah....' (Al-Hasyr: 18).&lt;br /&gt;(Karena mendengar khutbah Nabi tersebut) Kemudian ada seseorang bershadaqah dari dinarnya, diharmnya, pakaiannya, dari satu sha' (kira-kira 3 kg) gandumnya, satu sha' kurma, sampai-sampai beliau mengatakan walaupun hanya dengan setengah butir kurma kering.' Dia berkata: "Kemudian seorang laki-laki dari Kaum Anshar membawa  membawa sekantung penuh kurma, hampir-hampir telapak tangannya tidak kuat untuk membawahnya, bahkan benar-benar lemah, maka hal itu diikuti silih berganti oleh banyak orang. Sampai-sampai aku melihat dua tumpukan makanan dan pakaian yang sangat banyak. Akupun melihat raut wajah Rasulullah SAW bergembira seakan-akan bersinar cerah sekali,  kemudian beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa  yang mencontohkan suatu sunnah yang baik dalam Islam, maka baginya pahala sunnah tersebut dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan barang siapa mencontoh suatu sunnah yang jelek/buruk dalam Islam, maka dosanya akan ditanggungnya dan juga dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.') &lt;br /&gt;"Barangsiapa memberi contoh suatu sunnah (perilaku) yang baik dalam Islam, maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengerjakannya setelahnya, tanpa mengurangi sesuatu apapaun dari pahalam mereka. Dan barangsiapa memberi contoh sunnah (perilaku) yang jelak dalam Islam ...." &lt;br /&gt;Lafazh "sunnah" maknanya adalah "sirah" (perilaku). (Lihat kamus bahasa, Lisaanul ‘Arab, Mukhtaarush Shihaah dan al-Qaamuusul Muhith: (bab: Sannana). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah menurut Istilah&lt;br /&gt;Sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan para sahabatnya, baik ilmu, keyakinan ucapan, perbuatan maupun taqrir (diamnya beliau sebagai tanda persetujuan). Sunnah juga dimutlakkan pada sunnah-sunnah ibadah dan keyakinan-keyakinan.&lt;br /&gt;Lawan kepada Sunnah adalah bid’ah.&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya barang siapa yang hidup diantara kalian setelahkau, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa-ur Rasyidin dimana mereka itu telah mendapat hidayah." (Shahih Sunan Abi Dawud oleh Syaikh al-Albani). (HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676, dan al-Hakim (I/95), dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat keternagan hadits selengkapnya di dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 2455 oleh Syaikh al-Albani.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Sunnah berbeda-beda tergantung dari disiplin ilmu apa kita memandangnya. Berikut ini beberapa devinisi Sunnah menurut masing-masing disiplin ilmu : ( Lihat : As-Sunnah Qablat Tadwin,18-20, Dirasat fil Hadits an Nabawy wa Tarikhu Tadwinihi : 1/1, Mauqifu Ibni Taimiyah Minal Asya’irah : 1/24-26, Majmu Fatawa : IV/155, Minhajus Sunnah : 2/163 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulama Hadits : Ibnu Taimiyah mendevinisikan sebagai apa yang datang dari Rasulullah baik perkataan, perbuatan, takrir,/ penetapan / pendiaman maupun apa yang ingin beliau kerjakan. Ulama Hadits lain mendevinisikansebagai apa yang diterima dari Nabi baik perkataan, perbuatan, takrir, maupun sifat beliau, baik sifat fisik maupun akhlak atau dengan kata lain perjalanan hidup beliau baik sebelum menjadi N abi maupun sesudah menjadi Nabi. Dengan artian ini, As Sunnah menjadi sinonim kata hadits, sumber hukum kedua dalam Islam. &lt;br /&gt;2. Ulama Ushul Fiqih : Setiap yang datang dari Nabi ( perintah ) baik perkataan, perbuatan, maupun takrir beliau selama bukan Al Qur’an dan bisa menjadi dalil bagi sebuah hukum syar’i. &lt;br /&gt;3. Ulama Fiqih : Sesuatu yang jelas/tegas dari Nabi namun tidak berhukum wajib. Sunnah dalam artian ini sinonim bagi kata mandub, mustahab. Dengan istilah Ulama Fiqih lai, Sunnah adalah sesuatu yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa. &lt;br /&gt;4. Kata Sunnah juga dipakai untuk sesuatu yang berdasar pada dalil syar’i, baik dari dalil Al Qur’an, hadits Nabi maupun ijtihat sahabat. Ijtihat sahabat termasuk Sunnah berdasarkan hadits Nabi," Ikutilah sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk sesudahku." Diantara sunnah sahabat adalah mengumpulkan Al Qur’an yang berserakan ke dalam satu mushaf serta memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat dan orang-orang murtad. Sahabat Ali berkata : " Nabi menjilid ( mencambuk ) orang yang manuk 40 kali demikian pula Abu Bakar. Umar menjilid orang yang minum minuman keras sebanyak 80 kali. baik yang 40 maupun 80 kali itu sama-sama termasuk sunnah." ( Muslimno.1707,Ahmad 1/82 ). &lt;br /&gt;5. Kata Sunnah juga sering di pakai untuk anonim dari kata bid’ah. Suatu amalan di sebut Sunnah bila ia sesuai dengan tuntunan wahyu/Rasulullah. Contohnya : Kita katakan dzikir secara berjamaah dengan suara keras sesudah sholat berjamaah itu bid’ah ( karena tidak di contohkan oleh Nabi ).Kata sunnah jugasering dipakai untuk anonim dari kata Rafidzah/Syi’ah. Bila disebut kata Ahlus Sunnah / Sunni misalnya : maka maknanya lawan dari kata Syi’i/Rafidzi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam ( Minhajus Sunnah 2/163 ) berkata," Lafal Ahlus Sunnah kadang dipakai bagi setiap orang yang mengakui kekhilafahan tiga khalifah ( Abu Bakar, Umar, dan Utsman ). Dengan demikian semua kelompok termasuk didalamnya kecuali Rafidzah." Artian ini merupakan makna luas dari lafal Ahlus Sunnah bila di sebutkan secara bebas tanpa ada pembatas/qarinah. &lt;br /&gt;6. Pembahasan kita kali ini adalah bidang aqidah karena itu definisi yang akan kita pakai juga definisi Sunnah menurut para ulama Aqidah. Ibnu Rajab dalam Kasyfu Kurbah menerangkan bahwa Sunnah adalah jalan yang di tempuholeh Rasulullah dan para sahabat beliau. Jalan mereka selamat dari syahwat dan syubhat ( keraguan ). Karena Imam Sufiyan Ats Tsauri berkata : " Berwasiatlah kepada Ahlus Sunnah dengan kebaikan karena mereka itu orang-orang yang asing ( sangat sedikit )." &lt;br /&gt;7. Imam Fudhail bin Iyadh juga mengatakan," Ahlus Sunnah adalah orang yang mengetahui bahwa segala yang masuk keperutnya hanya yang halal saja." Sebab menjaga agar makanan yang dikonsumsi hanyalah makanan yang hala, merupakan salah satu sifat dan jalan yang selalu dijaga oleh Rasulullah dan para sahabat. Dalam perkembangannya, istilah sunnah dipakai untuk aqidah yang benar dan bersih dari segala syubhat, seperti masalah asma wa shifat, masalah taqdir, masalah keutamaan sahabat, dan lain-lain. Untuk menerangkan aqidah yang benar ini para ulama mengarang buku-buku yang mereka namakan buku As Sunnah,seperti karangan Imam Ahmad dan Al Khalal. Sunnah yang sempurna adala jalan yang bebas dari segala shubhat dan syahwat.&lt;br /&gt;Pengertian Jama'ah Secara Bahasa &lt;br /&gt;Jama'ah diambil dari kata "jama'a" artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian dengan sebagian lain. Seperti kalimat "jama'tuhu" (saya telah mengumpulkannya); "fajtama'a" (maka berkumpul). &lt;br /&gt;Dan kata tersebut berasal dari kata "ijtima'" (perkumpulan), ia lawan kata dari "tafarruq" (perceraian) dan juga lawan kata dari "furqah" (perpecahan). &lt;br /&gt;Jama'ah adalah sekelompok orang banyak; dan dikatakan juga sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan. &lt;br /&gt;Dan jama'ah juga berarti kaum yang bersepakat dalam suatu masalah. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, Mukhtaraarush Shihaah dan al-Qaamuusul Muhiith: (bab: Jama'a).  &lt;br /&gt;Pengertian Jama'ah Secara Istilah&lt;br /&gt;Yaitu kelompok kaum muslimin ini, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat; dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW baik secara lahir maupun bathin. &lt;br /&gt;Allah Ta'ala telah memeringahkan kaum Mukminin dan menganjurkan mereka agar berkumpul, bersatu dan tolong-menolong. Dan Allah melarang mereka dari perpecahan, perselisihan dan permusuhan. Allah SAW berfirman: "Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (Ali Imran: 103).  &lt;br /&gt;Dia berfirman pula, "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka." (Ali Imran: 105).  &lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (golongan), tujuh puluh dua tempatnya di dalam Neraka dan satu tempatnya di dalam Surga, yaitu ‘al-Jama'ah." (Shahih Sunan Abi Dawud oleh Imam al-Albani). (HR. Abu Dawud no. 4597, Ahmat (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimi (II/241). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Dishahihkan pula oleh Syaikh al-Albani. Lihat Silsilatul Ahadadiitsish Shahiihah no. 203.204).  &lt;br /&gt;Beliau juga bersabda, "Hendaknya kalian bersatu, dan janganlah bercerai-berai. Karena sesungguhnya syaitan itu bersama seorang, dan dia dari dua orang lebih jauh. Barangsiapa menginginkan di tengah-tengah Surga, maka hendaknya ia berjama'ah (bersatu)!" (HR Ahmad, dalam Musnadnya, dan dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam kitab Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim). (HR. At-Tirmidzi no. 2165, Ahmad (I/18), lafazh ini milik at-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab as-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim dan bersamanya kitab Zhilaalul Jannah fi Takhrij as-Sunnah no. 88).  &lt;br /&gt;Seorang Sahabat yang mulia bernama ‘Abullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Al-Jama'ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian." (Diriwayatkan oleh al-Lalika-i dalam kitabnya, Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama'ah). (Syarah Ushuulil I'tiqaad karya al-Lalika-i no. 160 dan al-Baa'its ‘alaa Inkaaril Bida' wal Hawaadits hal. 91-92, tahqiq oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman).&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah wal Jama'ah mempunyai karakteristik dan keistimewaan, diantaranya : &lt;br /&gt;1. Mereka mempunyai sikap wasathiyah (pertengahan) di antara ifraath (melampaui batas) dan tafriith (menyia-nyiakan); dan di antara berlebihan dan sewenang-wenang, baik dalam masalah ‘aqidah, hukum atau akhlak. Maka mereka berada di pertengahan antara golongan-golongan lain, sebagaimana juga ummat ini berada dipertengahan antara agama-agama yang ada. &lt;br /&gt;2. Sumber pengambilan pedoman bagi mereka hanyalah al-Qur-an dan as-Sunnah, Mereka pun memperhatikan keduanya dan bersikap taslim (menyerah) terhadap nash-nashnya dan memahaminya sesuai dengan manhaj Salaf. &lt;br /&gt;3. Mereka tidak mempunyai iman yang diagungkan, yang semua perkataannya diambil dari meninggalkan apa yang bertentangan dengan kecuali perkataan Rasulullah SAW. Dan Ahli Sunnah itulah yang paling mengerti dengan keadaan Rasulullah SAW  perkataan dan perbuatannya. Oleh karena itu, merekalah yang paling mencintai sunnah, yang paling peduli untuk mengikuti dan paling lolal terhadap para pengikutnya. &lt;br /&gt;4. Mereka meninggalkan persengketaan dan pertengkaran dalam agama sekaligus menjauhi orang-orang yang terlibat di dalamnnya, meninggalkan perdebatan dan pertengkaran dalam permasalahan tentang halal dan haram. Mereka masuk ke dalam dien (Islam) secara total. &lt;br /&gt;5. Mereka mengagungkan para Salafush Shalih dan berkeyakinan bahwa metode Salaf itulah yang lebih selamat, paling dalam pengetahuannya dan sangat bijaksana. &lt;br /&gt;6. Mereka  menolak ta'wil (penyelewengan suatu nash dari makna yang sebenarnya) dan menyerahkan diri kepada syari'at, dengan mendahulukan nash yang shahih daripada akl (logika) belaka dan menundukkan akal di bawah nash. &lt;br /&gt;7. Mereka memadukan antara nash-nash dalam suatu permasalahan dan mengembalikan (ayat-ayat) yang mutasyabihat (ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian/tidak jelas) kepada yang muhkam (ayat-ayat yang jelas dan tegas maksudnya). &lt;br /&gt;8. Mereka merupakan  figur teladan orang-orang yang shalih, memberikan petunjuk ke arah jalan yang benar dan lurus, dengan kegigihan mereka di atas kebenaran, tidak membolak-balikkan urusan ‘aqidah kemudian bersepakat atas penyimpangannya. Mereka memadukan antara ilmu dan ibadah, antara tawakkal  kepada Allah dan ikhtiar (berusaha), antara berlebih-lebihan dan wara' dalam urusan dunia, antara cemas dan harap, cinta dan benci, antara sikap kasih sayang dan lemah lembut kepada kaum mukminin dengan sikap keras dan kasar kepada orang kafir, serta tidak ada perselisihan diantara mereka walaupun di tempat dan zaman yang berbeda. &lt;br /&gt;9.    Mereka tidak menggunakan sebutan selain Islam, Sunnah dan Jama'ah. &lt;br /&gt;10.  Mereka peduli untuk menyebarkan ‘aqidah yang benar, agama yang lurus, mengajarkannya kepada manusia, memberkan bimbingan dan nasehat kepadanya serta memperhatikan urusan mereka. &lt;br /&gt;11. Mereka adalah orang-orang yang paling sabar atas perkataan, ‘aqidah dan dakwahnya. &lt;br /&gt;12. Mereka sangat peduli terhadap persatuan dan jama'ah, menyeru dan menghimbau manusia kepadanya serta menjauhkan perselisihan, perpecahan dan memberikan peringatan kepada manusia dari hal tersebut. &lt;br /&gt;13.  Allah Ta'ala menjaga mereka dari sikap saling mengkafirkan sesama mereka, kemudian mereka menghukumi orang selain mereka berdasarkan ilmu dan keadilan. &lt;br /&gt;14.  Mereka saling mencintai dan mengasihi sesama mereka, saling tolong menolong diantara mereka, saling menutupi kekurangan sebagian lainnya. Mereka tidak loyal dan memusuhi kecuali atas dasar agama. &lt;br /&gt;Secara garis besarnya, ahlus sunnah wal jama'ah adalah manusia yang paling baik akhlaknya, sangat peduli terhadap kesucian jiwa  mereka dengan berbuat ketaatan kepada Allah Ta'ala, paling luas wawasannya, paling jauh pandangan, paling lapang dadanya dengan khilaf (perbedaan pendapat) dan paling mengetahui tentang adab-adab  dan prinsip-prinsip khilaf. &lt;br /&gt;Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Secara Ringkas &lt;br /&gt;Bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah suatu golongan yang telah Rasulullah SAW janjikan akan selamat di antara golongan-golongan yang ada. Landasan mereka bertumpu pada ittiba'us sunnah (mengikuti as-Sunnah) dan menuruti apa yang dibawa oleh nabi baik dalam masalah ‘aqidah, ibadah, petunjuk, tingkah laku, akhlak dan selalu menyertai jama'ah kaum Muslimin. &lt;br /&gt;Dengan demikian, maka definisi Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak keluar dari definisi Salaf. Dan sebagaimana telah dikemukakan bahwa salaf  ialah mereka yang mengenalkan Al-Qur-an dan berpegang teguh dengan As-Sunnah. Jadi Salaf adalah Ahlus Sunnah yang dimaksud oleh Nabi SAW. Dan ahlus sunnah adalah Salafush Shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka. &lt;br /&gt;Inilah pengertian yang lebih khusus  dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Maka tidak termasuk dalam makna ini semua golongan ahli bid'ah dan orang-orang yang mendikuti keinginan nafsunya, seperti  Khawarij, Jahmiyah, Qadariyah, Mu'tazilah, Murji'ah, Rafidhah (Syiah) dan lain-lainnya dari ahli bid'ah yang meniru jalan mereka. &lt;br /&gt;Maka sunnah adalah lawan kata bid'ah, sedangkan jama'ah lawan kata firqah (gologan). Itulah yang dimaksudkan dalam hadits-hadits tentang kewajiban berjama'ah dan larangan bercerai-berai. &lt;br /&gt;Inilah yang dimaksudkan oleh "Turjumanul Qur-an (juru bicara al-Qur-an)" yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. dalam menafsirkan firman Allah Ta'ala, "Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula maka yang hitam muram". (Ali Imran: 106). &lt;br /&gt;Beliau berkata, "Muka yang putih berseri adalah muka Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan muka yang hitam muram adalah muka ahlil bid'ah dan furqah (perselisihan)." (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Juz I hal. 390 (QS. Ali Imran: 106). &lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah :&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan singkat di atas bisa kita pahami bahwa Ahlus Sunnah adalah orang yang mengikuti Sunnah dan berpegang teguh dengannya, yaitu para sahabat dan setiap muslim yang mengikuti jalan mereka sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;Ibnu Hazm berkata," Ahlus Sunnah adalah pengikut kebenaran. Selain mereka adalah Ahlul Bid’ah. Ahlus Sunnah adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan meeka dari kalangan tabi’in, lalu para Ulama Hadits, lalu para Ulama Fikih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka baik di belahan bumi barat maupun timur."&lt;br /&gt;Dari sini jelas bahwa Ahlus Sunnah adalah setiap muslim yang mengikuti jejak para sahabat. Ahlus Sunnah bukan monopoli golongan tertentu. Tidak benar bila sebagian kelompok umat islam menganggap dirinya sebagai satu-satunya Ahlus Sunnah sedangkan kelompok lainnya bukan Ahlus Sunnah. Ahlus Sunnah juga bukan sekedar nama, namun lebih dari itu, ia merupakan manhaj, jalan hidup para sahabat. janganlah kita terjebak dalam pengakuan / dakwaan, karena ukurannya bukan nama, namun sesuai atau tidaknya jalan hidupnya dengan petunjuk Rasulullah da para sahabat.&lt;br /&gt;Secara ringkas bisa dikatakan bahwa bahwa Sunnah adalah petunjuk yang Rasulullah dan para sahabat berada di atasnya baik berupa i’tiqad, ilmu, perkataan, maupun perbuatan. Itulah sunnah yang wajib diikuti, pengikutnya terpuji dan orang yang menyelisihinya tercela. ( As Sunnah wa Makanatuha fit Tasyri’il Islamy hal 59 )&lt;br /&gt;Dr. Al Buraikan menerangkan dengan baik sekali pengertian Sunnah ini dengan perkataan beliau, " Makna Sunnah berarti mengikuti aqidah shahihah yang tsabitah (berdasar ) Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. " Beliau juga mengatakan, " Sunnah merupakan ungkapan untuk sikap ittiba ( mengikuti ) manhaj Al Kitab dan As-Sunnah An Nabawiyah dalam persoalan ushul ( aqidah ) dan furu (sunnah ). " ( Al Madkhallidirasatil aqidah Al Islamiyah,hal 12 )&lt;br /&gt;Jadi Ahlus Sunnah wal Jama'ah, adalah mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal ‘aqidah, perkataan maupun perbuatan, juga mereka yang istiqamah (konsisten) dalam ber-ittiba' (mengikuti Sunnah Nabi SAW) dan menjauhi perbuatan bid'ah. Mereka itulah golongan yang tetap menang dan senantiasa ditolong oleh Allah sampai hari Kiamat. Oleh karena itu mengikuti mereka (Salafush Shalih) berarti mendapatkan petunjuk, sedang berselisih terhadapnya berarti kesesatan.  &lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada kesalahan kata, karena kesalahan datangnya dari saya, dan kebenaran datangnya hanya dari Allah SAW.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua,&lt;br /&gt;Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-1423729933301197942?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/1423729933301197942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ahlusunnah-wal-jamaah-aswaja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1423729933301197942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1423729933301197942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/ahlusunnah-wal-jamaah-aswaja.html' title='Ahlusunnah Wal Jama&apos;ah (ASWAJA)'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-2097500183002121079</id><published>2009-11-24T01:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T01:06:15.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SwuhyRfEJdI/AAAAAAAAADg/vjoJvJTLNrk/s1600/picture7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SwuhyRfEJdI/AAAAAAAAADg/vjoJvJTLNrk/s320/picture7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407593662647641554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasul saw, beliau ra&lt;br /&gt;selalu tak ingin berpisah dengan Rasul saw, maka ketika ia telah dihadapan&lt;br /&gt;sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka&lt;br /&gt;yang sangat lebar, beliau tersungur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata :&lt;br /&gt;“dekatkan aku susu”, alangkah mulianya Amirul mukminin ini, beliau masih ingat&lt;br /&gt;sunnah Nabinya saw yang menyukai susu, maka saat susu itu diminumkan, segera&lt;br /&gt;susu itu tumpah dari luka diperutnya, maka ia memahami bahwa ia sudah diambang&lt;br /&gt;sakratulmaut, ia menoleh dan berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra),&lt;br /&gt;"Pergilah pada ummul mukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat&lt;br /&gt;padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw&lt;br /&gt;dan Abubakar ra",&lt;br /&gt;Maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : "Tidak&lt;br /&gt;ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu&lt;br /&gt;(dimakamkan disamping makam Rasul saw), maka bila aku wafat, usunglah aku&lt;br /&gt;kesana, dan ucapkan lagi salam, dan mohonkan izin lagi pada Ummulmukminin, bila&lt;br /&gt;beliau mengizinkan maka kuburkan aku, kalau beliau menolak maka tolaklah aku ke&lt;br /&gt;pekuburan muslimin" (Shahih Bukhari hadits no.1328).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustahil Umar ra meminta berkali-kali untuk diizinkan dimakamkan disebelah makam&lt;br /&gt;Rasul saw dan Abubakar ra, kenapa?, apakah sekedar iseng belaka?, melainkan bukti&lt;br /&gt;bahwa Makam Rasul saw mempunyai kemuliaan, demikian pula Makam Abubakar&lt;br /&gt;Shiddiq ra, sehingga Umar ra dalam sakratulmautnya masih sempat mengucapkan&lt;br /&gt;kalimat bahwa tak ada yang lebih diperdulikannya selain pembaringan disebelah&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;Demikianlah Mahabbah (cinta) kepada Rasul saw, dan setelah Rasul saw wafat,&lt;br /&gt;diriwayatkan bahwa peninggalan-peninggalan pakaian Rasul saw disimpan oleh para&lt;br /&gt;sahabat, sebagaimana cincin beliau saw dipakai oleh Anas bin malik, lalu pindah&lt;br /&gt;ketangan Abubakar ra, lalu pindah ketangan Umar bin Khattab ra, lalu pindah ketangan&lt;br /&gt;Usman bin Affan ra, lalu terjatuh ke sumur Aris, dan berkata Anas bin malik : Aku&lt;br /&gt;mencarinya bersama usman bin Affan selama 3 hari dan kami tak juga menemukannya&lt;br /&gt;(Shahih Bukhari hadits no.5540). Betapa mereka menjaga barang barang peninggalan&lt;br /&gt;Rasul saw, kalau seandainya cincin itu tak ada nilai mahabbah, maka tak perlulah&lt;br /&gt;Usman bin Affan mencarinya hingga 3 hari, ini menunjukkan barang peninggalan Rasul&lt;br /&gt;saw dimuliakan dan dicintai oleh para sahabat besar, radhiyallahu 'anhum,&lt;br /&gt;Lalu siapa pula yang mengingkari Abubakar Shiddiq ra?, siapapula yang mengingkari&lt;br /&gt;Umar bin Khattab ra?, Usman bin Affan ra?, Ali bin Abi Thalib kw?, mereka&lt;br /&gt;kesemuanya seperti yang disebutkan Imam Bukhari dan para muhadditsin besar&lt;br /&gt;lainnya, demikian mereka ini dan para penerusnya dari zaman ke zaman, para pecinta&lt;br /&gt;Rasul saw terus ada dan terus mengenang sang nabi saw, puji-pujian pada Nabi saw&lt;br /&gt;terus digandrungi, dan Rasul saw bersabda : "Orang yang dahsyat Cintanya padaku di&lt;br /&gt;ummat ini, adalah mereka yang hidup setelah aku wafat, namun hati mereka lebih&lt;br /&gt;condong untuk melihatku lebih daripada harta dan keluarga mereka" (Shahih Muslim&lt;br /&gt;hadits no.2832)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemuda bangkitlah.. kenalkan dirimu.. katakan pada mereka, dan jangan&lt;br /&gt;kau malu dan ragu, katakan pada semua temanmu.. : "Kalian ber idola lah dengan&lt;br /&gt;idola kalian, idolaku adalah Muhammad Rasulullah saw..!", bangkitlah dengan&lt;br /&gt;mencintai sunnah beliau saw, mengenalkan sunnah beliau saw kepada teman teman,&lt;br /&gt;Maka mereka yang menolak memuji Rasul saw, dan melarang orang memuji Rasul&lt;br /&gt;saw di masjid-masjid, mereka adalah pengkhianat nabi saw, mereka membawa ajaran&lt;br /&gt;sesat dari bisikan syaitan, dan bahwa telah terjadi di zaman Rasul saw seorang lelaki&lt;br /&gt;menyeramkan dengan jenggot memanjang dan dahi menjorok kedepan, mata&lt;br /&gt;membelalak, dan berkepala sulah, menegur Rasul saw seraya berkata : "Bertakwalah&lt;br /&gt;kepada Allah wahai Rasul..!", maka murkalah Rasul saw dan berkata : "Bukankah aku&lt;br /&gt;yang paling berhak atas ketakwaan dimuka bumi ini..?", maka berkata Khalid bin walid&lt;br /&gt;ra : Izinkan aku menebas lehernya Wahai rasulullah..!, maka berkatalah Rasul saw :&lt;br /&gt;"Jangan.. barangkali dia ini shalat", maka berkata Khalid : berapa banyak orang yang&lt;br /&gt;shalat dan hatinya tidak shalat?, maka Rasul saw menjawab : "Aku tidak diutus untuk&lt;br /&gt;membelah dada mereka untuk memeriksa iman mereka", lalu Rasul saw terus&lt;br /&gt;memandangi lelaki buruk akhlak itu seraya bersabda : "akan lahir dari sulbi orang ini&lt;br /&gt;suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan lembab, tidak melewati tenggorokannya&lt;br /&gt;(tidak diamalkan/tidak memahami kemuliaan Alqur'an, hanya sekedar hafal lalu&lt;br /&gt;menghina orang lain), mereka menjauh dari agama sebagaimana menjauhnya anak&lt;br /&gt;panah dari busurnya, bila aku menjumpai mereka aku akan memerangi mereka&lt;br /&gt;sebagaimana memerangi kaum tsamud" (Shahih Muslim hadits no.1063,1064).&lt;br /&gt;Muncullah wabah akidah dizaman kita, mereka banyak menghafal Alqur'an namun pula&lt;br /&gt;bibir mereka kotor dengan menuduh Musyrik pada orang muslimin. Wahai Allah..&lt;br /&gt;terbitkan matahari Mahabbah dan cinta kami pada Idola kami Muhammad saw…,&lt;br /&gt;curahkanlah hidayah pada semua muslimin yang terperangkap oleh perangkat sesat&lt;br /&gt;ini, palingkan hati mereka untuk mencintai Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua..&lt;br /&gt;Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-2097500183002121079?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/2097500183002121079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/kemuliaan-makam-rasulullah-saw.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2097500183002121079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2097500183002121079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/kemuliaan-makam-rasulullah-saw.html' title='KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SwuhyRfEJdI/AAAAAAAAADg/vjoJvJTLNrk/s72-c/picture7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-33842394551447189</id><published>2009-11-24T00:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T06:42:15.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW</title><content type='html'>Dalam artikel ini Insya Allah saya akan meluncurkan riwayat-riwayat mengenai&lt;br /&gt;Sang Nabi saw, untuk menambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah Sang Idola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karena beliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasih sayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkan bimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?”&lt;/b&gt; (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?).&lt;br /&gt;maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”&lt;/b&gt;, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan”&lt;/b&gt; (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297).&lt;br /&gt;demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw” &lt;/b&gt;. (Syamail Imam Tirmidzi),&lt;br /&gt;demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa &lt;b&gt; “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah” &lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw:&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim&lt;/b&gt; (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), &lt;b&gt;Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, &lt;/b&gt; (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Jahiifah ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik”&lt;/b&gt; (Shahih Bukhari hadits no.3360).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Anas ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw” &lt;/b&gt; (Shahih Bukhari hadits no.3368).&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw” &lt;/b&gt;. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar, maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu, maka darahpun terhenti” &lt;/b&gt;. (Shahih Bukhari hadits no.2753).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari anas bin malik ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata : “doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” &lt;/b&gt; (maksudnya Anas ra),&lt;br /&gt;maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : &lt;b&gt;“Wahai Allah Perbanyak Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” &lt;/b&gt; (Shahih Muslim hadits no.660).&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya” &lt;/b&gt; (Shahih Bukhari hadits no.3356) .&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling dermawan, dan manusia yang paling berani saw” &lt;/b&gt; (Shahih Bukhari hadits no.5686).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra :&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” &lt;/b&gt; (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang Maha Tunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya, Sebagaimana sabda beliau saw : &lt;b&gt; “Dijadikan kesenanganku adalah shalat” &lt;/b&gt;. Shalat merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan &lt;b&gt;“Shalat adalah Cahaya” &lt;/b&gt;, demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yang diawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul ‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyu maka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa- dosanya, lalu ia ruku’, bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah Naungan Kelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatu ibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa, Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’, Sujud, khusyu, Tuma’ninah….., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna. Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna ini…, tak luput…., tak luput…, tak luput…., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…&lt;br /&gt;diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw… diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw… diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…&lt;br /&gt;dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya….”, kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah telah berfirman &lt;b&gt;“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN” &lt;/b&gt;.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahwa mendatangi panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat&lt;br /&gt;perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekor lagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : &lt;b&gt;“Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yang paling kucintai” &lt;/b&gt; (Shahih Muslim hadits no.2313).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alangkah penyantunnya Nabi kita ini, bukanlah kecintaan Sofwan karena pemberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Unta hampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100 ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi yang lebih dicintainya selain Muhammad saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besar penghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw, bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimana sabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (Shahih Bukhari hadits no.3854).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammad saw, mencintai Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta : “Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia, maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahan Bumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur dan terdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw….!, Maka Beliau saw dicintai Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orang mukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM” &lt;/b&gt; (QS Al Ahzab-56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kenalilah Akidahmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-33842394551447189?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/33842394551447189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/wahai-idolaku-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/33842394551447189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/33842394551447189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/wahai-idolaku-muhammad-saw.html' title='WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-6141501746558435048</id><published>2009-11-22T21:09:00.001-08:00</published><updated>2009-11-22T21:17:22.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD S.A.W</title><content type='html'>KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD S.A.W:&lt;br /&gt;(Lembah Uranah, Arafat, 9 Dzulhijjah, 10 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, dengarkanlah dengan sungguh-sungguh, karena aku tidak tahu apakah setelah tahun ini, aku masih akan berada di antara kalian. Karena itu dengarkanlah dengan seksama apa yang akan kusampaikan, dan sampaikan kata-kata ini kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sama seperti kamu menganggap bulan ini, hari ini, dan tempat ini sebagai suci, perlakukanlah hidup dan harta setiap muslim sebagai hal yang suci. Kembalikanlah barang yang dipercayakan padamu kepada pemiliknya yang sah. Jangan sakiti seseorang sehingga tidak ada yang akan menyakitimu. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan bertemu Tuhanmu, dan bahwa DIA akan benar-benar menghitung amal ibadahmu. ALLAH telah melarang kamu mengambil riba (bunga uang) dan karena itu sejak saat ini semua kewajiban bunga uang harus dihapuskan. Tetapi, modal pokokmu adalah milikmu yang boleh engkau simpan. Janganlah kamu menyebabkan atau menderita karena ketidakadilan. ALLAH telah memutuskan bahwa tidak ada bunga uang dan bahwa semua bunga uang yang terhutang dari Abbas Ibn' Abdul Muthalib sejak saat ini harus dihapuskan. Setiap hak yang timbul dari pembunuhan dalam masa pra-Islam hapus sejak saat ini dan hak pertama yang aku hapuskan adalah yang berasal dari pembunuhan Rabiah ibn Al-Haritibn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, tidak beriman orang-orang yang mempermainkan aturan untuk menghalalkan yang telah dilarang oleh ALLAH, dan untuk melarang yang sudah diizinkan ALLAH. Dengan nama ALLAH, terdapat dua belas bulan (dalam setahun). Empat diantaranya suci. Tiga dari empat bulan ini berturut-turut, dan satu terletak diantara bulan Jumada dan Sha'ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah terhadap setan demi keselamatan agamamu. Dia telah kehilangan semua harapan untuk dapat menjerumuskanmu dalam kesalahan-kesalahan yang besar, karena itu hati-hatilah agar tidak mengikutinya dalam hal-hal kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, benar bahwa kamu memiliki hak-hak tertentu atas wanita-wanitamu, tetapi mereka juga punya hak-hak  atas engkau. Ingatlah bahwa kamu mengambil mereka sebagai istrimu hanya dengan kepercayaan ALLAH dan dengan izinNYA. Jika mereka mematuhi hak-hakmu maka mereka berhak atas makanan dan pakaian yang diberikan dengan kebaikan. Perlakukanlah wanita-wanitamu dengan hormat dan baik karena mereka adalah pasangan dan penolongmu yang setia. Dan menjadi hakmu untuk menentukan agar mereka tidak berkawan dengan orang-orang yang tidak engkau setujui, dan agar mereka tidak menjadi nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, dengarkan aku dengan sungguh-sungguh, beribadahlah kepada ALLAH, shalatlah lima waktu dalam sehari, puasalah dalam bulan Ramadhan, dan berikanlah hartamu dalam bentuk zakat. Kerjakan haji jika kamu mampu. Semua manusia berasal dari Adam dan Hawa, seorang Arab tidak memiliki kelebihan diatas non-Arab, dan seorang non-Arab tidak memiliki kelebihan diatas Arab; juga seorang putih tidak memiliki kelebihan diatas seorang hitam, tidak juga seorang hitam memiliki kelebihan atas orang putih, kecuali dalam ketakwaan dan ibadahnya. Camkanlah bahwa setiap muslim adalah saudara bagi setiap muslim dan bahwa umat Islam merupakan suatu persaudaraan. Tidak boleh harta seorang muslim menjadi hak seorang muslim lain kecuali jika sudah diberikan secara suka rela dan ikhlas. Karena itu, jangan lakukan perbuatan tidak adil pada dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, suatu hari kamu akan berhadapan dengan ALLAH dan mempertanggungjawabkan tindakan-tindakanmu. Karena itu, berhati-hatilah, jangan keluar dari jalan kebenaran setelah aku tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semua yang mendengarku harus menyampaikan kata-kataku kepada yang lain, dan orang-orang tersebut kepada yang lainnya lagi; dan semoga orang terakhir yang mendengarnya memahami kata-kataku lebih baik daripada yang mendengar dariku secara langsung. Ya ALLAH, jadilah saksiku bahwa aku telah menyampaikan pesanMU kepada hambaMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi kita semua agar kita semakin cinta dengan manuasia biasa yang sangat luar biasa, Sayyidina Muhammad. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak dan berkumpul bersama beliau..&lt;br /&gt;Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-6141501746558435048?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/6141501746558435048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/khutbah-terakhir-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/6141501746558435048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/6141501746558435048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/11/khutbah-terakhir-nabi-muhammad-saw.html' title='KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD S.A.W'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-2002386697134764092</id><published>2009-09-12T07:09:00.000-07:00</published><updated>2009-11-22T21:14:23.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KHOTBAH SYEKH ABDULQADIR JAILANI</title><content type='html'>KHOTBAH SYEKH ABDULQADIR JAILANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah SYEKH ABDULQADIR JAILANI ini disampaikan oleh Habib Anis Al-Habsyi di Masjid Al-Riyadh, Gurawan, Solo pada malam khataman tanggal 29 Ramadhan 1425 H/11 November 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha besar Allah, Yang Maha agung&lt;br /&gt;Yang telah menciptakan manusia dan menyempurnakannya&lt;br /&gt;Yang menetapkan agama dan menjelaskannya&lt;br /&gt;Yang memancarkan cahaya dn menyebarkannya&lt;br /&gt;Yang membatasi rezeki dan melimpahkannya&lt;br /&gt;Yang memberi mudarat dan manfaat kepada hambanya&lt;br /&gt;Yang menciptakan sumber air dan mengalirkannya&lt;br /&gt;Yang menjadikan langit sebagai atap kemudian meninggikannya&lt;br /&gt;Yang mendatarkan bumi dan merendahkannya&lt;br /&gt;Yang menggerakan bulan dan menerbitkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Allah&lt;br /&gt;Yang tinggi dan mulia kedudukan-Nya&lt;br /&gt;Yang perkasa dan indah kekuasaan-Nya&lt;br /&gt;Tiada tercela ciptaan-Nya&lt;br /&gt;Tiada yang kuasa mengubah ketetapan-Nya&lt;br /&gt;Tak akan terhina orang yang dimuliakan-Nya&lt;br /&gt;Tak akan mulia orang yang direndahkan-Nya&lt;br /&gt;Tiada yang dapat memisahkan apa yang telah dipersatukan-Nya&lt;br /&gt;Tiada sekutu bagi-Nya&lt;br /&gt;Tiada Tuhan selain Dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa bertasbih kepadanya:&lt;br /&gt;Para malaikat yang mulia&lt;br /&gt;Tetumbuhan dan hewan&lt;br /&gt;Angin dan awan&lt;br /&gt;Cahaya dan kegelapan&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, seru sekalian alam&lt;br /&gt;Semoga kepada Nabi Muhammad SAW dilimpahkan shalawat dan salam&lt;br /&gt;Juga kepada kedua kakeknya&lt;br /&gt;Nabi Adam  AS dan Nabi Ibrahim AS&lt;br /&gt;Kepada keluarganya yang suci&lt;br /&gt;Sahabatnya yang terpilih&lt;br /&gt;Segenap istrinya yang suci&lt;br /&gt;Ibu kaum mukminin dan seluruh kaum pengikut mereka&lt;br /&gt;Juga kepada kita sekalian bersama mereka dengan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Ya Arhamarrahimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin rahimakumullah&lt;br /&gt;Ketahilah, malam ini adalah malam perpisahan dengan bulan yang mulia dan penuh keberkahan&lt;br /&gt;Bulan yang penuh ibadah yang siang harinya untuk puasa dan sedekah, malamnya untuk tarawih dan tilawah&lt;br /&gt;Bulan yang dijadikan penerang bagi bulan-bulan lainnya&lt;br /&gt;Allah telah menurunkan Quran di dalamnya&lt;br /&gt;Pintu tobat dibuka seluas-luasnya&lt;br /&gt;Tiada doa yang tidak didengar-Nya&lt;br /&gt;Tiada kebaikan yang tidak dihimpun-Nya&lt;br /&gt;Tiada mara bahaya yang tidak ditolak-Nya&lt;br /&gt;Tiada amal baik yang tidk diangkat-Nya&lt;br /&gt;Orang yang berjaya adalah mereka yang menggunakan kesempatan sebaik-baiknya&lt;br /&gt;Orang  merugi dan tertipu ialah mereka yang melewatkan dan menyia-nyiaknnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang ditetapkan Allah sebagai bulan pengampun&lt;br /&gt;Siapa yang beramal baik jadilah amal itu sebagai tabungan dan simpanan masa depan&lt;br /&gt;Bulan yang orang fasik pun merasa malu lalu mengurangi perbuatan buruknya&lt;br /&gt;Dan orang yang rindu kepada Allah terbakar semangat ibadahnya&lt;br /&gt;Hati ramai dengan zikrullah&lt;br /&gt;Masjid tenang bermandikan cahaya penuh sesak dengan manusia&lt;br /&gt;Seiring dengan tibanya waktu buka puasa, para malaikat turun  dengan daftar enam ratus ribu orang yang dibebaskan dari api neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Allah berulang kali dibaca&lt;br /&gt;Hati menjadi tenang&lt;br /&gt;Malaikat rahmat turun dan sibuk memohonkan ampun&lt;br /&gt;Bidadari berucap dari surga: “Berbahagialah kalian wahai laki-laki dan perempuan yang telah bersusah payah berpuasa dan beribadah”&lt;br /&gt;Penghuni bumi dan langit pun turut bergembira atas kenikmatan yang Allah sediakan untuk kalian semua&lt;br /&gt;Allah selalu melimpahkan rahmat kepada hamba-Nya yang rajin berbekal untuk akhirat&lt;br /&gt;Ia tampak tak tenang, resah, dan gelisah ketika sadar bahwa kini adalah saat berpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai Ramadan&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai bulan terawih, ibadah, dan tilawah Al-Quran&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai bulan pengampun&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai bulan barokah dan kebaikan&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai bulan pemberian dan keridaan&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagimu wahai bulan ibadah dan pengabdian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bulan Ramadan bolehkah kami ucapkan selamat tinggal untuk sementara, bukan selamanya?&lt;br /&gt;Yakinlah, bukan karena benci kami berpisah denganmu&lt;br /&gt;Apakah kamu ‘kan kembali setelah perpisahan?&lt;br /&gt;Ataukah ajal lebih dahulu menjemput kami?&lt;br /&gt;Lampu yang sekarang menerangi masjid kami akan segera padam&lt;br /&gt;Akan putus pula solat Tarawih&lt;br /&gt;Kembalilah kami seperti keadaan semula&lt;br /&gt;Berpisah dengan bulan puasa dn ibadah&lt;br /&gt;Siapakah diantara kita yang diterima amal ibadahnya?&lt;br /&gt;Kepadamu kami ucapkan salam sejahterah&lt;br /&gt;Berbahagialah atas rahmat pengampunan dan ganjaran yang dilimpahkan Allah kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kamu, wahai yang ditolak amalnya betapa besar malapetaka menimpamu&lt;br /&gt;Manakah penyesalanmu?&lt;br /&gt;Mana cucuran air matamu?&lt;br /&gt;Sampai kapan kau tunda tobatmu?&lt;br /&gt;Sampai tahun depankah?&lt;br /&gt;Atau sampai habis kekuatanmu?&lt;br /&gt;Kamu tidak mengetahui ketentuan Allah dan batas umurmu&lt;br /&gt;Begitu banyak orang berkeinginan namun tak berhasil mencapainya&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang hampir saja mencapai cita-cita namun gagal di perjalanan&lt;br /&gt;Berapa banyak orang menyiapkan minyak wangi untuk hari raya namun menjadi pengharum liang kuburnya&lt;br /&gt;Pakaian baru untuk hari raya berganti dengan sepotong kain kafan pembungkus tubuhnya&lt;br /&gt;Membayangkan berbuka puasa bersama keluarga ternyata berakhir terkurung di liang kuburnya&lt;br /&gt;Begitu banyak orang berharap dapat berpuasa di bulan ini namun ternyata Allah menentukan lain dan mereka tak dapat hadir bersama kita&lt;br /&gt;Bersyukurlah karena kalian hampir menyeselaikannya&lt;br /&gt;Mohonlah agar Allah menerima amal ibadah kita&lt;br /&gt;Kalian akan pisah dengan bulan mulia bulan yang penuh pemberian dan kemurahan&lt;br /&gt;Mna orang yang tahun lalu berpuasa dan beribadah bersama kita?&lt;br /&gt;Ruang yang biasa mereka tempati di masjid kosong&lt;br /&gt;Mereka terbujur di liang kubur tak kuasa memberi manfaat dan mudarat&lt;br /&gt;Mereka terbaring di perut bumi menanti tiupan sangsakala kemudian di giring ke masyar dengan tubuh bergemetaran penuh rasa takut menunggu giliran hisab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadullah, wahai hamba-hamba Allah siapa yamg berhasil mencegah dirinya dari hal-hal haram di bulan ini hendaklah ia menolak di bulan lainnya&lt;br /&gt;Sebab, Tuhan bulan ramadhan adalah juga Tuahn bulan lainnya&lt;br /&gt;Ia Maha Mengetahui dan Maha Melihat semua yang tejadi pada bulan-bulan itu&lt;br /&gt;Allahuma, ya Allah&lt;br /&gt;kami telah melakukan ibadah yang jauh dari sempurna kami hanya kerjakan sedikit dari kewajiban kami semua&lt;br /&gt;Kami berhenti di pintu-Mu mengharap kemurahan-Mu&lt;br /&gt;Jangan engkau tolak dan kecewakan kami, jangan jadikan kami berputus asa mengharap rahmat-Mu&lt;br /&gt;Perbaikilah keadaan hati kami tutupilah kejelekan dan keburukan kami&lt;br /&gt;ampunilah kami atas dosa-dosa kami, jadikanlah hari kiamat sebagai saat yang paling menyenangkan bagi kami&lt;br /&gt;Jangan palingkan wajah-Mu yang mulia dari kami, ya Allah&lt;br /&gt;Jadikan ibadah kami sebagai amal yang di ridhai, usaha yang kami lakukan sebagai usaha yang terpuji dan bagian ganjaran kami adalah bagian yang terbanyak pada malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Para ahli kubur sedang menanggung dosa dibelenggu oleh amal jeleknya di dunia&lt;br /&gt;Dirundung kesepian musafir yang tidak diharapkan kembalinya&lt;br /&gt;Pupus sudah keelokan parasnya ulat dan cacing berpesta pora dalam tubuhnya&lt;br /&gt;Terbujur tak kuasa bicara dikelilingi tetangga yang tidak saling berkunjung dan bertutur sapa&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang malas dan ada yang bersungguh-sungguh dalam beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Kepada mereka yang gembira berikanlah kemuliaan dan tambahkan kegembiraan&lt;br /&gt;Kepada mereka yang sengsara gantikan kesedihannya dengan kegembiraan&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Jadikanlah kubur mereka penuh dengan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Wadah yang menampung kemurahan-Mu&lt;br /&gt;Tempat melintasnya kebaikan-Mu&lt;br /&gt;Jalur lewatnya ampunan dan magfirah-Mu&lt;br /&gt;Sehingga mereka tidak gelisah merasakan kesejukan dan ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Jangan engkau tinggalkan kami pada malam ini&lt;br /&gt;Kecuali setelah engkau ampuni kami atas dosa-dosa kami&lt;br /&gt;Setelah engkau hilangkan kesusahan kami&lt;br /&gt;Setelah engkau sembuhkan penyakit kami&lt;br /&gt;Setelah engkau selamatkan saudara kami yang sedang diuji&lt;br /&gt;Setelah engkau terima hamba-hamba-Mu yang berbuat keji&lt;br /&gt;Setelah engkau jelaskan kebenaran kepada kami&lt;br /&gt;Setelah engkau pulangkan dengan selamat kepada mereka yang pergi&lt;br /&gt;Setelah engkau hentikan mereka yang berbuat maksiat&lt;br /&gt;Setelah engkau mudahkan urusan dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Hapuskan dosa kami&lt;br /&gt;Dosa kedua orangtua kami&lt;br /&gt;Dosa saudara laki-laki dan permpuan kami&lt;br /&gt;Dosa teman-teman kami&lt;br /&gt;Dosa para guru kami&lt;br /&gt;Dosa orang yang pernah mengajar dan belajar kepada kami&lt;br /&gt;Dosa orang-orang yang memohon doa dari kami&lt;br /&gt;Dosa orang yang pernah berdoa untuk kami&lt;br /&gt;Dosa orang yang mencintai kami demi Engkau&lt;br /&gt;Dosa orang-orang yang membela kami dan kami membelanya demi Engkau&lt;br /&gt;Dosa mereka semua, ya Allah&lt;br /&gt;Mereka yang masih hidup maupun yang sudah meninggal&lt;br /&gt;Birahmatika  ya Arhamarrahimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;br /&gt;Kepada mereka yang dikubur  dan seiman dengan kami&lt;br /&gt;sampaikan cahaya dan kelapangan&lt;br /&gt;balaslah kebaikan mereka dengan kebaikan&lt;br /&gt;balaslah kejahatan mereka dengan pengampunan&lt;br /&gt;Limpahkanlah rahmat dan pengampunan-Mu kepada kami kelak jika kami telah menyusul dn berkumpul bersama mereka&lt;br /&gt;Birahmatika  ya Arhamarrahimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;br /&gt;Berilah kami manfaat Al-Quran yang telah engkau tinggikan kedudukannya&lt;br /&gt;Engkau kukuhkan tiang-tiangnya&lt;br /&gt;Engkau perkuat keperkasaannya&lt;br /&gt;Engkau jelaskan buktinya&lt;br /&gt;Engkau jadikan bahasa arab sebagai bahasa pengantarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma, ya Rabi&lt;br /&gt;Jadikanlah khataman ini penuh dengan berkah yang meliputi pembacanya, pendengarnya, pengunjungnya, dan pengamin doanya&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;br /&gt;Sampaikanlah barakahnya kepada orang-orang yang tinggal di rumah-rumah mereka yang tinggal di pegunungan yang tinggal di Makkah dan Madinah&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;br /&gt;Jauhkanlh kami dari keburukan orang-orang yang jahat dari segala tipu muslihat&lt;br /&gt;Hidupkan kami dalam kecintaan kepada para sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi kita semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-2002386697134764092?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/2002386697134764092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/khotbah-syekh-abdulqadir-jailani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2002386697134764092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2002386697134764092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/khotbah-syekh-abdulqadir-jailani.html' title='KHOTBAH SYEKH ABDULQADIR JAILANI'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-7605568998401436111</id><published>2009-09-08T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T07:06:26.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KISAH 7 MALAIKAT PENJAGA PINTU LANGIT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allah mencipatakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ibnu mubarak mengatakan bahwa Khalid bin Ma’dan bekata kepada sahabat Mu’adz bin Jabal RA, “Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW, yang kau menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang menurut pendapatmu paling penting?”&lt;br /&gt; Mu’adz menjawab, “Baiklah  akan kuceritakan.” Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga lama sekali, lalu ia bertutur, ”Hmm, sungguh kangennya hati ini kepada Rasulullah SAW, ingin rasanya segera bersua dengan beliau.” Ia melanjutkan, ”Suatu saat aku menghadap Rasulullah SAW. Beliau menunggangi seekor unta dan menyuruhku naik di belakangnya, maka berangkatlah kami dengan unta tersebut. Kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, dan berdoa, Puji syukur ke hadirat Allah, yang maha berkehendak kepada Mahluk-nya menurut Kehendak-nya.”&lt;br /&gt; Kemudian beliau SAW berkata, “Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang, apabila engkau hafalkan, akan berguna bagimu, tapi kalau engkau sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak di hadapan Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Amal yang tertolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hai Mu’adz!  Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum dia menciptakan langit dan bumi. Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh malaikat  pintu sesuai kadar pintu dan keagungannya. Maka malaikat hafazhah (malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang) naik kelangit dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya matahari. Ia, yang menganggap amal orang tersebut itu banyak, memuji amal-amal orang itu.&lt;br /&gt; Tapi sampai di pintu langit pertama, berkata malaikat penjaga pintu langit itu kepada malaikat hafazhah, tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga tukang pengumpat, aku di perintahkan untuk tidak menerima masuk tukang mengumpat orang lain. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya.&lt;br /&gt; Keesokan harinya, ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal shalih seorang lainnya yang cahayanya berkilauan. Ia juga memujinya lantaran begitu banyaknya amal tersebut. Namun malaikat di langit kedua mengatakan, Berhentilah dan tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan. Allah memerintahku untuk menahan amal seperti ini, jangan sampai lewat hingga langit berikutnya. Maka seluruh malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari.&lt;br /&gt; Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhah dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun saat sampai  di pintu langit ketiga, berkata malaikat penjaga pintu langit ketiga, Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku malaikat penjaga orang yang sombong. Allah memerintahkanku  untuk tidak menerima orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya, salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lain.&lt;br /&gt; Kemudain ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit keempat, membawa amal seseorang yang bersinar bagaikan bintang paling besar, suaranya bergemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, shalat, naik haji, dan umrah. Tapi ketika sampai di langit keempat, malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada maalikat hafazhah, Berhentilah jangan dilanjutkan. Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga orang-orang yang suka ujub (membangga-banggakan diri). Aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub. Jangan sampai amal itu melewatiku untuk mencapai langit berikutnya, sebab ia kalau amal selalu ujub.&lt;br /&gt; Kemudian naik lagi malaikat hafazhah ke langit kelima, membawa amal hamaba yang diarak bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya, amal yang begitu bagus, seperti amal jihad, haji, dan umrah. Cahaya amal itu bagaikan matahari. Namu begitu sampai di langit kelima, berkata penjaga pintu langit kelima, aku ini penjaga sifat hasud (dengki, iri hati). Pemilik amal ini, yang amalnya sedemikian bagus, suka hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Sungguh ia benci kepada apa yang diridhai Allah SWT. Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal orang seperti ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnya.&lt;br /&gt; Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, umrah, dan haji. Tapi saat ia samapai di langit keenam, malakat penjaga pintu ini mengatakan, aku ini malaikat penjaga rahmat. Amal yang seolah-olah bagus ini, tamparkanlah ke wajah pemiliknya. Salah endiri ia tidak pernah mengasihi orang. Apabila ada orang lain yang mendapat musibah, ia merasa senang. Aku diperintahkan agar amal seperti ini tidak melewatiku hingga dapat sampai pada pintu berikutnya.&lt;br /&gt; Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik ke langit ketujuh dengan membawa amal seorang yang berupa macam-macam sedekah, pusa, shalat, jihad, dan kewara’an. Suaranya pun bergemuruh bagaikan gledek. Cahayanya bagaikan kilat. Namun tatkala sampai dilangit yang ketujuh, malaikat penjaga langit ketujuh mengatakan, aku ini penjaga sum’ at  (ngin terkenal). Sesungguhnya orang ini ingin dikenal dalam kumpulan-kumpulan, selalu ingin terlihat lebih unggul disaat berkumpul, dan ingin mendapat pengaruh dari pemimpin. Allah memerintahkanku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku. Setiap amal yang tidak bersih karena Allah, itulah yang disebut riya’. Allah tidak akan menerima amal orang-orang yang riya’.&lt;br /&gt; Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik membawa amal seorang hamba: shalat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlq yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, selalu berdzikir kepada Allah. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkn ampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah SWT. Para malaikat itu berdiri di hadapan Allah. Semua menyaksikan bahwa amal ini adalah amal yang shalih dan ikhlas karena Allah SWT. Namun Allah berfirman, ‘kalian adalah hafazhah, pencatat amal-amal hamba-Ku. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku. Yang dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah aku. Amal ini tidak diikhlaskan demi aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan ini. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhah). Tapi aku tak kan tertipu olehnya.&lt;br /&gt; Aku ini yang paling tahu akan hal-hal yang ghaib. Akulah yang melihat isi hatinya, dan tidak akan samar kepada-Ku setiap apa pun yang samar. Tidak akan tersembunyi bagi-Ku  setiap apa pun yang tersembunyi. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjaid. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang akan datang. Pengetahuan-Ku kepada orang-orang terdahuluku sebagai mana pengetahuan-Ku kepada orang-orang yang kemudian. Aku lebih tahu atas apa pun yang lebih samar daripada rahasia. Bagaiman bisa amal hambaku menipuku. Dia bisa menipu mahluk-mahluk ,yang tidak tahu, sadengkan aku ini yang mengetahui hal-hal yang ghaib. Laknat-Ku tetap kepadanya.&lt;br /&gt; Tujuh malaikat hafazhah yang ada pada saat itu dan 3.000 malaikat lain yang mengiringinya menimpali, ‘ Wahai Tuhan kami, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan alaknat kami kepadanya.’ Maka semua yang ada di langit pun mengatakan, tetaplah laknat Allah dan laknat mereka yang melaknat kepadanya.&lt;br /&gt;  Mu’adz pun kemudian menangis terisak-isak dan berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana aku bisa selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu?” Rasulullah Saw menjawab, “Wahai Mu’adz, ikutlah Nabimu dalam hal keyakinan!” Mu’adz berkata lagi, ”wahai Tuan, engkau adalah Rasulullah. Sedangkan aku ini hanyalah si Mu’adz bin Jabal, bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?” Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu, jangan samai menjelek-jelekan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama. Apabila engkau menjelek-jelekan orang lain, ingatlah pada dirimu sendiri. Sebagaimana engkau tahu, dirimu pun penuh dengan aib. Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekan orang lain. Jangan mengangkat diri sendiri dengan menekan orang lain. Jangan riya’ dengan amalmu agar di ketahui orang lain. Janganlah termaksud golongan orang yg mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal di sebelahmu ada orang lain yg tidak di ajak berbisik. Jangan takabur kepada orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut akan keburukan akhlaqmu itu. Jangan mengukit-ukit apabila berbuat kebaikan. Jangan merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan di robek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman Allah, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Wannaasyithaati nasythaa.’ &lt;/span&gt;(di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya). Aku (Mu’adz) berkata, ‘Ya Rasulullah, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini?’ Jawab Rasulullah SAW, ‘Wahai Mu’adz, yang kuceritakan tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukup untuk mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu. Apabila bisa seperti itu, engkau akan selamat erhindar dari penderitaan itu’.” Khalid bin Ma’dan (yang meriwayatkan hadits itu dari Mu’adz RA) mengatakan, “Mu’adz sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al Quran, mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al Quran dalam majelisnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;majalah alkisah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-7605568998401436111?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/7605568998401436111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/allah-mencipatakan-tujuh-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7605568998401436111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7605568998401436111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/allah-mencipatakan-tujuh-malaikat.html' title='KISAH 7 MALAIKAT PENJAGA PINTU LANGIT'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-8154559058037433035</id><published>2009-09-08T07:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T07:48:32.606-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>RIYA' MENGIKIS HABIS PAHALA</title><content type='html'>Seruan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga batiniah. Justru aspek batiniah itulah dasar setiap amal. Karena itulah, Nabi menegaskan pentingnya niat yang lurus sebelum melaksanakan amal ibadah, supaya nantinya tidak sia-sia. Dalam kitabnya yang kondang, Shahih Bukhari, Imam Bukhari mengutip Sayyidina Umar bin Khaththab ketika meriwayatkan hadits pertama dari Nabi Muhammad SAW, bahwa perbuatan itu tergantung pada niatnya. Nabi memberikan contoh, “barang siapahijrah karena Allah dan Rasulnya, sebenarnya hijrahnya itu adalah untuk Allah dan Rasulnya. Namun, barang siapa hijrah karena mengharapkan hal-hal duniawi atau menikahi seseorang wanita, itulah yang akan diperolehnya.”&lt;br /&gt;Pentingnya niat bagi sebuah perbuatan akan berdampak besar di akhirat nanti. Di dunia seseorang bisa saja mengira bahwa ibadah yang ia lakukan sudah baik dan benar, tetapi, jika ternyata di dalam hatinya terkandung riya’ dan sum’ah, sia-sialah ia mengharapkan pahala di akhirat. Imam Muslim dalam kitabnya yang terkenal, Shahih Muslim, lebih merinci berbagai contoh tentang orang yang salah niat dalam beribadah. Khususnya ketika terbuka kedoknya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bukan karena Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya manusia yang mula pertama amalnya diputuskan nanti pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid yang kepadanya dihadapkan dan diperlihatkan nikmat yang telah diterimanya dan ia pun mengakuinya, lantas ia ditanya: dipergunakan untuk apa nikmat itu? Ia menjawab: Aku berjuang pada jalan-Mu, sehingga aku mati syahid.&lt;br /&gt; Allah berfirman: Engkau bohong. Engkau berjuang agar dikatakan sebagai pemberani, dan itu sudah diakui.Kemudian Allah memerintahkan agar orang itu diseret sampai akhirnya dilemparkan ke dalam api neraka.&lt;br /&gt; Kedua, seseorang yang belajar dan mengajar serta suka membaca Al-Quran yang kepadanya dihadapkan dan diperlihatkan nikmat yang telah diterima dan ia pun mengakuinya, lantas ia ditanya: dipergunakan untuk apa nikmat itu? Ia menjawab: Aku pergunakan untuk belajar dan mengajar Al-uran untuk-Mu.&lt;br /&gt; Allah berfirman: Engkau dusta. Engkau belajar Al-Quran agar dikatakan sebagai orang yang pandai, dan engkau suka membaca Al-Quran  agar dikatakan sebagai qari’. Dan hal itu sudah diakui. Allah kemudian memerintahkan agar orang itu diseret sampai akhirnya dilemparkan ke dalam api neraka.&lt;br /&gt;            Ketiga, seseorang  dilapangkan rizqinya dan dikarunia berbagai macam kekayaan ke padanya dihadapkan dan diperlihatkan nikmat yang telah di terimanya dan ia pun mengakuinya, lantas ia ditanya: di pergunakan untuk apa nikmat itu? Ia menjawab: semua jalan yang engkau sukai harus dibantu, maka aku membantunya karena engkau.&lt;br /&gt;             Allah berfiman: engkau bohong. Engkau berbuat seperti itu agar dikatakan sebagai orang yang pemurah, dan itu sudah diakui. Kemudian Allah memerintahkan agar orang itu di seret sampai akhirnya dilemparkan ke dalam neraka’. Dalam sebuah hadits dikatakan, tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sifat ritya’, walau sebesar zarah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-8154559058037433035?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/8154559058037433035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/seruan-nabi-muhammad-saw-kepada-umatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8154559058037433035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8154559058037433035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/seruan-nabi-muhammad-saw-kepada-umatnya.html' title='RIYA&apos; MENGIKIS HABIS PAHALA'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-4365660025106749055</id><published>2009-09-08T07:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T07:08:17.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>PAHALA ATAS SHALAWAT</title><content type='html'>Diriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda, “Di saat aku tiba di langit di malam Isra Mi’raj, Aku melihat malaikat yang memiliki seribu jari. Aku melihat dan menghitung jarinya satu per satu. Aku bertanya kepada Jibril AS, pendampingku, ‘Siapa gerangan maliakat itu, dan apa tugasnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jibril berkata, ‘Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi’. Rasulullah SAW lalu bertanya kepada malaikat tadi, “apakah engkau tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dai langit ke bumi sejak diciptakan Adam AS?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wahai Rasulullah SAW, demi yang telah mengutusmu dengan hak, kebenaran, sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam AS sampai sekarang ini. Begitu pula, aku mengetahui jumlah tetesan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan, ke gunung, ke lembah, ke sungai, ke sawah, dan ke tempat-tempat yang tidak diketahui manusia,” jawab malaikat itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mendengar uraian malaikat itu, Rasulullah sangat takjub, bangga atas kecerdasanya dalam menghitung tetesan air hujan. Kemudian malaikat tadi berkata lagi kepada beliau, “Wahai Rasulullah SAW, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari, juga diberikan kepandaian dan kemampuan menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, aku juga memiliki kekurangan dan kelemahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Apa kekurangan dan kelemahanmu?” Tanya Rasulullah SAW. Kekurangan dan kelemahanku , wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di suatu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyak pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas shalawat yang mereka ucapkan atas dirimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allahumma shalli a’la sayyidin Muhammadin wa a’al alihi wa shahbihi wa salim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-4365660025106749055?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/4365660025106749055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/pahala-atas-shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4365660025106749055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4365660025106749055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/pahala-atas-shalawat.html' title='PAHALA ATAS SHALAWAT'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-4139100219312468985</id><published>2009-09-01T07:24:00.001-07:00</published><updated>2009-09-01T07:26:33.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Munculnya Dajjal Pendusta Yang Mengaku Utusan Allah SWT</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="td"&gt;&lt;strong&gt;قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;لَا تَقُومُ السَّاعَةُ َحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ، قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ، أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ، وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ الْقَتْلُ، وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(  صحيحالبخاري  )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Tiada akan datang hari kiamat hingga dimunculkan dajjjal dajjal pendusta, sekitar tiga puluh jumlahnya, kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, dan hingga tercabutnya ilmu, dan kerap kalinya gempa bumi, dan semakin dekatnya waktu, dan munculnuya fitnah fitnah, dan banyaknya pembunuhan, dan kemudian berlimpahnya harta pada kalian” (Shahih Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Limpahan puji kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur,Yang Maha Bercahaya Menerangi Alam Semesta dengan cahaya rahmat-Nya yang fana dan yang abadi. Cahaya rahmat -Nya yang fana menerangi seluruh alam semesta, cahaya rahmat-Nya yang kekal dan abadi menerangi wajah muslimin dan muslimat dengan kalimat tauhid. Menerangi jiwa mereka dengan ketaatan dan menerangi hari – hari mereka dengan pengampunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-169"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maha suci Allah Swt Yang Maha Luhur, Maha Abadi, Maha Sempurna dan Maha Memiliki Kesempurnaan Maha Memiliki Kebahagiaan, Maha Memiliki Kesejahteraan, Maha Membagi – bagikan kepada hamba – hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Beruntunglah mereka – mereka yang semakin dekat kepada Allah Swt, maka mereka semakin dekat kepada Sang Pemilik Kebahagiaan. Mereka semakin berhak mendapatkan kesejahteraan, mereka semakin berhak mendapatkan kemudahan, mereka selalu dimanjakan oleh Allah Swt di dunia, di barzah dan di yaumal qiyamah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian keadaan hamba – hamba Allah Swt, mereka melewati cobaan dan musibah maka setelah cobaan dan musibah, akan datang kebahagiaan berlipat ganda yang membuat mereka lupa akan musibahnya, jika datang musibah lainnya Allah Swt akan gantikan dengan kebahagiaan yang lebih besar yang membuat mereka lupa lagi dengan musibahnya yang lalu. Inilah kehidupan mereka di dunia dan lebih – lebih lagi kehidupan mereka di akhirat yaitu kebahagiaan yang tiada akan pernah ada akhirnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Rahasia rahmat Illahi ini tumpah ruah dengan kebangkitan Nabi kita, idola kita, kekasih kita Sayyidina Muhammad Saw yang mana bulan rajab yang mulia ini merupakan salah satu daripada bentuk rahmat-Nya (Allah Swt) yang menuntun kita kepada cinta kita kepada Sayyidina Muhammad Saw, karena di bulan inilah turunnya firman Allah Swt &lt;strong&gt;Innallaha wa malaikatahu yu sholluna a’lan nabiy,&lt;/strong&gt; Sungguh Allah dan para malaikat melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw lalu Allah Swt menyeru kepada hamba – hamba-Nya yang beriman untuk selalu bershalawat dan bersalam kepada Sang Nabi Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adakah kebanggaan yang lebih besar daripada langsung disebut oleh Allah bahwa sungguh Allah dan para malaikat melimpahkan shalawat kepada beliau. Betapa bercahayanya wajah Sang Nabi Saw yang diterangi oleh cahaya shalawat dari Allah Swt dan para malaikat. Betapa terang – benderangnya jiwa beliau, betapa indah dan mulianya derajat beliau yang sedemikian dahsyatnya dimuliakan oleh Allah Swt dan &lt;em&gt;“seseorang itu bersama dengan orang yang dia cintai”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sang Nabi Saw yang diberi kemuliaan oleh Allah Swt membukakan pintu – pintu bagi umat-Nya untuk ingin dekat dengan Allah Swt, ingin sampai kepada kemuliaan, ingin sampai kepada keluhuran, terbukalah bagi mereka pintu cinta. Pintu ittiba dan bagi merekalah terbuka pintu rahasia untuk kedekatan kehadirat Allah Swt dan Rasul Saw yaitu dengan mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya. Kekurangan – kekurangan yang muncul dari perbuatan mereka tidak menjadikan cinta dan rindu mereka kepada Allah Swt dan Rasul Saw itu tidak diakui atau tertolak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian indahnya cinta dan rindu kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Berbeda dengan cinta dan rindu kepada satu makhluk sesama yang lain, jika ada kekurangan dari cinta dan rindunya, sedemikian pula cinta dan rindunya akan sirna dan tertolak hanya gara – gara barangkali hanya pada satu kesalahan, barangkali hanya pada dua kesalahan. Barangkali Kau berbuat salah padaku, dan ia lupa. Sedemikian banyak cinta dan rindu sang kekasih maka ia tertolak. karena apa? Karena berbeda dengan rabbul allamin jalla wa alla yang masih diterima cinta dan rindu hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan berbeda pula dengan Sang Nabi untuk rabbul allamin, Sayyidina Muhammad Saw yang cinta dari batu sekalipun masih diterima oleh beliau. Cinta dari gunung pun masih diterima oleh beliau sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul Saw bersabda &lt;em&gt;“ini gunung hud mencintaiku dan aku mencintai gunung uhud”.&lt;/em&gt; Tentunya gunung pun diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk mencintai Nabi Muhammad Saw, butiran – butiran kerikil dan batu itupun diberi kesempatan oleh Allah untuk mencintai Sang Nabi. Demikian pula batang pohon kurma, demikian pula dengan kota di Madinah dan semua hewan dan makhluk-Nya Allah diberi kesempatan untuk mengidolakan dan mencintai Sang Nabi dan Sang Nabi menjawab cinta mereka seraya bersabda &lt;em&gt;“dan akupun mencintai gunung hud”.&lt;/em&gt; ya Rasulullah ini hanyalah gumpalan batu yang tidak bermakna untukmu tetapi ketika dia mencintai beliau Saw, seindah – indahnya makhluk Allah, makhluk yang paling ramah, makhluk yang paling indah budi pekertinya, makhluk yang tidak mau mengecewakan perasaan siapapun maka gumpalan batu inipun diterima cintanya oleh Rasul Saw dan dijawab oleh Rasul Saw &lt;em&gt;“dan kami pun mencintai gunung uhud”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan pula di dalam Shahih Bukhari yang sering kita dengar, ketika batang pohon kurma ditinggal oleh Sang Nabi yang biasa bersandar padanya disaat berkhutbah maka saat itu batang pohon kurma itu menjerit dengan jeritan yang menyayat hati. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari bahwa jeritan dan tangisan pohon kurma itu terdengar bagaikan jeritan sang bayi yang ditinggal oleh ibunya dan Sang Nabi turun dari mimbar, mendatangi pohon kurma itu dan memeluknya, batang pohon itu dipeluk dan setelah itu tangisnya pun mereda bagaikan bayi ketika dipeluk oleh ibunya dan tersendat – sendat, terisak – isak nafasnya menahan tangis karena telah ditenangkan oleh ibunya sampai perlahan – lahan suara tangisnya semakin pelan dan terdiam. Bagaikan bayi yang kehilangan ibunya dan di peluk dan didekap oleh ibunya sampai masih terisak – isak sesaat kemudian tangisnya terdiam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian keadaan batang pohon kurma, cinta dan tangisnya karena Nabiyyuna Muhammad Saw berpisah dengannya. Biasa Sang Nabi bersandar padanya setiap khutbah, sekali waktu beliau turun maka batang pohon kurma itu menangis. Dan Sang Nabi, wahai yang demikian indah dicipta oleh Allah sebagai raufurrahiim tidak pula mengecewakan daripada batang pohon kurma mencintainya, beliau turun dan memeluk batang pohon kurma itu dan menenangkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al Imam Ibn Hajar meriwayatkan salah satu hadits shahih menukil di dalam Fathul Baari bahwa Rasul berkata “seandainya aku tidak menenangkannya, ia akan terus menjerit hingga yaumil qiyamah dengan tangisnya yang didengar oleh jumlah sahabat yang muttawatir, lebih dari 80 sahabat yang mendengar jerita dan tangis batang pohon kurma ini”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian hadirin – hadirat indahnya alam semesta mencintai Sayyidina Muhammad Saw, demikian kemesraan mereka kepada Sang Nabi. Demikian pula seekor hewan besar di Madinah Al Munawwarah, sebagaimana diriwayatkan di dalam Sirah Ibn Hisyam ketika unta terbesar di Madinah mengamuk dan kita memahami unta itu kalau berdiri perutnya lebih tinggi dari kepala kita, itu unta biasa. Bagaimana kalau unta besar? 1400 tahun yang silam di Madinah Al Munawwarah, unta ini mengamuk dan tidak diketahui sebabnya. Para sahabat menjebaknya di dalam salah satu kandang besar, lantas ketika Rasul Saw dikabari dan beliau mendatangi lalu berkata “bukakan pintu yang menjebaknya ini”. Ya Rasulullah dia ini sedang dalam keadaan mengamuk dan sedang marah, mulutnya yang berbusa dan matanya yang merah ini bias membunuh siapa saja dan jangan – jangan dia mencelakaiku. Rasul Saw berkata “bukakan, bukakan biarkan ia mengetahui aku Rasulullah”. Maka ketika dibukakan pintu itu, unta melihat wajah Muhammad Saw maka unta itu berlari tertunduk – tunduk menciumi kaki Nabi Muhammad Saw. Yang demikian buas dan marahnya, ketika melihat wajah indah, seindah – indahnya wajah yang paling berhak dicintai, ternyata unta ini memiliki kecintaan, kemuliaan dan kerinduan kepada Sang Nabi seraya berlari mendekat tertunduk – tunduk kepalanya dan mencium kaki Sang Nabi lantas ia mendekatkan wajah dan mulutnya ke telinga Sang Nabi dan Rasul Saw mendekatkannya kemudian Rasul Saw berkata “siapa pemilik unta ini?”, salah seorang sahabat Anshar berkata “aku ya Rasulullah”. Ia mengadu padaku karena terlalu banyak disuruh bekerja dan sedikit diberi makan. Unta ini mengadu kepada Rasulullah Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah hewan dan tumbuhan yang sangat mencintai Sang Nabi dan lebih – lebih para sahabat Muhajirin dan Anshar ra. Sebagaimana riwayat Sirah Ibn Hisyam ketika salah seorang wanita dari bani dinar, ketika kembali Sang Nabi dari perang uhud, mendengar kabar suaminya wafat, kakaknya wafat, anaknya wafat, ayahnya wafat, semua keluarga ibu ini wafat dalam syahid di perang uhud. Ayahmu wafat, anakmu wafat, kakakmu wafat, suamimu wafat, tinggallah ia sebatang kara. Ibu ini bertanya “bagaimana keadaan Rasulullah?”, Rasulullah sehat wal afiah, ibu ini datang melihat bagaimana keadaan Sang Nabi dan barangkali juga ingin mengadu kesedihannya, sebatang kara ditinggal semua keluarganya yang wafat di perang uhud. Namun ketika melihat wajah Sang Nabi, ibu itu mengangkat suara di tengah para sahabat &lt;em&gt;“semua musibah asalkan kau baik dan sehat wal afiah, semua musibah adalah kecil di hadapanku ya Rasulullah”.&lt;/em&gt; Biarpun ayah, suami, anak, kakak dan seluruh keluarga wafat asalkan kau baik dan sehat wal afiah. Demikian cintanya seorang wanita Anshar kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga diriwayatkan ketika seorang sahabat ditangkap dan ia sampai dibawa oleh Abu Sofyan sebelum Abu Sofyan masuk islam maka berkata Abu Sofyan “wahai engkau kini Muhammad sedang tenang – tenang di rumah bersama keluarganya, dan sebentar lagi istrimu jadi janda dan anakmu jadi yatim. Ayo mau kau tukar posisimu dengan Muhammad saat ini?”, maka ia berkata “Demi Allah kalau seandainya aku harus wafat dan selesai seluruh permasalahanku ini, aku dibunuh dan dikuliti itu jauh lebih kupilih dari sebutir duri menusuk kaki Rasulullah Saw”. Demikian cintanya mereka kepada terhadap Nabiyyuna wa Syafiuna Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadirin – hadirat dan keberkahan itu tidak sirna dan sampialh kita di bulan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Mengingat peristiwa – peristiwa agung di Madinah Al Munawwarah dan Rasul Saw menjadikan keberkahan berlanjut dan Allah memberi keberkahan pada Sang Nabi tidak hanya di saat beliau hidup tapi bekas – bekas peninggalan beliau diabadikan oleh Allah Swt keberkahannya. Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika di Madinah Al Munawwarah, Rasulullah Saw bersabda “kelak di akhir zaman akan munjul dajjal yang akan terus menyerang semua fihak dan semua tempat sampai ia di Madinah Al Munawwah dan dajjal tidak bisa masuk ke Madinah Al Munawwarah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai disini Rasul Saw berkata maka akan berguncang Madinah dengan 3 kali gempa. Madinah tidak pernah gempa, sepanjang Rasul Saw masuk ke Madinah Al Munawwarah di hari hijrah sampai akhir zaman Madinah tidak pernah gempa terkecuali saat itu, saat datangnya dajjal ke depan Madinah Al Munawwarah. Disaat itu Madinah gempa dengan 3 kali guncangan maka keluarlah semua orang kafir dan munafik. Maka berkata Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari bahwa di saat itu semua Rasul mengatakan munafik, fasiq, kafir, semua keluar dari Madinah kecuali orang – orang mukhlisin, orang – orang yang mencintai Rasul Saw tidak bergeming dari Madinah Al Munawwarah. Sebagaimana kita ketahui, sampai saat ini banyak orang musyrik, fasiq, ada di Madinah dan mereka akan keluar di saat guncangan 3 kali sehingga mereka keluar diikuti dajjal, kata Sang Nabi Saw dan disaat itulah Rasul Saw berkata “itu dajjal bawa pasukannya mengepung Madinah Al Munawwarah”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibn Hajar menukil salah satu hadits dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari dengan sanad yang shahih bahwa Rasul Saw menjelaskan dajjal itu berkata &lt;em&gt;“itu masjid Muhammad, itu masjid Nabawiy yang harus kita kuasai”.&lt;/em&gt; Itu masjid Muhammad, dari kejauhan dajjal sudah menunjuknya, kubah hijau masjidnya Rasul Saw telah ditunjuk oleh dajjal dan berkata “itu masjid Muhammad itu masjid Muhammad, kita harus sampai kesana”. Lantas Rasul Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari disaat itu Madinah mempunyai 7 pintu, lalu siapa yang memberi beliau pengetahuan Madinah akan modern seperti sekarang ini sampai ada 7 pintu. Beliau berkata 7 pintu Madinah Al Munawwar dan disetiap pintunya dijaga oleh 2 malaikat sehingga dajjal tidak bisa masuk ke dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita bisa lihat bagaimana keberkahan bekas tempat injakan Sayyidina Muhammad Saw menjadi benteng terkuat yang tidak bisa di tembus oleh dajjal. Demikian hadirin – hadirat dajjal yang demikian kekuatannya bisa berbuat apa saja menurunkan hujan, membawa kemiskinan, membawa kekayaan dan menguasai seluruh permukaan bumi, namun ia terbentur di Makkah, Madinah dan Masjid Al Aqso. Ketiga tempat ini tidak bisa disentuh oleh dajjal, dajjal tidak bisa masuk ke Masjidil Haram, tidak bisa masuk ke Masjidil Al Aqso dan tidak bisa masuk ke Madinah Al Munawwarah. Tempat – tempat bekas injakan kaki Muhammad Rasulullah Saw. Maka tempat lahir beliau di Madinah, tempat wafat Masjid Al Haram, tempat beliau mihrab Masjid Al Aqso. Kalau seandainya bumibekas pijakan beliau seperti ini, bagaimana jiwa yang mencintai Sayyidina Muhammad, umat Muhammad Saw. Sebagaimana aku dan kalian yang gembira di majelis ini dengan shalawat dan salam kepada Nabiyyuna Muhammad Saw dan tiada pernah bosan kita untuk selalu berdzikir dan bershalawat mendengarkan hadits – hadits Nabiyyuna wa Syafiuna Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari sebagimana hadits yang baru saja kita baca tadi, Rasul Saw berkata “tidak akan datang hari kiamat, maksudnya salah satu tanda dari hari kiamat yaitu sampai munculnya 30 dajjal, dajjal – dajjal pendusta kira – kira jumlahnya 30”. Maksudnya jumlahnya kira – kira bisa lebih atau kurang dari 30, kata Rasul Saw. Disini menunjukkan ada ikhtilaf mengenai jumlah dajjal – dajjal yang akan datang ke muka bumi. Tadi apa ciri – ciri mereka? semuanya itu mengaku Rasul, mereka itu mengaku Nabi, itu ciri dajjal – dajjal pendusta. Itu kalau kita hitung jumlahnya kata Rasul Saw kira – kira 30. Demikian sabda Nabi Muhammad Saw. Kita sudah lihat sekarang, walaupun kita belum menghitungnya di Indonesia sudah sedemikian banyaknya ada di India, Pakistan, Yordan, Saudi dan dimanapun banyak yang mulai mengaku sebagai Nabi dan ini tanda – tanda hari kiamat kata Sang Nabi dan mereka digelari dajjal – dajjal pendusta. Yang dimaksud adalah seluruh dajjal yang paling besar kelak yang muncul di akhir zaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengawali kebangkitan Sayyidatuna Aisyah bin Maryam as dan disaat itu mulai tercabutlah ilmu, disaat itu ilmu mulai sirna, ulama mulai wafat. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari yang sering kita dengar bahwa Allah itu akan menghilangkan ilmu tidak dengan mencabutnya dari hati para ulama akan tetapi Allah akan menghilangkan ilmu dengan mewafatkan ulama, bagi kita membangkitkan generasi para ulama lagi. Agar apa? agar Allah menjauhkan kita dari bala dan musibah dengan sirnanya ulama, karena apa? kalau ulama tidak ada Rasul Saw berkata sampai nanti ulama tidak tersisa. Lalu apa? maka mereka mulai mengambil para imam – imam, para guru – guru yang tidak mengerti ilmu, mereka ditanya, ditanya tidak mampu menjawab berfatwa semaunya, apa saja sunnah dibilang bid’ah, yang baik dibilang musyrik, ibadah dibilang syirik, doa – doa dilarang, ziarah dilarang. karena apa? karena memang tidak memiliki ilmu bukan karena kesalahan mereka, karena kesempitan ilmu dari syariah hadits. Mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, ilmunya sedikit maka tidak bisa memberikan fatwa yang benar fatwanya salah. Mereka sesat dan menyesatkan. Demikian makna dalam kalimat ini. Akan muncul waktu dimana kurangnya ulama, sedikitnya ulama. Ilmu mulai sirna, sirna, dan sirna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Minggu yang lalu kita berbicara tentang keutamaan para muhadditsin dan tentunya kita memahami tidak semua muhaddits itu menulis hadits – haditsnya, jadi yang tersisa sekarang ini tidak mencapai 10% dari hadits yang ada saat itu. Imam Ahmad bin Hambal sudah kita kenal beliau hafal 1 juta hadits dengan sanad dan hukum matannya tapi imam madzhab hanya sempat menulis 20.000 hadits saja. 980.000 hadits itu sirna dengan wafatnya Imam Ahmad bin Hambal. Ada para murid-muridnya yang menghafal tentunya dimasa itu menghafal lebih ditekankan daripada menulis hadist.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau di masa sekarang orang punya ilmu menulis buku, di zaman itu tidak menulis kecuali kalau ada permintaan, ada permintaan orang dari jauh minta seratus sanad hadist ditulis kirim kesana seratus sanad hadist, ada lagi yang meminta fatwa seribu hadist tentang salat, tulis sanadnya kirim kesana. Tapi mereka tidak menulis semua hadist yang mereka kumpulkan karena apa? dimasa itu hafalan yang diandalkan, karena belum ada percetakan. Kalau zaman sekarang kita mau bawa ke seluruh dunia cukup di internet sudah seluruh dunia sampai dakwahnya, tulis semua yang kita ketahui tulis hadist, AlQuran, ayat, fatwa semua akan bermanfaat. Dimasa itu tidak ada percetakan, ditulis apa gunanya? siapa yang mau membaca 1 buku, kalau kita tulis maka dicetak 1 rim, 10 rim yang baca banyak. Zaman itu lebih efektif mengajar dengan hafalan. Karena apa? karena tidak ada percetakan, siapa yang memperbanyak buku itu tidak ada foto copy tidak ada koran, tidak ada telepon, tidak ada internet yang ada murid datang pada guru, itu saja. Bisa begitu tadi adalah belajar dan mempelajari yaitu murid mendatangi guru, diajarkan hadits, pulang dan kira – kira begitu. Datang lagi dan sampai munculnya yakni mulai sirna hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sehingga kalau sekarang ini kita kumpulkan semua hadits hanya mencapai kurang sedikit dari 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya. Kalau dikumpulkan kurang dari 100.000 hadits. Jadi kalau ada Al Hafidh di masa sekarang, seperti Guru Mulia kita Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh beliau itu hafal lebih dari 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, beliau mengambil juga bukan hanya dari musnid – musnid yang ada seperti Musnad Imam Ahmad bin Hambal, Musnad Imam Hakim, Imam Bukhari tapi beliau juga mempunyai sanad – sanad hadits yang sampai kepada beliau riwayat sanad daripada yang diluar jumhur muhadditsin. Jadi bisa mencapai lebih dari 100.000 hadits dan beliau sampai ke derajat Al Hafidh. Dan tinggal beberapa orang saja di dunia ini yang sampai ke derajat Al Hafidh dalam ilmu hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang Mahad Darul Musthofa mempunyai peraturan baru, pesantren beliau itu yang masuk kesana syaratnya hafal Alquran dan hafal 2.000 hadits. Demikian salah satu syarat bagi mereka yang mau belajar bersama beliau karena barangkali beliau sudah melihat dan sudah waktunya menumpahkan tugasnya ilmu hadits yang beliau miliki, yang selama ini barangkali terpendam karena keterbatasan kemampuan dari orang – orang yang belajar kepada beliau. Sekarang beliau sudah buka yaitu syarat masuk Darul Musthofa hafal 2.000 hadits dan hafal Alquranulkarim, baru bisa masuk menjadi murid beliau untuk diturunkan keluasan ilmu hadits yang beliau miliki. Semoga Allah memakmurkan pesantren ini dan Allah panjangkan usia beliau dan semoga Allah Swt memakmurkan dunia ini dengan para ahli hadits dan para ulama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan sampai pula muncul banyaknya gempa bumi kata Rasul Saw. Sudah mulia sirna para ulama, ini sudah kita lihat hadits kita tinggal sedikit. Jadi zaman sekarang kalau ada orang yang berfatwa ini haditsnya ternyata Imam Syafii dhaif, sebentar sebentar anda katakan haditsnya Imam Syafii ini haditsnya dhaif, anda tahu berapa hadits? Ini hadits kalau dikumpulkan sekarang tidak sampai 100.000 hadits. Zaman dahulu orang bicara tentang sholat ia punya ribuan hadits. Imam Bukhari di dalam kitab Tadzkiratul Huffad, didatangi oleh muridnya dan berkata &lt;em&gt;“wahai imam aku menyusup ke satu wilayah disana sampai disana itu aku di test tentang hadits – hadits sholat, ayo haditsnya wudhu apa, bagaimana haditsnya i’tidal, bagaimana haditsnya sujud,&lt;/em&gt; itu didaerah sana. Imam Bukhari berubah wajahnya, marah beliau. Tidak pantas kau masuk masjid di test seperti itu. Kalau aku masuk kesitu, akan aku keluarkan 10.000 hadits shahih tentang sholat saja. 10.000 hadits shahih tentang sholat saja beserta sanad dan hokum matannya. Ini keadaan mereka di masa itu, jadi Imam Bukhari jauh sebelum Imam Syafii.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana saya sampaikan minggu yang lalu Imam Syafii sudah jadi imam baru Imam Bukhari lahir. Imam Syafii lahir tahun 150 H, usia 12 tahun sudah mencapai ke derajat Al Hafidh dan Imam Bukhari lahir tahun 194 H. Jadi Imam Syafii sudah 44 tahun, Imam Bukhari baru lahir. Ini Imam Bukhari seperti itu, bagaimana Imam Syafii? Jadi tentunya para ulama dan hujjatul islam berhati – hati kalau Imam Syafii sudah bilang seperti ini, pasti dibelakangnya tertutup sekian ribu hadits yang tidak sempat beliau sampaikan diantaranya pembacaan doa nisfu sya’ban yaitu pembacaan yassin 3X yang menyarankan Imam Syafii, beliau tidak akan mengada-ada, kalau beliau mengada – ada sudah ratusan Al Hafidh dan pakar hadits yang menentang adat istiadatnya ini di masa lalu. Imam Syafii bikin hal yang bid’ah, ngapain baca yassin 3X di malam nisfu sya’ban. Mereka malah ikut baca, kalau ikut baca berarti pasti ada riwayat tsigahnya akan tetapi mungkin dari sekian juta hadits hanya kurang dari 100.000 hadits yang ada di masa sekarang ini sudah terhapus haditsnya tapi cukup fatwa Imam Syafii sebagai hujjat diikuti oleh para imam – imam dan para hujjatul islam yang lainnya. Ini mereka yang mengerti ilmu hadits dan mustholahul hadits. Yang tidak, maka berkata ya kalau tidak ada hadits shahihnya tidak usah diikuti. Tentunya tidak demikian, lihat fatwa dan guru – guru yang bersanad sampai kepada para imam sampai kepada Rasulullah Saw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mulai muncul gempa di mana – mana, Imam Ibn Hajar Al Asqalani menjelaskan gempa ini sudah ada sejak dari zaman Nabi Adam as tapi yang dimaksud Rasul disini gempa itu makin banyak dan dahsyat. Di zaman sekarang ini gempa yang dahsyat, muncul tsunami, gempa dahsyat di wilayah muslimin. Salah satu bentuk dari tanda – tanda munculnya akhir zaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan selanjutnya adalah semakin terasa dekatnya waktu, baru kemarin Idul Fitri sekarang sudah mendekat malam 1 Ramadhan. Demikian cepatnya waktu berputar, rasanya baru kemarin selesai sekolah sekarang sudah mau menikah. Demikian cepatnya waktu tidak terasa di akhir zaman, sangat – sangat dekat makin hari. Imam Ibn Hajar juga menukil bahwa yang dimaksud diantaranya adalah usia yang semakin singkat. Dimasa Rasul umur 60 tahunan sekarang hanya 30 tahunan saja usia manusia. Dan muncul fitnah – fitnah, hal yang kecil jadi fitnah, hal yang tidak berarti jadi fitnah, hanya masalah gerakan jari sedikit saja (sms) ribuan orang yang memusuhinya. Hanya karena jari kecil saja bias menyebabkan fitnah yang besar, membuat orang bunuh satu sama lain, saling pecah silaturahmi dan demikian hadirin – hadirat hanya masalah kecil bisa menjadi fitnah yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan juga mulai banyak terjadi pembunuhan, disini pembunuhan disana pembunuhan, anaknya membunuh ayahnya, ayahnya membunuh anaknya terus terjadi pembunuhan hal yang mustahil terjadi puluhan tahun yang lalu, sekarang terjadi. Belum pernah ada yang namanya anak mau menyiksa dan membunuh ibunya, sekarang mulai muncul seperti itu dan semakin banyak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan setelah semua itu terjadi, Rasul Saw berkata &lt;em&gt;“dan akan datang waktunya nanti Allah munculkan kemakmuran”.&lt;/em&gt; Maka kalian lihat nantinya di akhir zaman setelah ini muncul, gempa bumi dan lainnya sebagainya muncullah keluasan dan kemakmuran, ini sabda Nabiyyuna Muhammad Saw. Ini sudah muncul pada kita, kekurangan ulama sudah mulai muncul, gempa bumi, fitnah dan zaman yang semakin cepat, muncul orang yang mengaku Nabi. Ini semua sudah muncul, tinggal menagih janji Sang Nabi akan muncul segala kemakmuran pada muslimin. Maka kalian ini akan dilimpahi kemakmuran, kata Rasul Saw ini terusan haditsnya riwayat Shahih Bukhari sampai nanti tidak ada lagi orang yang menerima sedekah semua orang cukup, semua orang kaya – raya, kalau sekarang mustahil tapi di masa itu juga barangkali mustahil di masa Rasul Saw. Di zaman Nabiyullah Adam as ada orang usianya mencapai 63 tahun, mustahil. 1500 tahun ada, 1900 tahun mereka barangkali mustahil ada orang usia 63 tahun sudah lanjut usia. Di masa itu Allah bukakan harta yang luas dan kemakmuran bagi muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Guru kita Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah akan membuat orang – orang yang baik jadi kaya – raya, orang – orang yang mencintai dakwah menjadi kaya – raya, dengan cara seperti itu orang – orang susah akan kembali kepada mereka, orang – orang non muslim akan diberikan kemiskinan oleh Allah, hancur usahanya, rusak dari apa – apa segala yang menjadi perdagangannya. Allah bikin keberkahan apa yang diusahan orang – orang non muslim yang baik, berhasil. Perdagangannya maju terus dibantu oleh Allah Swt dan disaat itulah harta dan kekayaan dipegang oleh orang – orang yang baik. Orang – orang yang sholeh diberi kekayaan oleh Allah Swt. Maka tentunya disaat seperti itu orang – orang muslimin yang susah mereka dimodali, mereka dibantu karena orang baik mereka Bantu. Kalau orang kaya tapi kikir, ia mau kaya sendiri tidak mau berbagi dengan orang lain maka Allah jadikan saat itu adalah orang yang baik yang kaya – raya. Orang yang baik yang kaya – raya membantu yang lain yang diluar islam yang perdagangannya jatuh, ikut bisnis dengan dia, dating pada dia, ikut dengan dia jadi maju. Dan usaha orang – orang non muslim yang hancur, mereka akan kembali kepada islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah keadaan muslimin di masa itu dan tidak ada orang – orang yang susah, pertama – pertama kecukupan, yang kedua sudah cukup, diriwayatkan dari hadits yang tsigah oleh Imam Tirmidzi ada 1 orang membawa kantung besar berisi dinar, kau mau menerima sedekah. Tidak ada satupun kah yang mau terima, ada 1 orang mau terima “sini aku terima”. Setelah ia terima Subhanallah orang lain tidak ada yang mau teriam tapi aku menerimanya, ini aku kembalikan. Orang itu tidak mau kemudian ia menaruh harta emas dan 1000 dinar dalam kantung yang besar meninggalkannya dijalan, dan ia pun pergi. Demikian luasnya keadaan orang – orang saat itu, riwayat Shahih Bukhari Rasul Saw bersabda &lt;em&gt;“bersedekahlah kalian, akan datang satu masa sedekah tidak akan lagi diterima oleh semua orang karena semua orang sudah berkecukupan”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian dahsyatnya, kita bertanya tampaknya ini mustahil namun tentunya kita ingat bahwa beliau ini adalah waliyullah tidak berbicara dari hawa nafsunya dan hal itu akan datang, bencana itu akan datang, fitnah akan datang, yang mengaku Nabi telah datang, gempa bumi telah datang maka ini tanda – tanda akan segera munculnya kemakmuran pada muslimin muslimat.&lt;/p&gt;sumber: majelisrasulullah.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-4139100219312468985?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/4139100219312468985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4139100219312468985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4139100219312468985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/09/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku.html' title='Munculnya Dajjal Pendusta Yang Mengaku Utusan Allah SWT'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-7044086270897359516</id><published>2009-08-31T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T07:14:42.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAHABAT NABI SAW'/><title type='text'>Ali Bin Abi Thalib Karromahu Allahu Wajhah</title><content type='html'>Imam Ali adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Abu Ya’la meriwayatkan dari Ali, bahwa Ali telah berkata, 'Rasulullah diutus pada hari Senin dan aku masuk Islam pada hari Selasa.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;Abdulbirr dalam kitabnya yang berjudul al-Isti’ab mengetengahkan sebuah hadits yang berasal dari Imam Ali , bahwa Rasulullah saw berkata kepada Siti Fatimah ra : ‘Suamimu adalah orang yang terkemuka di dunia dan akhirat, ia sahabatku yang pertama memeluk Islam, yang paling banyak ilmunya dan paling besar kesabarannya’&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;Dalam hal nasab, seperti diriwayatkan oleh Thabrani, bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda : “Allah menciptakan keturunan setiap Nabi dari tulang sulbinya sendiri, namun Allah menciptakan keturunanku dari tulang sulbi Ali bin Abi Thalib.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;Hal ini diperkuat dengan hadits yang bersumber dari Umran bin Hushain, bahwa Rasulullah telah berkata : “Apakah yang kamu inginkan dari Ali, apakah yang kamu inginkan dari Ali, apakah yang kamu inginkan dari Ali ? Sesungguhnya Ali dariku dan aku darinya. Ia adalah pemimpin semua orang mukmin sesudahku.” Ibnu Abbas ra meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw menyatakan: ‘Manusia diciptakan dari berbagai jenis pohon, sedang aku dan Ali bin Abi Thalib diciptakan dari satu jenis pohon (unsur). Apakah yang hendak kalian katakan tentang sebatang pohon yang aku sendiri merupakan pangkalnya, Fatimah dahannya, Ali getahnya, al-Hasan dan al-Husein buahnya, dan para pencinta kami adalah dedaunannya ! Barangsiapa yang bergelantung pada salah satu dahannya ia akan diantar ke dalam surga, dan barangsiapa yang meninggalkannya ia akan terjerumus ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib wafat sebagai syahid pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijriyah ketika sedang melaksanakan sholat Subuh. Beliau dikarunia lima belas orang anak laki-laki dan delapan belas orang anak perempuan :&lt;a name="_ftnref2" title="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;-    Hasan                                                                                               &lt;br /&gt;-    Husein             -    Muhsin (meninggal waktu kecil)&lt;br /&gt;Ibunya Siti Fathimah binti Rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;-    Muhammad al-Hanafiah   ( Menurut satu pendapat keluarga Ba Qasyir di  Hadramaut adalah keturunannya)&lt;a name="_ftnref3" title="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;-    Abbas                                                                                  &lt;br /&gt;-    Usman                  &lt;br /&gt;-    Abdullah                                     &lt;br /&gt;-    Ja’far&lt;br /&gt;Ibunya ummu Banin bt. Hazm  al-Kilabiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Abdullah                 &lt;br /&gt;-    Abu Bakar                                                              &lt;br /&gt;Ibunya Layla binti Mas’ud al-Nahsaly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Yahya&lt;br /&gt;-    Aun                                                                            &lt;br /&gt;Ibunya Binti Umais al-Khosmaiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Umar al-Akbar  ( Ibunya ummu Habibah al-Taghlibiyah )&lt;br /&gt;-    Muhammad al-Ausath  ( Ibunya Amamah binti Abi Ash )&lt;br /&gt;-    Muhammad al-Asghor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="content"&gt;Kelima belas anak laki-laki tersebut sesuai dengan pendapat al-Amiri, sedangkan Ibnu Anbah menambahkan nama : Abdurahman, Umar al-Asghor dan Abbas al-Asghor. Adapun yang membuahkan keturunan ada lima, yaitu : Hasan, Husein, Muhammad al-Hanafiyah, Abbas al-Kilabiyah dan Umar al-Tsa’labiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anak perempuannya dalam riwayat yang disepakati berjumlah 18 orang, yaitu : Zainab, Ummu Kulsum, Ruqoyah, Ummu Hasan Ramlah al-Kubra, Ummu Hanni, Ramlah al-Sughro, Ummu Kulsum al-Sughro, Fathimah, Amamah, Khadijah, Ummu Khoir, Ummu Salmah, Ummu Ja’far, Jamanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Aswaja.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-7044086270897359516?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/7044086270897359516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/imam-ali-adalah-orang-yang-pertama-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7044086270897359516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7044086270897359516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/imam-ali-adalah-orang-yang-pertama-kali.html' title='Ali Bin Abi Thalib Karromahu Allahu Wajhah'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-2905802998927083650</id><published>2009-08-30T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-11-28T06:59:16.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Debat'/><title type='text'>ABU HANIFAH DAN ILMUWAN ATHEIS</title><content type='html'>Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : "Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah berkata, "sekarang apa yang akan kita perdebatkan!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis     : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis     : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Tidak ada angka (nol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Ya, sudah tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta'ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    :Ya, pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Ya, masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Entahlah, kami tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis    : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?" tanya Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kebunhikmah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-2905802998927083650?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/2905802998927083650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/abu-hanifah-dan-ilmuwan-atheis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2905802998927083650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/2905802998927083650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/abu-hanifah-dan-ilmuwan-atheis.html' title='ABU HANIFAH DAN ILMUWAN ATHEIS'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-820556663858325509</id><published>2009-08-30T07:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:41:15.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tiga sumber segala dosa</title><content type='html'>Nabi SAW bersabda, ''Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa manusia diliputi oleh sifat takabur pada saat manusia merasa memiliki kelebihan, baik berupa ilmu pengetahuan, harta benda, ataupun jabatan. Dalam keadaan seperti ini, setan tidak akan tinggal diam, dia akan membisikkan dan memasang perangkap untuk menjerumuskan manusia dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji. Seperti, mencela, menghina, dan merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat kedua yang diingatkan pada kita untuk mencermatinya adalah sifat tamak (rakus). Sering kali kita melihat betapa rakusnya manusia dalam mempertahankan apa yang sedang dalam genggamannya, baik berupa harta, kekuasaan, ataupun kedudukan. Sama sekali ia tidak mau berbagi dan hanya mau dinikmati sendiri. Ia tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah bersyukur atas apa yang diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Allah SWT menjanjikan dan mengingatkan berulang kali kepada manusia bahwa sekecil apa pun perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan sia-sia. ''Barang siapa yang mau berbuat baik walau sebesar biji dzara pun Allah SWT akan membalasnya.'' (QS Alzalzalah [99]: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hasud atau iri hati. Dengki atau iri hati adalah perasaan tidak rela atau tidak suka melihat orang lain mendapatkan kebaikan atau kenikmatan. Ketika dalam diri manusia telah tertanam sifat dengki, ia akan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan orang yang ia dengki. Ia tidak senang melihat orang lain sukses, pintar, hidup bahagia, dan lebih kaya darinya. Sikap seperti ini akan menghapus segala bentuk kebaikan yang selama ini ia peroleh. Perbuatan baiknya akan sia-sia karena dalam dirinya terdapat sifat iri hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takabur, tamak, dan hasud merupakan tiga perangai buruk yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang tidak terpuji. Karena itu, Rasulullah SAW selalu mengingatkan kepada kita untuk menjauhi tiga hal yang menyebabkan manusia terjerumus dalam tipu daya setan. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-820556663858325509?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/820556663858325509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/tiga-sumber-segala-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/820556663858325509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/820556663858325509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/tiga-sumber-segala-dosa.html' title='Tiga sumber segala dosa'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-557836968443013503</id><published>2009-08-30T07:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:39:24.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='figur'/><title type='text'>Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari Rahimahullah (Imam Bukhari)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Beliau lahir pada hari jumat selepas shalat jumat 13 Syawal 194 H dan beliau wafat pada malam jumat yg sekaligus malam idul fitri th 256 H. Berkata Imam Muhammad bin Yusuf Al Farbariy, aku mendengar dari Najm bin Fudhail berkata : aku bermimpi Rasulullah saw dan kulihat Imam Bukhari dibelakang beliau saw, setiap beliau saw melangkah sebuah langkah, dan Imam Bukhari melangkah pula dan menaruhkan kakinya tepat dibekas pijakan Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dikatakan kepada Imam Bukhari bahwa ada disuatu wilayah yg barangsiapa orang asing yg datang ke wilayah mereka maka saat setelah shalat maka penduduk setempat akan mencobanya dg hadits hadits tentang shalat, maka Imam Bukhari berkata : “Bila aku diperlakukan seperti itu akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih mengenai shalat dihadapan mereka agar mereka bertobat dan tidak lagi mengulangi perbuatan buruk itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari telah menulis shahih nya sebanyak sekitar 7000 hadits saat beliau belum berusia 17 tahun, dan ia telah hafal 100 ribu hadits shahih dan 200 ribu shahih di usia tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Al Hafidh Muhammad bin Salam rahimahullah : “kalau datang si bocah ini maka aku terbata bata dan tak nyaman membaca hadits”, dan ia berkata kepada seorang tamunya yg datang setelah Imam Bukhari pergi : “kalau kau datang lebih cepat sedikit kau akan berjumpa dg bocah yg hafal lebih dari 70 ribu hadits..”, maka tamunya segera bergegas menyusul Imam Bukhari, dan Imam Bukhari berkata : “sungguh aku hafal lebih dari itu, dan akan kujelaskan padamu semua masing masing sanad periwayat hadits nya, dimana lahirnya, tahun kelahiran dan wafatnya, sifat dan sejarah periwayat sanad2 nya dari semua hadits itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika salah seorang perawi hadits bertanya kepada Imam Bukhari mengenai nama nama periwayat, gelar, bentuk kesalahan sanad hadits dll maka Imam Bukhari menjawabnya bagaikan membaca surat Al Ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Bukhari : “aku berharap menghadap Allah tanpa ada hisab bahwa aku pernah menggunjing aib orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Imam Bukhari mengimami shalat dhuhur disebuah kebun korma, dan didalam bajunya terdapat seekor Zanbur (kumbang hitam) yg menggigit dan menyengatnya hingga 16 sengatan, selepas shalat Imam Bukhari berkata dengan tenang : “coba kalian lihat ada apakah didalam baju lenganku ini”, maka ditemukanlah 16 luka sengatan kumbang di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Imam Bukhari membacakan sanad hadits dan saat ia melirik dilihatnya ada orang yg terkesima dg ucapannya, dan Imam Bukhari tertawa dalam hati, keesokan harinya Imam Bukhari mencari orang itu dan meminta maaf dan ridho karena telah menertawakannya, padahal ia hanya menertawakan didalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan ketika Imam Bukhari sedang mengajari hadits kepada salah seorang muridnya dan ia tampak bosan, maka Imam Bukhari berkata : “para pedagang sibuk dg perdagangannya, para pegawai sibuk dengan pekerjaannya, dan engkau bersama Nabi Muhammad saw”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari menulis shahih nya (Shahih Bukhari) di Raudhah, yaitu antara Mimbar dan Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawiy Madinah Almunawwarah, dan ia mandi dan berwudhu lalu shalat 2 rakaat baru menulis satu hadits, lalu kembali mandi, berwudhu dan shalat 2 rakaat, lalu menulis 1 hadits lagi, demikian hingga selesai di hadits no.7124. maka selesailah 7000 hadits itu ditulis di kitab beliau, dengan bertabarruk dg Makam Rasulullah saw dan Mimbar Rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Muslim dihadapan Imam Bukhari : “Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Pemimpin para Muhadditsin, guru dari semua guru hadits”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan kepada Imam Bukhari, mengapa tak kau balas orang yg memfitnahmu dan mencacimu?, ia menjawab : “aku teringat ucapan Rasul saw : “akan muncul kelak ikhitilaf dan perpecahan, maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga haudh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari mempunyai akal yg jenius, dan ia hafal bila mendengar 1X saja. Atau membaca 1X saja. Hingga ketika suatu ketika Imam Bukhari dicoba dan diajukan padanya 100 hadits yg dikacaukan dan dibolak balik sanadnya, maka Imam Bukhari berkata : “tidak tahu… tidak tahu”, hingga hadits yg ke seratus, lalu Imam Bukhari berpidato, mengulang hadits yg pertama yg disebut si penanya : “Kau tadi sebut hadits dg sanad seperti ini, dan yg benar adalah begini”, demikian hadits kedua.. ketiga… hingga 100 hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yg berkepanjangan, maka par Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari wilayah samraqand berduyun duyun ke Makam Imam Bukhari, lalu mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun turun dengan derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke sdamraqand karena derasnya hujan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-557836968443013503?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/557836968443013503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/al-hafidh-al-muhaddits-imam-abu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/557836968443013503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/557836968443013503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/al-hafidh-al-muhaddits-imam-abu.html' title='Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari Rahimahullah (Imam Bukhari)'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-7761794752166650335</id><published>2009-08-30T07:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:35:11.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAHABAT NABI SAW'/><title type='text'>Abu Dzar al-Ghifary</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt;Meski tak sepopuler sahabat-sahabat besar seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, namun sosoknya tak dapat dilepaskan sebagai tokoh yang paling giat menerapkan prinsip egaliter, kesetaraan dalam hal membelanjakan harta di jalan Allah. Ditentangnya semua orang yang cenderung memupuk harta untuk kepentingan pribadi, termasuk sahabat-sahabatnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Di masa Khalifah Utsman, pendapat kerasnya tentang gejala nepotisme dan penumpukan harta yang terjadi di kalangan Quraisy membuat ia dikecam banyak pihak. Sikap serupa ia tunjukkan kepada pemerintahan Muawiyah yang menjadi gubernur Syiria. Baginya, adalah kewajiban setiap muslim sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Kepada Muawiyah yang membangun istana hijaunya atau Istana Al Khizra, abu Dzar menegur, "Kalau Anda membangun istana ini dengan uang negara, berarti Anda telah menyalahgunakan uang negara. Kalau Anda membangunnya dengan uang Anda sendiri berarti Anda telah berlaku boros," katanya. Muawiyah hanya terdiam mendengar teguran sahabatnya ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Dukungannya kepada semangat solidaritas sosial, kepedulian kalangan berpunya kepada kaum miskin, bukan hanya dalam ucapan. Seluruh sikap hidupnya ia tunjukkan kepada upaya penumbuhan semangat tersebut. Sikap wara' dan zuhud selalu jadi perilaku hidupnya. Sikapnya inilah yang dipuji Rasulullah SAW. Saat Rasul akan berpulang, Abu Dzar dipanggilnya. Sambil memeluk Abu Dzar, Nabi berkata "Abu Dzar akan tetap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nanti." Ucapan Nabi ternyata benar. Hingga akhir hayatnya kemudian, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan dan sangat shaleh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Abu Dzar terlahir dengan nama Jundab. Dulu, ia adalah seorang perampok yang mewarisi karir orang tuanya selaku pimpinan besar perampok kafilah yang melaui jalur itu. Teror di wilayah sekitar jalur perdagangan itu selalu dilakukannya untuk mendapatkan harta dengan cara mudah. Hidupnya penuh dengan kejahatan dan kekerasan. Siapa pun di tanah Arab masa itu tahu, jalur perdagangan Mekkah-Syiria dikuasai perampok suku Ghiffar, sukunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Namun begitu, hati kecil Abu Dzar sesungguhnya tak menerimanya. Pergolakan batin membuatnya sangat menyesali perbuatan buruk tersebut. Akhirnya ia melepaskan semua jabatan dan kekayaan yang dimilikinya. Kaumnya pun diserunya untuk berhenti merampok. Tindakannya itu menimbulkan amarah sukunya. Abu Dzar akhirnya hijrah ke Nejed bersama ibu dan saudara laki-lakinya, Anis, dan menetap di kediaman pamannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Di tempat ini pun ia tidak lama. Ide-idenya yang revolusioner berkait dengan sikap hidup tak mengabaikan sesama dan mendistribusikan sebagian harta yang dimiliki, menimbulkan kebencian orang-orang sesuku. Ia pun diadukan kepada pamannya. Kembali Abu Dzar hijrah ke kampung dekat Mekkah. Di tempat inilah ia mendapat kabar dari Anis, tentang kehadiran Rasulullah SAW dengan ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Abu Dzar segera menemui Rasulullah SAW. Melihat ajarannya yang sejalan dengan sikap hidupnya selama ini, akhirnya ia pun masuk Islam. Tanpa ragu-ragu, ia memproklamirkan keislamannya di depan Ka'bah, saat semua orang masih merahasiakan karena khawatir akan akibatnya. Tentu saja pernyataan ini menimbulkan amarah warga Mekkah. Ia pun dipukuli dan hampir saja terbunuh bila Abbas, paman Rasulullah SAW, tidak melerai dan mengingatkan warga Mekkah bahwa Abu Dzar adalah warga Ghiffar yang akan menuntut balas jika mereka membunuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Sejak itu, Abu Dzar menghabiskan hari-harinya untuk mencapai kejayaan Islam. Tugas pertama yang diembankan Rasul di pundaknya adalah mengajarkan Islam di kalangan sukunya. Ternyata, bukan hanya ibu dan saudaranya, namun hampir seluruh kaumnya yang suka merampok pun akhirnya masuk Islam.Sikap hidupnya yang menentang keras segala bentuk penumpukkan harta, ia sampaikan juga kepada mereka. Namun, tak semua menyukai tindakannya itu. Di masa Khalifah Utsman, ia mendapat kecaman dari kaum Quraisy, termasuk salah satu tokohnya, Muawiyah bin Abu sufyan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Suatu kali pernah Muawiyah yang kala itu menjadi Gubernur Syiria, mengatur perdebatan antara Abu Dzar dengan para ahli tentang sikap hidupnya. Tujuannya agar Abu Dzar membolehkan umat menumpuk kekayaannya. Namun, usaha itu tak menggoyahkan keteguhan pandangannya. Karena jengkel, Muawiyah melaporkan kepada Khalifah Utsman ihwal Abu Dzar. Khalifah segera memanggil Abu Dzar. Memenuhi panggilan Khalifah, Abu Dzar mendapat sambutan hangat di Madinah. Namun, ia pun tak kerasan tinggal di kota Nabi tersebut karena orang-orang kaya di kota itu pun tak menyukai seruannya utnuk pemerataan kekayaan. Akhirnya Utsman meminta Abu Dzar meninggalkan Madinah dan tinggal di Rabza, sebuah kampung kecil di jalur jalan kafilah Irak Madinah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt; Di kampung inilah Abu Dzar wafat karena usia lanjut pada 8 Dzulhijjah 32 Hijriyah. Jasadnya terbaring di jalur kafilah itu hanya ditunggui jandanya. Hampir saja tak ada yang menguburkan sahabat Rasulullah SAW ini bila tak ada kafilah haji yang menuju Mekkah. Kafilah haji itu segera berhenti dan menshalati jenazah dengan imam Abdullah ibn Masud, seorang sarjana Islam terkemuka masa itu.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt;   (Sumber : Tabloid MQ EDISI 4/TH.II/AGUSTUS 2001)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%; color: rgb(80, 80, 80);" class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=44"&gt;&lt;br /&gt;www.oaseislam.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-7761794752166650335?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/7761794752166650335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/abu-dzar-al-ghifary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7761794752166650335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7761794752166650335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/abu-dzar-al-ghifary.html' title='Abu Dzar al-Ghifary'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-7336327866481300081</id><published>2009-08-25T07:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:20:41.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='figur'/><title type='text'>KAROMAH HABIB MUNZIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SpPyqBUKpBI/AAAAAAAAACo/pTGl8FAAksY/s1600-h/Hb.Munzir+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373905584104580114" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 240px; cursor: pointer; height: 320px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SpPyqBUKpBI/AAAAAAAAACo/pTGl8FAAksY/s320/Hb.Munzir+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 id="post-2267"&gt;&lt;a title="Permanent Link: Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa" href="http://pondokhabib.wordpress.com/2009/05/18/cerita-karomah-habib-munzir-al-musawwa/" rel="bookmark"&gt;Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Cerita dari jamaah Majelis Rasulullah tentang Karomah Habib Munzir Al Musawwa &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artikel dibawah ini awalnya, dari web pembaca blog saya. Kemudian si pemilik web, mas yogo saptono memberikan sumber aslinya dari milist MajelisRasulullah majelisrasulullah@yahoogroups.com.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih berumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD…! (saw), maka Hb Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam… lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yg sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di majelisnya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena sakit, maka beliau tenagn tenang saja, dan berkata : Hb Nofel bin Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar maulakhela sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis, maka beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia beliau,..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari siaga 1 menjadi “awas”, maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana, sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang disebarkan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, kami masuk islam..!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor macan jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya hilang, ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir menepuk bahu muridnya dan berkata : MA’ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul saw bersama kalian..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maaf kalo gue ceplas ceplos, cuma gue lebih senang guru yg mengajar syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,&lt;br /&gt;kemarin beberapa minggu yg lalu di acara almakmur tebet hb munzir malah duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg Da’i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-7336327866481300081?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/7336327866481300081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/karomah-habib-munzir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7336327866481300081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/7336327866481300081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/karomah-habib-munzir.html' title='KAROMAH HABIB MUNZIR'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SpPyqBUKpBI/AAAAAAAAACo/pTGl8FAAksY/s72-c/Hb.Munzir+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-4028412574057396025</id><published>2009-08-16T13:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:29:36.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAHABAT NABI SAW'/><title type='text'>UWAIS AL-QARNI</title><content type='html'>UWAIS ALQARNI, TERKENAL DI LANGIT TAPI TAK DIKENAL DI BUMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan matanya mudah meneteskan airmata, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”. Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: “Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: almihrab.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-4028412574057396025?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/4028412574057396025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/uwais-alqarni-terkenal-di-langit-tapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4028412574057396025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/4028412574057396025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/uwais-alqarni-terkenal-di-langit-tapi.html' title='UWAIS AL-QARNI'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-8586673485512934762</id><published>2009-08-16T13:29:00.000-07:00</published><updated>2009-11-22T21:05:19.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>10 JENIS SIKSAAN YANG MENIMPA WANITA PENGHUNI NERAKA</title><content type='html'>10 JENIS SIKSAAN YANG MENIMPA WANITA PENGHUNI NERAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan:&lt;br /&gt;(1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain.&lt;br /&gt;Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah&lt;br /&gt;(2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan&lt;br /&gt;(3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan&lt;br /&gt;(4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga melihat bagaimana&lt;br /&gt;(5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.&lt;br /&gt;Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.&lt;br /&gt;Selain itu, Rasulullah SAW melihat&lt;br /&gt;(7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga melihat&lt;br /&gt;(8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya.&lt;br /&gt;Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah&lt;br /&gt;(9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.&lt;br /&gt;Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat&lt;br /&gt;(10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-8586673485512934762?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/8586673485512934762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/10-jenis-siksaan-yang-menimpa-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8586673485512934762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/8586673485512934762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/10-jenis-siksaan-yang-menimpa-wanita.html' title='10 JENIS SIKSAAN YANG MENIMPA WANITA PENGHUNI NERAKA'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-1754980432584781577</id><published>2009-08-16T10:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T07:23:01.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>SIWAK MEMBAWA KEBERKAHAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ &lt;/b&gt; (صحيح البخاري&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; “Siwak adalah menyucikan mulut dan membawa keridhoan Allah” (Shahih Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SohHGAwCDTI/AAAAAAAAACY/07WAlbE67F8/s1600-h/HG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SohHGAwCDTI/AAAAAAAAACY/07WAlbE67F8/s320/HG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370620724245564722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;atang kayu kecil yang tidak seberapa harganya. &lt;b&gt;“Assiwak muthahharatun lilfami mardhaatun lirrabb”&lt;/b&gt; siwak adalah pensuci mulut kita dan pembawa keridhoan bagi Allah. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa “Rasul saw berkali – kali, belasan bahkan puluhan bahkan ratusan riwayat yang menyebutkan tentang kemuliaan siwak. Didalam hadits lainnya riwayat Shahih Bukhari Rasul saw bersabda &lt;b&gt; “lawla an asyuqqa alaa ummatiy La amartuhum bissiwaaki ma’a kulli sholaatin” &lt;/b&gt;kalau tidak karena risau akan memberatkan umatku niscaya kuwajibkan siwak itu pada setiap akan melakukan sholat.&lt;br /&gt;Ada apa dibelakang siwak? Didalam riwayat Shahih Bukhari lainnya Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“aktsartu ‘alaikum fissiwaak”&lt;/b&gt; aku sarankan dan aku himbau kalian dengan memperbanyak bersiwak. Didalam riwayat tsigah lainnya Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“sholat bissiwak tafdhulu min sab’iin sholat bilaa siwak” &lt;/b&gt;shalat dengan memakai siwak spahalanya 70X lebih besar dari shalat tanpa memakai siwak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada apa dengan 1 batang kayu yang terbuat dari pohon siwak ini? Hadirin, ketika Rasul saw berkata &lt;b&gt;“muthahharatun lilfam”&lt;/b&gt; pembersih mulut. Kita berkata kalau pembersih mulut pasta gigi zaman sekarang bisa lebih membersihkan mulut. Tapi kita bertanya maksudnya, maksudnya ini membersihkan mulut yang bagaimana? (jawabannya adalah) Membersihkan mulut dari dosa – dosa. Adakah 1000 pasta gigi di muka bumi ini bisa mensucikannya? Siwak mensucikan kotoran – kotoran dosa – dosa yang ada di mulut kita. Mana buktinya? kalimat selanjutnya &lt;b&gt;“mardhotun lirrabb” &lt;/b&gt;membawa keridhoan bagi Allah Swt. Jadi yang memakai siwak itu membuka keridhoan Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Para ilmuwan kita membuktikan pada kayu siwak itu banyak zat – zat yang bermanfaat bagi manusia. Diantaranya ada zat yang ketika terserap oleh syaraf di gigi dan mulut kita mempengaruhi syaraf pada otak kita dan menenangkan syaraf otak. Syaraf – syaraf otak itu menjadi tenang apabila terkena dan terangsang oleh zat yang ada pada kayu siwak. Turun emosinya. Kalau seseorang sudah turun emosinya, terjaga bibirnya, terjaga mulutnya dari mencaci, terjaga mulutnya dari membicarakan aib orang lain, terjaga mulutnya dari memfitnah orang karena emosi dan hatinya tenang. Demikian hebatnya tuntunan Sayyidina Muhammad Saw yang super modern. Oleh sebab itu beliau bersabda &lt;b&gt;aktsartu a’laikum fissiwak” &lt;/b&gt;aku sunnahkan, aku ajarkan, aku wasiatkan pada kalian untuk banyak memakai siwak. Demikiankarena semakin banyak seseorang memakai siwak, makin tenang pikirannya, makin rendah emosinya, dan &lt;b&gt;“muthahharatun lilfam”&lt;/b&gt; mensucikan mulutnya dari dosa – dosa. Kalau mulut itu bersih dari dosa – dosa, doanya lebih cepat diijabah oleh Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTEL/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;Sehingga diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika Rasul saw disaat beliau wafat pun, beliau sedang di pangkuan Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha. Berkata Sayyidatuna Aisyah &lt;b&gt;Rasulullah saw yuhibbu siwak”&lt;/b&gt; Rasul saw itu cinta sekali dengan siwak, selalu bersiwak dalam keadaan apapun. Maka saat beliau sudah di sakaratul maut, dahi beliau sudah terus keluar keringat dan beliau dalam demam berhari – hari seraya melirik siwak di tangan Abdurrahman bin Abi Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum. Siwak dipegang oleh saudara kandungnya Sayyidatuna Aisyah yaitu Abdurrahman bin AbiBakar Ashshiddiq. Ada siwak ditangannya, Rasul melirik siwak itu. Rasul sudah lemah menanti detik detik kemangkatan. Maka Sayyidatuna Aisyah yang terus menangis berkata &lt;b&gt;“aturiidussiwaak ya Rasulallah?”&lt;/b&gt; kau ingin siwak wahai Rasul? karena Rasul melirik siwak ditangan Abdurrahman bin Abi Bakar Ashshiddiq, Rasul mengangguk. Maka Sayyidatuna Aisyah mengambilnya dan membersihkan siwak itu, setelah bersih diberikan kepada Rasul dan beliau bersiwak. Setelah beliau bersiwak, beliau mengambil air di bejana dan membasuh wajahnya lalu berkata&lt;b&gt; “Laa ilaaha illallah…., inna lilmauti sakaraat”&lt;/b&gt; beliau berkata “lailahailallah, sungguh dalam kematian itu sakarat yang memedihkan, kata Rasul saw lalu beliau mengangkat telunjuknya ke langit dan berkata beliau : &lt;b&gt;“lirrafiiqil a’la”&lt;/b&gt; aku memilih untuk bersama Yang Maha Tinggi. Dan jatuhlah tangan beliau dan saat itulah beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Didalam riwayat lainnya dijelaskan Rasul saw berdoa kepada Allah &lt;b&gt;“wahai Allah pedihkan sakaratul mautku ini dan ringankan untuk ummatku”. &lt;/b&gt;Aku saja, pedihkan untukku (Rasul saw) sakaratul maut sepedih – pedihnya dan ringankan untuk ummatku. Maka beliau berkata &lt;b&gt;“inna lil mauti sakarat” sungguh pada kematian itu kepedihan,&lt;/b&gt; kata Rasul saw. Lalu mengangkat tangannya dan berkata &lt;b&gt;“firrafiiqil a’laa” aku memilih untuk bersama Yang Maha Tinggi. &lt;/b&gt;Dan jatuhlah tangannya, berkata Aisyah ra nafas terakhir beliau kurasakan menghembus di pipiku dan wafatlah beliau saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beliau wafat dengan mengamalkan sunnah hingga berkata para muhadditsin, sunnah terakhir yang diamalkan oleh Rasul saw adalah siwak sampai saat beliau ingin menghadap Allah pun masih beradab dengan bersiwak dulu baru menghadap Allah Swt. &lt;b&gt;“Wa innaka la’alaa khuluqin adzim”&lt;/b&gt; dan akhlak agung beliau terlihat dari beliau belum memangku beban risalah sampai menjadi Rasul walaupun beliau menjadi Rasul sebelum beliau lahir ke muka bumi tapi pembawa tugas risalah mulai usia 40 tahun. Tapi beliau mulai dari lahir sudah digelari &lt;b&gt;“Al Amin” &lt;/b&gt;akhlak yang agung. Lahir dalam keadaan sujud, demikian riwayat tsigah pada sirah Ibn Hisyam. Lalu beliau mempunyai akhlak yang sangat sempurna dan indah bahkan diakui oleh musuh – musuhnya sampai mengemban risalah, sampai wafat pun beliau dalam akhlak yang agung. Dalam akhlak yang agung bersiwak dulu sebelum menghadap Allah. Demikian Nabiku dan Nabi kalian, junjunganku dan junjungan kalian Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika jenazah sudah ditutupkan. Para sahabat, yang memandikan beliau adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, Sayyidina Abbas bin Abdul Mutholib radiyallahu anhum dan beberapa kerabat beliau. Selesai dimandikan, jenazah ditutup dengan kain hibaraan dan saat itu hadirin – hadirat para sahabat yang mendengar kabar, datang satu – persatu. Lantas Rasul saw sudah berwasiat kepada Sayyidina Ali bin Abi &lt;b&gt;Tholib “jika aku wafat nanti jangan langsung di shalatkan karena beri kesempatan Jibril dan para malaikat menyolatkan aku setelah itu baru kalian menyolatkan aku saw”. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Inilah kemuliaan siwak dan bagi kita yang ingin mendapatkan pecahan dari keridhoan Allah. Ini bukan pecahan berlian, bukan pecahan emas. Kalau pecahan berlian dan emas saja bias diperebutkan oleh manusia, bagaimana pecahan keridhoan Allah yang ada di sebatang siwak yang tidak seberapa harganya. Ini disampaikan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw &lt;b&gt;“Assiwak muthahhartun lilfami mardhotun lirrabb”. &lt;/b&gt;Benahi hari – hari kita dengan sunnah Nabi Muhammad Saw dan ternyata hal itu membawa manfaat besar bagi kehidupan kita, jasad kita, kesehatan kita dan kebahagiaan kita yang akan datang. Insya Allah semoga aku dan kalian berkumpul bersama Nabiyyuna Muhammad Saw di yaumal qiyamah.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari tentang salah satu rahasia, ini pembahasan saya yang terakhir. Tentang salah satu rahasia kemuliaan kesehatan kita. Ketika para ilmuwan kita menemukan bahwa ternyata satu cara yang paling efektif untuk menyembuhkan penyakit penyumbatan darah, penggumpalan darah seperti stroke dan lain sebagainya. Ternyata caranya itu adalah posisi bersujud. Posisi sujud itu 7 anggota sujud yaitu 2 telapak tangan, dahi, 2 lutut, kedua kaki. Itu 7 anggota sujud ternyata yang paling banyak dan sensitif urat syaraf di tubuh kita. Ketujuh – tujuhnya disentuhkan ke bumi dan bumi adalah grafitasi yang terbesar yang ada dari semua magnet. Kita sekarang dengar pengobatan pakai magnet. Ternyata magnet terbesar itu adalah grafitasi bumi tentunya, lebih dari semua magnet karena bumi adalah magnet terbesar. Ketika 7 anggota tubuh itu disentuhkan ke bumi bagaikan charger yang melancarkan aliran darah di pusat – pusat syaraf. 2 telapak tangan, 2 kaki, 2 lutut dan di dahi. Lebih dari itu posisi kepala yang berada dibawah jantung membuat jantung memompa darah. Terpompa dengan derasnya ke seluruh urat syaraf otak dan itu membuat terbukanya penyumbatan – penyumbatan yang ada di otak manusia. Jadi posisi sujud itu sangat efektif. Makin lama sujud seseorang, makin sehat wal afiah ia dari penyakit – penyakit berupa penyumbatan darah. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Riwayat Shahih Bukhari, dijelaskan bahwa Rasul saw itu kalau shalat malam sujudnya seperti membaca 50 ayat. 50 ayat itu kira – kira 10 sampai 15 menit. Posisi itulah yang barangkali kita terberat tapi ternyata justru posisi itu membawa kesehatan bagi tubuh kita, membawa manfaat bagi kita. Inilah ajaran yang paling modern tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Semakin dalam ilmuwan mempelajari biologi dan ilmu – ilmu ini makin ia semakin membuktikan betapa sempurnanya sunnah Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita mengingat Nabi Saw yang hanya seseorang tidak punya apa – apa, tidak punya harta, tidak punya pasukan, tidak punya kedudukan dan tidak punya sesuatu. Akan tetapi punya kekuatan Allah yang hanya seorang ini diutus oleh Allah di permukaan bumi seorang diri, seorang muslim dan yang lainnya adalah orang yang menyembah selain Allah. Maka Rasul saw disaat itu berdakwah dengan segala keterbatasannya, akan tetapi Allah jadikan beliau saw orang yang paling sukses dari semua orang yang pernah hidup di muka bumi Allah Swt. Siapa yang paling sukses? Sayyidina Muhammad Saw. Karena apa? karena dakwah beliau itu bagaikan batu yang dilemparkan ke dalam genangan air, jatuh, gelombangnya kecil tapi semakin jauh gelombang makin besar dan makin besar. Demikian gelombang dakwah Nabiyyuna Muhammad Saw. Beliau yang terjebak hanya di Makkah, Madinah dan sekitarnya wilayah yang paling jauh adalah hanya sampai di Tabuk, beliau tidak sampai ke Barat dan Timur. Apalagi tidak pula sampai ke Indonesia di masa itu. Akan tetapi gelombang dakwah beliau yang menyampaikan risalah itu sampai disini. Sampai ratusan ribu, jutaan manusia masih mengikuti tuntunan Islam. Inilah semua berkat salah satu doa beliau sebagaimana riwayat Musnad Ahmad bin Hambal beliau mengangkat tangannya lantas menghadap ke Timur, menghadap ke Barat, menghadap ke semua penjuru dengan satu doa &lt;b&gt;“Allahumma aqbil biquluubihim” wahai Allah datangkan hati mereka, &lt;/b&gt;menghadap ke kanan, ke kiri, kata Rasul. Orang – orang yang melihat Rasul “mau apa ini? di depannya tidak ada orang – orang, kiri kanan, depan belakang, semua penjuru beliau berdoa “Ya Allah datangkan hati mereka datangkan hati mereka”. Ternyata munajat itu tentunya di dengar oleh Rabbul Alamin, disampaikan dengan gelombang kemuliaan yang Allah munculkan lewat para muhajirin dan anshar, tabi’in, tabiut tabi’in, aslafunnasshalihin sampai malam hari ini ummat Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah orang yang paling banyak pengikutnya di dunia dan di akhirat dari salah satu keberkahan doa beliau &lt;b&gt;“Allahumma aqbil biquluubihim''.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-1754980432584781577?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/1754980432584781577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/siwak-membawa-keberkahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1754980432584781577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/1754980432584781577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/siwak-membawa-keberkahan.html' title='SIWAK MEMBAWA KEBERKAHAN'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SohHGAwCDTI/AAAAAAAAACY/07WAlbE67F8/s72-c/HG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462041835397227065.post-9191687022982680474</id><published>2009-08-07T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-11-28T06:59:00.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Debat'/><title type='text'>Dialog iblis dan Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SnxKLMdr_qI/AAAAAAAAABo/ofNr11shdTA/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SnxKLMdr_qI/AAAAAAAAABo/ofNr11shdTA/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367246412103548578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.&lt;br /&gt;Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.&lt;br /&gt;Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.&lt;br /&gt;Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”&lt;br /&gt;Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”&lt;br /&gt;Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”&lt;br /&gt;Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (1):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”&lt;br /&gt;Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.&lt;br /&gt;Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (2):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.&lt;br /&gt;Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.&lt;br /&gt;Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (3):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt;Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.&lt;br /&gt;Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (4):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (5):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.&lt;br /&gt;Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (6):&lt;br /&gt;“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (7):&lt;br /&gt;“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (8):&lt;br /&gt;“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (9):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”&lt;br /&gt;Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.&lt;br /&gt;Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.&lt;br /&gt;Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”&lt;br /&gt;Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (10):&lt;br /&gt;“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.&lt;br /&gt;Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (11):&lt;br /&gt;“Siapa yang serupa dengan engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (12):&lt;br /&gt;“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (13):&lt;br /&gt;“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (14):&lt;br /&gt;“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (15):&lt;br /&gt;“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (16):&lt;br /&gt;“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (17):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (18):&lt;br /&gt;“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (19):&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (20):&lt;br /&gt;“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”&lt;br /&gt;Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk kita semua&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462041835397227065-9191687022982680474?l=ayasnazz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayasnazz.blogspot.com/feeds/9191687022982680474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/dialog-iblis-dan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/9191687022982680474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462041835397227065/posts/default/9191687022982680474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayasnazz.blogspot.com/2009/08/dialog-iblis-dan-rasulullah-saw.html' title='Dialog iblis dan Rasulullah SAW'/><author><name>hasan asyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13815151254847991804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/TCy76qhbuAI/AAAAAAAAAEI/OImeAD2pKG0/S220/8833_1063470045309_1782725611_127511_7626358_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3fEsnoDRD_A/SnxKLMdr_qI/AAAAAAAAABo/ofNr11shdTA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
